<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410</id><updated>2012-01-17T05:29:17.211-08:00</updated><title type='text'>SANGGAR PADEPOKAN SASTRA  DAN BUDAYA</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>47</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-8750552071260852000</id><published>2010-10-31T22:46:00.000-07:00</published><updated>2011-01-07T16:51:52.341-08:00</updated><title type='text'>SANGGAR</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-8750552071260852000?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/8750552071260852000/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2010/10/profile-pesraman-desa-tohpati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/8750552071260852000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/8750552071260852000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2010/10/profile-pesraman-desa-tohpati.html' title='SANGGAR'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-7799185993309249032</id><published>2010-09-19T23:31:00.000-07:00</published><updated>2010-09-19T23:45:21.844-07:00</updated><title type='text'>LEGONG KERATON BERMULA DARI PROSES MEDITASI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TJcC3FabhlI/AAAAAAAAA00/zX-hSRXlsTo/s1600/tari_legong_keraton.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 192px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TJcC3FabhlI/AAAAAAAAA00/zX-hSRXlsTo/s400/tari_legong_keraton.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5518883013734925906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TJcC2nX4veI/AAAAAAAAA0s/X7HdYUfqIX4/s1600/legong.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 284px; height: 176px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TJcC2nX4veI/AAAAAAAAA0s/X7HdYUfqIX4/s400/legong.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5518883005671194082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh ; agung bawantara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sebuah catatan menarik mengenai asal-muasal tari Legong. Saya temukan pada sebuah katalog festival pelegongan yang diselenggarakan di Denpasar, Mengwi, dan Peliatan pada 1995. Catatan itu dibuat oleh Prof. Dr. I Made Bandem, Sekretaris Yayasan Walter Spies yang menyelenggarakan acara tersebut. Dalam catatan tersebut Prof. Bandem mengutarakan bahwa lahirnya Legong bermula dari hasil pertapaan Raja Sukawati, I Dewa Agung Made Karna. Kisah tersebut tercatat dalam Babad Dalem Sukawati yang disurat sekitar awal abad ke-19. Saat itu wilayah Sukawati, Gianyar, memang sudah masyur sebagai daerah yang memiliki penari-penari yang sangat handal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut babad tersebut, suatu hari I Dewa Agung Made Karna yang dikenal memiliki kemampuan spiritual yang tinggi, melakukan pertapaan di Pura Yogan Agung di desa Ketewel, dekat Sukawati. Pada saat itu hadirlah dalam ciptanya beberapa sosok bidadari-bidadari melayang di angkasa. Para bidadari yang cantik jelita itu memperagakan tarian yang sangat menakjubkan. Mereka berbusana penuh warna. Kepala mereka bergelung tatahan emas penuh manikam yang cerlang-cemerlang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, saat bangkit dari tapanya, sang raja memerintahkan penguasa desa Ketewel untuk mengumpulkan para seniman di sana dan meminta mereka membuat beberapa topeng sekaligus menciptakan tarian berdasarkan penglihatan (cipta) sang raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan kemudian, lahirlah sembilan topeng sebagai wujud sembilan bidadari dalam mitologi Hindu. Dua penari Sanghyang kemudian diperintahkan untuk menarikan topeng tersebut. Penari Sanghyang adalah penari-penari muda pilihan yang tidak hanya berbakat melenggokkan tubuh, melainkan juga memiliki kepekaan untuk trance, dan belum menstruasi. Tari topeng yang dipertunjukkan oleh kedua penari Sanghyang itu dinamakan dengan Sang Hyang Legong. Tarian ini –dengan topeng aslinya— hingga kini masih digelar di Pura Yogan Agung setiap upacara Piodalan yang diselenggarakan setiap 210 hari sekali di pura tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terinspirasi oleh Sanghyang Legong, tak berapa lama kemudian sebuah kelompok tari dari Blahbatuh yang dipimpin oleh I Gusti Ngurah Jelantik melahirkan sebuah tarian baru dalam gaya yang serupa. Bedanya, semua penarinya adalah laki-laki dan tidak mengenakan topeng. Tarian ini dinamakan dengan Nandir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah acara, Raja Sukawati menyaksikan pertunjukan Nandir, dan amat terkesan. Beliau kemudian memerintahkan punggawanya untuk mengumpulkan para seniman di Sukawati untuk membuta tarian serupa untuk para gadis muda di istananya. Hasilnya adalah tarian Legong yang kita kenal sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, pesona para penari Legong jauh lebih memukau daripada penari Nandir. Maka lambat laun Nandir pun menghilang dan punah. Penari Nandir terakhir adalah I Wayan Rindi dari Denpasar telah meninggal pada tahun 1976.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertengahan 1930-an hingga 1960-an beberapa tarian tunggal baru muncul. Tarian-tarian tersebut antara lain Panji Semirang dan Margapati. Karena kekurangan terminologi, tarian-tarian tersebut pun disebut Legong. Untuk membedakannya, legong yang asli diberi nama Legong Kraton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Komposisi Legong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pelayon – tidak memiliki cerita khusus, abstrak&lt;br /&gt;    * Lasem – mengisahkan kegemulaian Putri Rangesari&lt;br /&gt;    * Kuntir – mengisahkan pertarungan dua kakak-beradik memperebutkan seorang perempuan jelita&lt;br /&gt;    * Jobog – menisahkan Subali dan Sugriwa yang memperebutkan Cupu manic Astagina&lt;br /&gt;    * Kuntul – menisahkan tarian dua ekor burung Kuntul&lt;br /&gt;    * Prabangsa – merupakan fragmentasi kisah Calon Arang&lt;br /&gt;    * Legod Bawa – mengisahkan Dewa Wisnu dan Dewa Indra beradu kekuartan dengan Dewa Siwa. Tarian ini menggunakan topeng beruang dan garuda.&lt;br /&gt;    * Kupu-kupu Tarum – mengisahkan sepasang kupu-kupu bercengkerama di taman&lt;br /&gt;    * Candra Kanta – mengisahkan keharmonisan antara rembulan dan matahari&lt;br /&gt;    * Semaradhana – mengisahkan Dewa Siwa yang tengah melakukan yoga Samadhi&lt;br /&gt;    * Goak Macok – mengisahkan dua ekor gagak yang tengah berburu telur ayam kampung&lt;br /&gt;    * Bapang – abstrak&lt;br /&gt;    * Durga abstrak&lt;br /&gt;    * Sudarsana – termasuk cerita Calonarang&lt;br /&gt;    * Raja Cina* – mengisahkan percintaan sepasang kekasih&lt;br /&gt;    * Bramara* – mengisahkan percintaan sepasang kumbang&lt;br /&gt;    * Calonarang* – Cuplikan kisah Calonarang&lt;br /&gt;    * Gadung Melati* – menggambarkan kemolekan bunga-bunga di taman &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;Komposisi tari yang bertanda * adalah komposisi yang hingga tahun 1995 belum direkonstruksi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-7799185993309249032?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/7799185993309249032/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2010/09/legong-keraton-bermula-dari-proses.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/7799185993309249032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/7799185993309249032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2010/09/legong-keraton-bermula-dari-proses.html' title='LEGONG KERATON BERMULA DARI PROSES MEDITASI'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TJcC3FabhlI/AAAAAAAAA00/zX-hSRXlsTo/s72-c/tari_legong_keraton.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-9045246602557677942</id><published>2010-09-12T19:46:00.001-07:00</published><updated>2010-09-12T20:05:10.496-07:00</updated><title type='text'>PROGRAM RASMISANCAYA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TI2RUfpsdHI/AAAAAAAAAsA/n1aYlFTj9uk/s1600/PUSEH.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TI2RUfpsdHI/AAAAAAAAAsA/n1aYlFTj9uk/s320/PUSEH.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516224899878515826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROGRAM  KEGIATAN RASMISANCAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. YOGA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yoga (Aksara Dewanagari) dari bahasa Sansekerta  berarti "penyatuan", yang bermakna "penyatuan dengan alam" atau "penyatuan dengan Sang Pencipta". Yoga merupakan salah satu dari enam ajaran dalam filsafat Hindu, yang menitikberatkan pada aktivitas meditasi atau tapa di mana seseorang memusatkan seluruh pikiran untuk mengontrol panca inderanya dan tubuhnya secara keseluruhan. Masyarakat global umumnya mengenal Yoga sebagai aktivitas latihan utamanya asana (postur) bagian dari Hatta Yoga. Yoga juga digunakan sebagai salah satu pengobatan alternatif, biasanya hal ini dilakukan dengan latihan pernapasan, oleh tubuh dan meditasi, yang telah dikenal dan dipraktekkan selama lebih dari 5000 tahun.&lt;br /&gt;Orang yang melakukan tapa yoga disebut yogi, yogin bagi praktisi pria dan yogini bagi praktisi wanita.&lt;br /&gt;Sastra Hindu yang memuat ajaran Yoga, diantaranya adalah Upaishad, Bhagavad Gita, Yogasutra, Hatta Yoga serta beberapa sastra lainnya.&lt;br /&gt;Klasifikasi ajaran Yoga tertuang dalam Bhagavad Gita, diantaranya adalah Karma Yoga/Marga, Jnana Yoga/Marga, Bakti Yoga/Marga, Raja Yoga/Marga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yoga memberi ketenangan bagi mahluk hidup yang keseharian hidupnya dipenuhi hiruk-pikuk dan kompleksitas. Motivasi manusia berbeda satu dengan yang lain, ada yang ingin mendapatkan anuegarh alam dengan menyerap hawa halus alam melalui yoga, merestorasi olah pikiran agar lebih terkonsentrasi dan mengarah pada satu titik tujuan hidup yang sejati, memperoleh anugerah kesehatan yang alami, memusatkan energi diri ( kundalini ) pada tahap kehidupan yang diinginkan, tahap kepedulian terhadap kehidupan spiritual mereka, atau ada juga yang hanya mengikuti karena situasi lingkungan saat ini dan sebagainya . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tehnik Yoga :&lt;br /&gt;  Gerakan Fisik / Olah tubuh&lt;br /&gt;  Olah Nafas / Wirama&lt;br /&gt;  Olah Pikiran&lt;br /&gt;  Keseimbangan /Mudra&lt;br /&gt;  Pembersihan / SatKarma&lt;br /&gt;  Konsentrasi / Dharana&lt;br /&gt;  Meditasi / Dyana&lt;br /&gt;  Penyatuan Diri / Samadhi&lt;br /&gt;  Pembebasan / Self Realitation&lt;br /&gt;  Kebahagiaan / Hasya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKTIVITAS YOGA RASMI SANCAYA&lt;br /&gt; Healing Event&lt;br /&gt; Tour and Adventure On Sipirit Places&lt;br /&gt; Sport On Spirit Land&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMPAT :&lt;br /&gt; Budakeling ; Holy Village and Pandith ( Munk )Houses&lt;br /&gt; BadaBudu Hill ( Budha Budi ); Full of Energy Spirit&lt;br /&gt; Tirtagangga ; Holy Spring Water&lt;br /&gt; Taman Ujung ; Place for Lango ( Relax &amp; Happy healing )&lt;br /&gt; Lempuyang ; Based of Life( Light of Earth )&lt;br /&gt; Besakih ; Paradise Knowledge in Bali&lt;br /&gt; Tenganan Village ; Clasical Bali Age&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. PENDIDIKAN BUDI PEKERTI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi Pekerti adalah induk dari segala etika ,tatakrama, tata susila, perilaku baik dalam pergaulan , pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Pertama-tama budi pekerti ditanamkan oleh orang tua dan keluarga dirumah, kemudian disekolah dan tentu saja oleh masyarakat secara langsung maupun tidak langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini dimana  sendi-sendi kehidupan banyak yang goyah karena terjadinya erosi moral,budi pekerti masih relevan dan perlu direvitalisasi.&lt;br /&gt;Budi Pekerti yang mempunyai arti yang sangat jelas dan sederhana, yaitu : Perbuatan( Pekerti) yang dilandasi atau dilahirkan oleh Pikiran yang jernih dan baik ( Budi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia Indonesia menempati posisi sentral dan strategis dalam pelaksanaan pembangunan nasional, sehingga diperlukan adanya pengembangan sumber daya manusia (SDM) secara optimal. Pengembangan SDM dapat dilakukan melalui pendidikan mulai dari dalam keluarga, hingga lingkungan sekolah dan masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu SDM yang dimaksud bisa berupa generasi muda (young generation) sebagai estafet pembaharu merupakan kader pembangunan yang sifatnya masih potensial, perlu dibina dan dikembangkan secara terarah dan berkelanjutan melalui lembaga pendidikan sekolah. Beberapa fungsi pentingnya pendidikan sekolah antara lain untuk : 1) perkembangan pribadi dan pembentukan kepribadian, 2) transmisi cultural, 3) integrasi social, 4) inovasi, dan 5) pra seleksi dan pra alokasi tenaga kerja ( Bachtiar Rifai). Dalam hal ini jelas bahwa tugas pendidikan sekolah adalah untuk mengembangkan segi-segi kognitif, afektif dan psikomotorik yang dapat dikembangkan melalui pendidikan moral. Dengan memperhatikan fungsi pendidikan sekolah di atas, maka setidaknya terdapat 3 alasan penting yang melandasi pelaksanaan pendidikan moral di sekolah, antara lain : 1). Perlunya karakter yang baik untuk menjadi bagian yang utuh dalam diri manusia yang meliputi pikiran yang kuat, hati dan kemauan yang berkualitas, seperti : memiliki kejujuran, empati, perhatian, disiplin diri, ketekunan, dan dorongan moral yang kuat untuk bisa bekerja dengan rasa cinta sebagai ciri kematangan hidup manusia. 2). Sekolah merupakan tempat yang lebih baik dan lebih kondusif untuk melaksanakan proses belajar mengajar. 3).Pendidikan moral sangat esensial untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan membangun masyarakat yang bermoral (Lickona, 1996 , P.1993). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan pendidikan moral ini sangat penting, karena hampir seluruh masyarakat di dunia, khususnya di Indonesia, kini sedang mengalami patologi social yang amat kronis. Bahkan sebagian besar pelajar dan masyarakat kita tercerabut dari peradaban eastenisasi (ketimuran) yang beradab, santun dan beragama. Akan tetapi hal ini kiranya tidak terlalu aneh dalam masyarakat dan lapisan social di Indonesia yang hedonis dan menelan peradaban barat tanpa seleksi yang matang. Di samping itu system [pendidikan Indonesia lebih berorientasi pada pengisian kognisi yang eqivalen dengan peningkatan IQ (intelengence Quetiont) yang walaupun juga di dalamnya terintegrasi pendidikan EQ (Emotional Quetiont). Sedangkan warisan terbaik bangsa kita adalah tradisi spritualitas yang tinggi kemudian tergadai dan lebih banyak digemari oleh orang lain di luar negeri kita, yaitu SQ (Spiritual Quetiont). Oleh sebab itu, perlu kiranya dalam pengembangan pendidikan moral ini eksistensi SQ harus terintegrasi dalam target peningkatan IQ dan EQ siswa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat dari hanyutnya SQ pada pribadi masyarakat dan siswa pada umumnya menimbulkan efek-efek social yang buruk. Bermacam-macam masalah sosial dan masalah-masalahh moral yang timbul di Indonesia seperti : 1). meningkatnya pembrontakan remaja atau dekadensi etika/sopan santun pelajar, 2). meningkatnya kertidakjujuran, seperti suka bolos, nyontek, tawuran dari sekolah dan suka mencuri, 3). berkurangnya rasa hormat terhadap orang tua, guru, dan terhadap figur-figur yang berwenang, 4). meningkatnya kelompok teman sebaya yang bersifat kejam dan bengis, 5) munculnya kejahatan yang memiliki sikap fanatik dan penuh kebencian, 6). berbahsa tidak sopan, 7). merosotnya etika kerja, 8). meningkatnya sifat-sifat mementingkan diri sendiri dan kurangnya rasa tanggung jawab sebagai warga negara, 9). timbulnya gelombang perilaku yang merusak diri sendiri seperti perilaku seksual premature, penyalahgunaan mirasantika/narkoba dan perilaku bunuh diri, 10). timbulnya ketidaktahuan sopan santun termasuk mengabaikan pengetahuan moral sebagai dasar hidup, seperti adanya kecenderungan untuk memeras tidak menghormati peraturan-peraturan, dan perilaku yang membahayakan terhadap diri sendiri atau orang lain, tanpa berpikir bahwa hal itu salah (Koyan, 2000, P.74). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk merespon gejala kemerosotan moral tersebut, maka peningkatan dan intensitas pelaksanan pendidikan moral di sekolah merupakan tugas yang sangat penting dan sangat mendesak bagi kita, dan perlu dilaksanakan secara komprehensif dan dengan menggunakan strategi serta model pendekatan secara terpadu, yaitu dengan melibatkan semua unsur yang terkait dalam proses pembelajaran atau pendidikan seperti : guru-guru, kepala sekolah orang tua murid dan tokoh-tokoh masyarakat. Tujuan pendidikan moral tidak semata-mata untuk menyiapkan peserta didik untuk menelan mentah konsep-konsep pendidikan moral, tetapi yang lebih penting adalah terbentuknya karakter yang baik, yaitu pribadi yang memiliki pengetahuan moral, peranan perasaan moral dan tindakan atau perilaku moral (Lickona, 1992. P. 53 ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sisi lain, dewasa ini pelaksanan pendidikan moral di sekolah diberikan melalui pembelajaran pancasila dan kewarganegaraan (PPKn) dan Pendidikan agama akan tetapi masih tampak kurang pada keterpaduan dalam model dan strategi pembelajarannya Di samping penyajian materi pendidikan moral di sekolah, tampaknya lebih berorientasi pada penguasaan materi yang tercantum dalam kurikulum atau buku teks, dan kurang mengaitkan dengan isu-isu moral esensial yang sedang terjadi dalam masyarakat, sehingga peserta didik kurang mampu memecahkan masalah-masalah moral yang terjadi dalam masyarakat Bagi para siswa,adalah lebih banyak untuk menghadapi ulangan atau ujian, dan terlepas dari isu-isu moral esensial kehidupan mereka sehari-hari. Materi pelajaran PPKn dirasakah sebagai beban, dihafalkan dan dipahami, tidak menghayati atau dirasakan secara tidak diamalkan dalam perilaku kehidupan hari-hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upaya untuk meningkatkan kematangan moral dan pembentukann karakter siswa. Secara optimal ,maka penyajian materi pendidikan moral kepada para siswa hendaknya dilaksanakan secara terpadu kepada semua pelajaran dan dengan mengunakan strategi dan model pembelajaran seccara terpadu, yaitu dengan melibatkan semua guru, kepala sekolah ,orang tua murid, tokoh-tokoh masyarakat sekitar. Dengan demikian timbul pertanyaan,bahan kajian apa sajakah yang diperlukan untuk merancang model pembelajaran pendidikan moral dengan mengunakan pendekatan terpadu ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengembangkan strategi dan model pembelajaran pendidikan moral dengan menggunakan pendekatan terpadu ,diperlukan adanya analisis kebutuhan (needs assessment) siswa dalam belajar pendidikan moral. Dalam kaitan ini diperlukan adanya serangkaian kegiatan, antara lain : (1) mengidentifikasikan isu-isu sentral yang bermuatan moral dalam masyarakat untuk dijadikan bahan kajian dalam proses pembelajaran di kelas dengan menggunakan metode klarifikasi nilai (2) mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan siswa dalam pembelajaran pendidikan moral agar tercapai kematangan moral yang komprehensif yaitu kematangan dalam pengetahuan moral perasaan moral,dan tindakan moral, (3) mengidentifikasi dan menganalisis masalah-masalah dan kendala-kendala instruksional yang dihadapi oleh para guru di sekolah dan para orang tua murid di tua murid dirumah dalam usaha membina perkembangan moral siswa,serta berupaya memformulasikan alternatif pemecahannya, (4) mengidentifikasi dan mengklarifikasi nilai-nilai moral yang inti dan universal yang dapat digunakan sebagai bahan kajian dalam proses pendidikan moral, (5) mengidentifikasi sumber-sumber lain yang relevan dengan kebutuhan belajar pendidikan moral. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memperhatikan kegiatan yang perlu dilakukan dalam proses aplikasi pendidikan moral tersebut, kaitannya dengan kurikulum yang senantiasa berubah sesuai dengan akselerasi politik dalam negeri, maka sebaiknya pendidikan moral juga dilakukan penngkajian ulang untuk mengikuti competetion velocities dalam persaingan global. Bagaimanapun negeri ini memerlukan generasi yang cerdas, bijak dan bermoral sehingga bisa menyeimbangkan pembangunan dalam keselarasan keimanan dan kemajuan jaman. Pertanyaannya adalah siapkah lingkungan sekolah (formal-informal), masyarakat dan keluarga untuk membangun komitmen bersama mendukung keinginan tersebut ? Karena nasib bangsa Indonesia ini terletak dan tergantung pada moralitas generasi mudanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. DHARMA GITA DAN WACANA&lt;br /&gt;Dharma Wacana adalah methoda penerangan Agama Hindu yang disampaikan pada setiap kesempatan Umat Hindu yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan. Kegiatan penerangan semacam ini dimasa lalu disebut Upanisada. Terminologi Upanisada atau upanisad mengandung arti dan sifatnya yang "Rahasyapadesa" dan merupakan bagian dari kitab Sruthi. Pada masa lalu  ajaran upanisad sering dihubungkan dengan "Pawisik" yakni ajaran rahasia yang diberikan oleh seorang guru kerohanian kepada siswa atau muridnya dalam jumlah yang sangat terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi Dharma Wacana yang dapat disampaikan pada setiap kesempatan yang ada, pada dasarnya meliputi semua aspek ajaran agama Hindu yang dikaitkan dengan kehidupan. Dalam hal ini dapat diklasifikasikan kedalam Sruthi, Smerthi, Purana, Itihasa dan Sang Sistha. Penyampaian materi disesuaikan dengan jenis kegiatan seperti kegiatan persembahyangan bersama hari purnama dan tilem, resepsi perkawinan, kegiatan pertemuan arisan dan sejenisnya dengan mengungkap beberapa sloka/ayat kitab suci yang relevan dengan thema dan jenis kegiatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dharma Wacana sangat baik apabila disampaikan melalui ungkapan bahasa yang mudah dimengerti, dihayati dan diresapkan oleh hadirin. mampu memukau dan dihindari penggunaan istilah-istilah asing, kecuali belum atau tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Bahasa yang dipergunkan dalam Dharma Wacana disamping bahasa Indonesia dapat juga dipakai bahasa daerah setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dharma Gita artinya nyanyian keagamaan. Secara tradisional telah dilaksanakan di seluruh Indonesia. Kegiatan ini di Bali disebut makidung, makakawin, magaguritan, atau mamutru. Bila lagu keagamaan ini dirangkaikan dalam mengiringi suatu upacara seperti Dewa Yadnya, Dharma Gita ini dapat disebutkan sebagai Dharma Gita Anjali atau Gitanjali. Disamping itu lagu-lagu keagamaan ini dikaitkan pula dengan kesenian tradisionil seperti halnya: Arja atau topeng di Bali. Dalam usaha untuk mempelajari kitab-kitab suci seperti Weda, pembacaan-pembacaan Weda dapat dinyanyikan. Bahkan usaha untuk menyusun atau mengarang lagu-lagu keagamaan sebagai persembahan atau Gitanjali perlu digalakkan dikalangan seniman.&lt;br /&gt;Dharma Gita sebagai media untuk menyampaikan dan memperdalam keyakinan beragama sangat efektif. Oleh karena itu penyampaian materi ajaran dijalin demikian rupa dalam bentuk lagu/irama yang indah dan menawan, mempesona pembaca dan pendengarnya. Usaha untuk melestarikan, mengembangkan dharma gita bertujuan untuk tetap menjaga dan memelihara warisan budaya tradisional yang diabadikan kepada keagamaan. Disamping itu melalui dharma gita diharapkan akan mampu memberikan sentuhan rasa kesucian kekhidmatan serta kekhusukan dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan.&lt;br /&gt;Sumber materi untuk Dharma Gita diambil dari kitab-kitab suci Agama Hindu maupun sastra-sastrakeagamaan lainnya yang dirangkaikan dalam bentuk geguritan, kidung, kakwin, dan mamutru. Untuk pengembangan lebih jauh perlu ditampilkan karya-karya baru yang berthemakan ajaran agama Hindu. Pengembangan materi dalam kreasi baru ini perlu dilaksanakan dalam rangka memperkaya dan menyesuaikan dengan perkembangan jaman.&lt;br /&gt;Materi Dharma Gita diambil langsung dari kitab suci serta sastra-sastra keagamaan umumnya mempergunakan bahsa sansekerta maupun bahasa Jawa Kuno. Untuk mencapai sasaran/tujuannya perlu diberikan terjemahan yang mempergunakan bahasa yang mudah, seperti bahasa Indonesia atau bahasa daerah setempat. Demikian pula kreasi-kreasi Dharma Gita yang baru tetap membawakan pesan dan thema keagamaan, pemakaian bahasa daerah tidaklah merupakan hambatan bahkan justru sangat diharapkan untuk menumbuhkan rasa ikut meiliki dan ikut bertanggung jawab.&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;Dharma Gita merupakan salah satu media kesenian yang sangat menunjang pemahaman ajaran agama serta usaha meningkatkan kesucian rohani, media kesenian yang juga memegang peranan penting dan sama, karena itu pembinaan kehidupan keagamaan di Indonesia hendaknya senantiasa memanfaatkan kesenian daerahnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. SENI TARI DAN TABUH&lt;br /&gt;Musik tradisional Bali memiliki kesamaan dengan musik tradisional di banyak daerah lainnya di Indonesia, misalnya dalam penggunaan gamelan dan berbagai alat musik tabuh lainnya. Meskipun demikian, terdapat kekhasan dalam tehnik memainkan dan gubahannya, misalnya dalam bentuk kecak, yaitu sebentuk nyanyian yang konon menirukan suara kera. Demikian pula beragam gamelan yang dimainkan pun memiliki keunikan, misalnya Gamelan Jegog, Gamelan Gong Gede, Gamelan Gambang, Gamelan Selunding, dan Gamelan Semar Pegulingan. Adapula musik Angklung dimainkan untuk upacara ngaben, serta musik Bebonangan dimainkan dalam berbagai upacara lainnya.&lt;br /&gt;Terdapat bentuk modern dari musik tradisional Bali, misalnya Gamelan Gong Kebyar yang merupakan musik tarian yang dikembangkan pada masa penjajahan Belanda, serta Joged Bumbung yang mulai populer di Bali sejak era tahun 1950-an. Umumnya musik Bali merupakan kombinasi dari berbagai alat musik perkusi metal (metalofon), gong, dan perkusi kayu (xilofon). Karena hubungan sosial, politik dan budaya, musik tradisional Bali atau permainan gamelan gaya Bali memberikan pengaruh atau saling mempengaruhi daerah budaya di sekitarnya, misalnya pada musik tradisional masyarakat Banyuwangi serta musik tradisional masyarakat Lombok.&lt;br /&gt;Seni tari Bali pada umumnya dapat dikatagorikan menjadi tiga kelompok; yaitu wali atau seni tari pertunjukan sakral, bebali atau seni tari pertunjukan untuk upacara dan juga untuk pengunjung, dan balih-balihan atau seni tari untuk hiburan pengunjung.&lt;br /&gt;Pakar seni tari Bali I Made Bandem pada awal tahun 1980-an pernah menggolongkan tari-tarian Bali tersebut; antara lain yang tergolong ke dalam wali misalnya Berutuk, Sang Hyang Dedari, Rejang dan Baris Gede, bebali antara lain ialah Gambuh, Topeng Pajegan, dan Wayang Wong, sedangkan balih-balihan antara lain ialah Legong, Parwa, Arja, Prembon dan Joged, serta berbagai koreografi tari modern lainnya.&lt;br /&gt;Salah satu tarian yang sangat populer bagi para wisatawan ialah Tari Kecak. Sekitar tahun 1930-an, Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies menciptakan tari ini berdasarkan tradisi Sanghyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak mempopulerkan tari ini saat berkeliling dunia bersama rombongan penari Bali-nya.&lt;br /&gt;Tarian wali&lt;br /&gt;• Sang Hyang Dedari&lt;br /&gt;• Sang Hyang Jaran&lt;br /&gt;• Tari Rejang&lt;br /&gt;• Tari Baris&lt;br /&gt;• Tari Janger&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tarian bebali&lt;br /&gt;• Tari Topeng&lt;br /&gt;• Gambuh&lt;br /&gt;Tarian balih-balihan&lt;br /&gt;• Tari Legong&lt;br /&gt;• Arja&lt;br /&gt;• Joged Bumbung&lt;br /&gt;• Drama Gong&lt;br /&gt;• Barong&lt;br /&gt;• Tari Pendet&lt;br /&gt;• Tari Kecak&lt;br /&gt;• Calon Arang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. ASTAKARYA&lt;br /&gt;Seni kriya adalah cabang seni yang menekankan pada ketrampilan tangan yang tinggi dalam proses pengerjaannya. Seni kriya berasal dari kata “Kr” (bhs Sanskerta) yang berarti ‘mengerjakan’, dari akar kata tersebut kemudian menjadi karya, kriya dan kerja. Dalam arti khusus adalah mengerjakan sesuatu untuk menghasilkan benda atau obyek yang bernilai seni” (Prof. Dr. Timbul Haryono: 2002).&lt;br /&gt;Dalam pergulatan mengenai asal muasal kriya Prof. Dr. Seodarso Sp dengan mengutif dari kamus, mengungkapkan “perkataan kriya memang belum lama dipakai dalam bahasa Indonesia; perkataan kriya  itu berasal dari bahasa Sansekerta yang dalam kamus Wojowasito diberi arti; pekerjaan; perbuatan, dan dari kamus Winter diartikan sebagai  ‘demel’ atau membuat”. (Prof. Dr. Soedarso Sp, dalam Asmudjo J. Irianto, 2000)&lt;br /&gt;Sementara menurut Prof. Dr. I Made Bandem kata “kriya” dalam bahasa indonesia berarti pekerjaan (ketrampilan tangan). Di dalam bahasa Inggris disebut craft berarti energi atau kekuatan. Pada kenyataannya bahwa seni kriya sering dimaksudkan sebagai karya yang dihasilkan karena skill atau ketrampilan seseorang”. (Prof. Dr. I Made Bandem, 2002)&lt;br /&gt;Dari tiga uraian ini dapat ditarik satu kata kunci yang dapat menjelaskan pengertian kriya adalah; kerja, pekerjaan, perbuatan, yang dalam hal ini bisa diartikan sebagai penciptaan karya seni yang didukung oleh ketrampilan (skill) yang tinggi.&lt;br /&gt;Seperti telah disinggung diawal bahwa istilah kriya digali khasanah budaya Indonesia tepatnya dari budaya Jawa tinggi (budaya yang berkembang di dalam lingkup istana pada sistem kerajaan). Denis Lombard dalam bukunya Nusa Jawa: Silang budaya, menyatakan ‘istilah kriya yang diambil dari kryan menunjukkan pada hierarki strata pada masa kerajaan Majapahit, sebagai berikut; “Pertama-tama terdapat para mantri, atau pejabat tinggi serta para arya atau kaum bangsawan, lalu para kryan yang berstatus kesatriya dan para wali atau perwira, yang tampaknya juga merupakan semacam golongan bangsawan rendah’. (Denis Lombard dalam Prof. SP. Gustami, 2002)&lt;br /&gt;Menyimak pendapat Prof. SP. Gustami yang menguraikan bahwa; seni kriya merupakan warisan seni budaya yang adi luhung, yang pada zaman kerajaan di Jawa mendapat tempat lebih tinggi dari kerajinan. Seni kriya dikonsumsi oleh kalangan bangsawan dan masyarakat elit sedangkan kerajinan didukung oleh masyarakat umum atau kawula alit, yakni masyarakat yang hidup di luar tembok keraton. Seni kriya dipandang sebagai seni yang unik dan berkualitas tinggi karena didukung oleh craftmanship yang tinggi, sedangkan kerajinan dipandang kasar dan terkesan tidak tuntas. Bedakan pembuatan keris dengan pisau baik proses, bahan, atau kemampuan pembuatnya.&lt;br /&gt;Lebih lanjut Prof. SP. Gustami menjelaskan perbedaan antara kriya dan kerajinan dapat disimak pada keprofesiannya, kriya dimasa lalu yang berada dalam lingkungan istana untuk pembuatnya diberikan gelar Empu. Dalam perwujudannya sangat mementingkan nilai estetika dan kualitas skill. Sementara kerajinan yang tumbuh di luar lingkungan istana, si-pembuatnya disebut dengan Pandhe. Perwujudan benda-benda kerajinan hanya mengutamakan fungsi dan kegunaan yang diperuntukkan untuk mendukung kebutuhan praktis bagi masyarakat (rakyat). (Prof. SP. Gustami, 2002) Pengulangan dan minimnya pemikiran seni ataupun estetika adalah satu ciri penanda benda kerajinan.&lt;br /&gt;Pemisahan yang berdasarkan strata atau kedudukan tersebut mencerminkan posisi dan eksistensi seni kriya di masa lalu. Seni kriya bukanlah karya yang dibuat dengan  intensitas rajin semata, di dalamnya terkandung nilai keindahan (estetika) dan juga kualitas skill yang tinggi. Sedangkan kerajinan tumbuh atas desakan kebutuhan praktis dengan mempergunakan bahan yang tersedia dan berdasarkan pengalaman kerja yang diperoleh dari kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;Kembali  ditegaskan oleh Prof. SP. Gustami: seni kriya adalah karya seni yang unik dan punya karakteristik di dalamnya terkandung muatan-muatan nilai estetik, simbolik, filosofis dan sekaligus fungsional oleh karena itu dalam perwujudannya didukung  craftmenship yang tinggi, akibatnya kehadiran seni kriya termasuk dalam kelompok seni-seni adiluhung (Prof. SP.Gustami, 1992:71).&lt;br /&gt;Uraian tadi menyiratkan bahwa kriya merupakan cabang seni yang memiliki muatan estetik, simbolik dan filosofis sehingga menghadirkan karya-karya yang adiluhung dan munomental sepanjang jaman. Praktek kriya pada masa lalu dibedakan dari kerajinan, kriya berada dalam lingkup istana (kerajaan) pembuatnya diberi gelar Empu. Sedangkan kerajinan yang berakar dari kata “rajin” berada di luar lingkungan istana, dilakoni oleh rakyat jelata dan pembuatnya disebut pengerajin atau pandhe.&lt;br /&gt;Dari beberapa pendapat yang telah dibahas sebelumnya menjelaskan bahwa wujud awal seni kriya lebih ditujukan sebagai seni pakai (terapan). Praktek seni kriya pada awalnya bertujuan untuk membuat barang-barang fungsional, baik ditujukan untuk kepentingan keagamaan (religius) atau kebutuhan praktis dalam kehidupan manusia seperti; perkakas rumah tangga. Contohnya dapat kita saksikan pada dari artefak-artefak berupa kapak dan perkakas pada jaman batu serta peninggalan-peninggalan dari bahan perunggu pada jaman logam berupa; nekara, moko, candrasa, kapak, bejana, hingga perhiasan seperti; gelang, kalung, cincin. Benda-benda tersebut dipakai sebagai perhiasan, prosesi upacara ritual adat (suku) serta kegiatan ritual yang bersifat kepercayaan seperti; penghormatan terhadap arwah nenek moyang.&lt;br /&gt;Masuknya agama Hindu dan Budha memberikan perubahan tidak saja dalam hal kepercayaan, tetapi juga pada sistem sosial dalam masyarakat. Struktur pemerintahan kerajaan dan sistem kasta menimbulkan tingkatan status sosial dalam masyarakat. Masuknya pengaruh Hindu–Budha di Indonesia terjadi akibat asimilasi serta adaptasi kebudayaan Hindu-Budha India yang dibawa oleh para pedagang dan pendeta Hindu-Budha dari India dengan kebudayaan prasejarah di Indonesia. Kedua sistem keagamaan ini mengalami akulturasi dengan kepercayaan yang sudah ada sebelumnya di Indonesia yaitu pengkultusan terhadap arwah nenek moyang, dan kepercayaan terhadap spirit yang ada di alam sekitar. Kemudian kerap tumpang tindih dan bahkan terpadu ke dalam pemujaan-pemujaan sinkretisme Hindu-Budha Indonesia. (Claire Holt diterjemahkan oleh RM. Soedarsono, 2000) &lt;br /&gt;Tumbuh dan berkembangnya kebudayan Hindu-Budha di Indonesia kemudian melahirkan kesenian berupa  seni ukir dengan beraneka ragam hias, dan patung perwujudan dewa-dewa. Dalam sistem sosial kemudian lahir sistem pemerintahan kerajaan yang berdasarkan kepada kepercayaan Hindu seperti kerajaan Sriwijaya di Sumatra, kerajaan Kutai di Kalimantan, kerajaan Tarumanagara di Jawa Barat, Mataram Kuno Jawa Tengah. Hingga kerajaan Majapahit di Jawa Timur dengan maha patih Gajah Mada yang tersohor, yang kemudian membawa pengaruh Hindu ke Bali. Seni ukir tradisional masih diwarisi hingga saat ini.&lt;br /&gt;Peran seni kriyapun menjadi semakin berkembang tidak saja sebagai komponen dalam hal kepercayaan/agama, namun juga menjadi konsumsi golongan elit bangsawan yaitu sebagai penanda status kebangsawanan. Kondisi tersebut menjadikan kriya sebagai seni yang bersifat elitis karena menduduki posisi terhormat pada masanya, berbeda dengan kerajinan yang cenderung tumbuh pada kalangan masyarakat biasa atau golongan rendah.&lt;br /&gt;Akan tetapi keadaannya berbeda pada masa modern, dimana tingkatan sosial seperti pada masa kerajaan yang disebut “kasta” sudah tidak lagi eksis. Kalaupun ada tingkatan sosial kini tidak lagi berdasarkan “kasta” atau kebangsawanan yang dimiliki oleh seseorang, akan tetapi kemapanan ekonomi kini menjadi penanda bagi status seseorang. Artinya tarap ekonomi yang dimiliki seseorang dapat membedakan posisi mereka dari orang lain, secara sederhana kekuasan sekarang ditentukan oleh kemampuan ekonomi yang dimiliki seseorang. Dalam sistem masyarakat modern kondisinya telah berubah kaum elit yang dulunya ditempati oleh kaum bangsawan (ningrat), sekarang digantikan kalangan konglomerat (pemilik modal). Kondisi ini membawa dampak bagi pada posisi kriya, karena kini kriya mulai kehilangan struktur sosial yang menopang eksistensinya seperti pada masa lalu.&lt;br /&gt;Situasi ini menjadikan kriya tidak lagi menjadi seni yang spesial karena posisi terhormatnya di masa lalu kini sudah terancam tidak eksis lagi, kriya kini menjadi sebuah artefak warisan masa lalu. Terlebih lagi dalam industri budaya seperti sekarang kedudukan kriya kini tidak lebih sebagai obyek pasar, yang diproduksi secara masal dan diperjualbelikan demi kepentingan ekonomi. Kriya kini mengalami desakralisasi dari posisi yang terhormat di masa lalu, yang adiluhung merupakan artefak yang tetap dihormati namun sekaligus juga direduksi dan diproduksi secara terus-menerus.&lt;br /&gt;Kehadiran kriya pada jenjang pendidikan adalah sebuah upaya mengangkat kriya dari hanya sebagai artefak, untuk menjadikannya sebagai seni yang masih bisa eksis dan terhormat sekaligus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman. Inilah tugas berat insan kriya kini. Dalam perkembangan selanjutnya sejalan dengan perkembangan jaman, konsep kriyapun terus berkembang. Perubahan senantiasa menyertai setiap gerak laju perkembangan zaman, praktek seni kriya yang pada awalnya sarat dengan nilai fungsional, kini dalam prakteknya khususnya di akademis seni kriya mengalami pergeseran orientasi penciptaan. Kriya kini menjelma menjadi hanya pajangan semata dengan kata lain semata-mata seni untuk seni. Pergerakan ini kemudian melahirkan kategori-kategori dalam tubuh kriya, kategori tersebut antara lain kriya seni, dan desain kriya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakaian daerah&lt;br /&gt;Pakaian daerah Bali sesungguhnya sangat bervariasi, meskipun secara selintas kelihatannya sama. Masing-masing daerah di Bali mempunyai ciri khas simbolik dan ornamen, berdasarkan kegiatan/upacara, jenis kelamin dan umur penggunanya. Status sosial dan ekonomi seseorang dapat diketahui berdasarkan corak busana dan ornamen perhiasaBusana tradisional pria umumnya terdiri dari:&lt;br /&gt;Busana Adat Pria&lt;br /&gt;• Udeng (ikat kepala)&lt;br /&gt;• Kain kampuh&lt;br /&gt;• Umpal (selendang pengikat)&lt;br /&gt;• Kain wastra (kemben)&lt;br /&gt;• Sabuk&lt;br /&gt;• Keris&lt;br /&gt;• Beragam ornamen perhiasan&lt;br /&gt;Busana Adat Wanita &lt;br /&gt;Busana tradisional wanita umumnya terdiri dari:&lt;br /&gt;• Gelung (sanggul)&lt;br /&gt;• Sesenteng (kemben songket)&lt;br /&gt;• Kain wastra&lt;br /&gt;• Sabuk prada (stagen), membelit pinggul dan dada&lt;br /&gt;• Selendang songket bahu ke bawah&lt;br /&gt;• Kain tapih atau sinjang, di sebelah dalam&lt;br /&gt;• Beragam ornamen perhiasan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-9045246602557677942?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/9045246602557677942/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2010/09/program-rasmisancaya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/9045246602557677942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/9045246602557677942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2010/09/program-rasmisancaya.html' title='PROGRAM RASMISANCAYA'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TI2RUfpsdHI/AAAAAAAAAsA/n1aYlFTj9uk/s72-c/PUSEH.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-1869842509561176567</id><published>2010-09-10T08:17:00.000-07:00</published><updated>2010-09-10T08:24:44.312-07:00</updated><title type='text'>MAHA PATIH GAJAH MADA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TIpNpsgPTnI/AAAAAAAAAr4/Q54YFFgBXGg/s1600/gajah_mada.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 349px; height: 354px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TIpNpsgPTnI/AAAAAAAAAr4/Q54YFFgBXGg/s400/gajah_mada.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5515306072384949874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TIpNUyY1cCI/AAAAAAAAArw/FyA7ySka-Ag/s1600/kakimadakaripuradx1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 199px; height: 299px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TIpNUyY1cCI/AAAAAAAAArw/FyA7ySka-Ag/s400/kakimadakaripuradx1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5515305713187254306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Patih Gajah Mada harus menerima nasibnya. Kebesarannya,&lt;br /&gt;diakhir hayatnya hanya membuat ia diasingkan di&lt;br /&gt;desa terpencil ini. Tak pernah jelas dalam asal&lt;br /&gt;usulnya, jelas ia bukan raja yang perlu&lt;br /&gt;dilegendakan riwayat kelahirannya.&lt;br /&gt;Tapi yang pasti kemungkinan besar ia keturunan&lt;br /&gt;keluarga bangsawan karena berhasil memasuki pasukan&lt;br /&gt;Bhayangkara bahkan bisa menjadi pemimpinnya.&lt;br /&gt;Sudah jamak saat itu, ketika pasukan elit hanya&lt;br /&gt;bisa dimasuki oleh mereka yang berdarah biru pula.&lt;br /&gt;Majapahit yang baru berdiri, dibawah Raden Wijaya, raja pertamanya,&lt;br /&gt;sedang berusaha mengkonsolidasikan kekuatannya. Setelah Kediri dengan&lt;br /&gt;Jayakatwangnya berhasil ditaklukkan, dan di sisi lain pasukan Mongolia&lt;br /&gt;telahberhasil diusir pergi, maka negara baru itu segera bermimpi akan mencapai&lt;br /&gt;kebesarannya setidaknya mencapai seperti Singosari, negara awalnya. Di&lt;br /&gt;samping itu bukankah Raden Wijaya adalah keturunan resmi yang pertama&lt;br /&gt;kali berhasil menjadi raja dari perkawinan Ken dedes dan Ken Arok, yang&lt;br /&gt;dilegendakan akan menurunkan raja terbesar di Jawa? Semuanya sudah&lt;br /&gt;tersedia, tinggal bagaimana raja baru itu memanfaatkan situasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pembangunan kemiliteran adalah&lt;br /&gt;salah satu jalan yang diplih untuk&lt;br /&gt;memperkuat negara itu. Apalagi dalam&lt;br /&gt;perjalanannya, negara yang baru&lt;br /&gt;tumbuh itu, harus mengalami berbagai&lt;br /&gt;macam pemberontakan, yang terutama&lt;br /&gt;dari sahabat dekat sang raja sendiri,&lt;br /&gt;seperti Ranggalawe, Lembu sora, ataupun&lt;br /&gt;Nambi. Negara itu akan rapuh jika tak ada&lt;br /&gt;yang siap beregenerasi. Maka&lt;br /&gt;sekolah militer untuk perwira dimasa depan&lt;br /&gt;disiapkan. Dan Gajah Mada adalah salah satu&lt;br /&gt;produknya. Menghabiskan masa mudadalam pendidikan&lt;br /&gt;kemiliteran, tak ada yang tahu kenapa ia bisa melesat tinggi karirnya.&lt;br /&gt;Hanya satu hal yang ia tahu, kesempatan tak pernah datang dua kali.&lt;br /&gt;Setelah Raden Wijaya wafat, Jayanegara naik sebagai raja. Sayang ia&lt;br /&gt;lemah.&lt;br /&gt;Maka ketidakpuasan pun muncul. Dan yang terhebat adalah pemberontakan&lt;br /&gt;Kuti. Huru hara pun muncul di ibukota, yang menyebabkan Jayanegara harus&lt;br /&gt;lari kesebuah desa hanya ditemani oleh pasukan elitnya yaitu&lt;br /&gt;Bhayangkara (nama desanya lupa, kalau gak salah namanya Badeder),&lt;br /&gt;yang tentu saja pimpinannya saat itu adalah Gajah Mada.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gajah Mada yang cerdas ini segera menyusun siasat, untuk mengembalikan&lt;br /&gt;tahta pada sang raja. Ia pergi ke ibukota, untuk melihat reaksi rakyat,&lt;br /&gt;apakah Kuti didukung atau tidak. Ia tiupkan isu sang raja telah wafat.&lt;br /&gt;Segera kesedihan mewarnai ibukota. Dan ia pun tahu, rakyat masih dibelakan&lt;br /&gt;sang raja. Segera ia kumpulkan pasukan, cari dukungan dan kemudian&lt;br /&gt;munculkan sang raja. Kuti yang tak berpikir ke sana akhirnya kalah&lt;br /&gt;oleh kuatnya dukungan terhadap sang raja. Ia kalah cerdik oleh juniornya.&lt;br /&gt;Tetapi setelah sang rajakembali berkuasa, tetap tak tak ada yang berubah.&lt;br /&gt;Dan Gajah mada pun muak melihatnya. Negara ini akan hancur jika raja lemah.&lt;br /&gt;Bagi Gajah mada,&lt;br /&gt;kesetiaan bukanlah pada sang raja, tapi bagi negaranya. Ia segera menyusun&lt;br /&gt;siasat. Ia tahu sang raja mata keranjang. Temannya Ra Tanca, tabib istana,&lt;br /&gt;punya istri yang cantik. Oleh Gajah Mada, ia mengisyaratkan berita ini pada&lt;br /&gt;sang raja. Raja yang penasaran itupun mencari tahu, dan setelah melihat&lt;br /&gt;sendiri, ternyata jatuh hati pada istri Ra Tanca. Ra Tanca yang mengetahui&lt;br /&gt;berita ini pun marah. Baginya sekarang cuma ada dua pilihan, membunuh&lt;br /&gt;sang raja, atau ialah yang akan dibunuh. Pada waktu raja sakit, Gajah Mada&lt;br /&gt;segera menyiapkan perangkapnya. Ia panggil Ra Tanca untuk mengobati&lt;br /&gt;raja. Tapi ia tahu pula, hati Ra Tanca sudah terbakar amarah, dan pasti&lt;br /&gt;akan memanfaatkan situasi ini. Benar saja Ra Tanca membunuh raja. Ada dua&lt;br /&gt;versi, ada yang bilang membunuh dengan keris, versi lain dengan&lt;br /&gt;meminumkan racun. Gajah Mada yang sudah memperkirakan hal ini, segera&lt;br /&gt;bertindak seolah-olah ia kaget, dan segera menikam Ra Tanca, pembunuh&lt;br /&gt;raja sekaligus melenyapkan bukti. Segera nama Gajah Mada semakin&lt;br /&gt;menjulang ditengah duka ibukota. Dan istri Ra Tanca? Ah, janganlah berpikir&lt;br /&gt;ini cerita romantis, bahwa Gajah Madalah yang mendapatkannya, sebab bagi&lt;br /&gt;sejarah, nasib istri Ra Tanca tak penting lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan Gajah Mada pun jadi pahlawan. Bagi sebagian orang yang juga tak&lt;br /&gt;menyukai Jayanegara, tindakan Gajah mada tepat. Apalagi setelah&lt;br /&gt;Jayanegara wafat, digantikan oleh Tribuana Tungga Dewi. Wanita yang nyaris&lt;br /&gt;dijadikan istri oleh Jayanegara, walaupun ia merupakan saudara satu ayah&lt;br /&gt;lain ibu Jayanegara. Dan Tribuana sendiri hanya sebagai raja pengganti,&lt;br /&gt;menggantikan sang ibu Gayatri yang memilih menjadi Biksuni hingga Gayatri&lt;br /&gt;wafat, sehingga Hayam Wuruk menjadi raja. Tapi disini, ada yang berubah.&lt;br /&gt;Karir Gajah Mada meningkat. Setelah hanya menjadi bekel, kemudian naik&lt;br /&gt;menjadi pimpinan pasukan pelindung raja, naik menjadi patih di daerah&lt;br /&gt;Kediri(sebuah daerah protektorat), kemudian ia menjadi Mahapatih di&lt;br /&gt;Majapahit dan secara de facto yang memegang kekuasaan tertinggi,&lt;br /&gt;karena Hayam wuruk masih kecil. Dan disaat pengangkatnnya lah ia bersumpah&lt;br /&gt;yang dikenal sebagai Amukti Palapa. Dan selanjutnya, hidupnya diabadikan&lt;br /&gt;untuk mewujudkan sumpah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hayam wuruk yang masih kecil menyerahkan semua urusan negara pada&lt;br /&gt;Gajah Mada. Dan kepercayaan itu dibalas dengan sempurna. Majapahit&lt;br /&gt;segera menjadi yang terbesar. Kekuasaannya meluas, seperti yang diimpikan&lt;br /&gt;oleh Gajah Mada. Bali, Tumasik, Maluku dan Campa menjadi wilayah&lt;br /&gt;kekuasaannya. Kadang ia sendiri turun kemedan perang memimpin&lt;br /&gt;pasukannya untuk menaklukkan. Hingga ketika kekuasaan meluas melebihi&lt;br /&gt;yang pernah dikenal orang Jawa, ada satu titik yang tersisa, Sunda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Negeri ini masih merdeka dan masalah pun dimulai. Hayam wuruk yang&lt;br /&gt;beranjak dewasa, memerlukan pendamping, permaisuri yang sebanding.&lt;br /&gt;Dibutuhkan yang tercantik, cerdas dan dari kerajaan yang besar pula. Hayam&lt;br /&gt;wuruk menilai Dara petak dari Sunda, putri raja Galuh pantas menjadi&lt;br /&gt;permaisurinya. Maka segera dikirimlah lamaran. Dan tentu saja Raja Galuh&lt;br /&gt;gembira dengan lamaran ini. Hayam Wuruk adalah pria terpandang, tampan&lt;br /&gt;dan sangat pantas menjadi menantunya. Dan segera urusan ini dipercepat,&lt;br /&gt;dan berangkatlah Raja Galuh ke Majapahit, membawa rombongan kecil&lt;br /&gt;dengan putrinya dan kemudian berhenti sejenak di desa Bubat, menunggu&lt;br /&gt;jemputan dari Majapahit. Gajah Mada yang mewakili Hayam Wuruk&lt;br /&gt;menjemput pengantin. Di desa Bubat mereka bertemu, untuk membicarakan&lt;br /&gt;hal-hal yang menyangkut pernikahan. Tapi tragedi ini baru saja dimulai.&lt;br /&gt;Gajah Mada memandang, ini adalah usaha pelengkapnya untuk&lt;br /&gt;memasukkan Galuh dan seluruh Sunda yang kecil itu kedalam lingkaran&lt;br /&gt;Majapahit. Sang putri, merupakan tanda upeti bagi Majapahit, sebagai&lt;br /&gt;lambang kesetiaan dan nantinya akan dijadikan sebagai selir raja. Raja Galuh,&lt;br /&gt;Sri Baduga tak meyukai ide itu. Baginya ini adalah pernikahan pihak yang&lt;br /&gt;sederajat, sekufu, tak ada upeti dan sang putri harus menjadi permaisuri&lt;br /&gt;Raja, bukan selir yang dianggap sebagai penghinaan. Kata setuju tak dapat&lt;br /&gt;dicapai, dan amarah mulai menggelegak dan terjadilah pertempuran. Pasukan&lt;br /&gt;Galuh yang kecil itu luluh lantak ditangan pasukan Gajah Mada dan sang raja&lt;br /&gt;sendiri harus tewas. Sedang sang putri yang seharusnya akan berbahagia&lt;br /&gt;akan menjadi pengantin, akhirnya bunuh diri karena menanggung kesedihan.&lt;br /&gt;Dan Gajah Mada sendiri puas, cita-citanya tercapai, Nusantara telah bersatu&lt;br /&gt;dibawah Majapahit.&lt;br /&gt;Tapi Hayam Wuruk tak sependapat. Ia yang datang terlambat, sesuai&lt;br /&gt;tradisipengantin waktu itu,&lt;br /&gt;melihat pemandangan mengerikan. Calon istrinya&lt;br /&gt;telah meninggal. Ia marah pada Gajah Mada,&lt;br /&gt;tapi Gajah Mada adalah orang yang&lt;br /&gt;sangat berjasa bagi negara. Dan tindakannya hanya&lt;br /&gt;insting kenegaraan saja,&lt;br /&gt;dan untuk kejayaan Majapahit. Tapi disini visi&lt;br /&gt;mereka berbeda, dan tak&lt;br /&gt;mungkin 2 orang yang berbeda visi bekerjasama.&lt;br /&gt;Dan Gajah Mada sebagai orang Jawa mengerti hal itu,&lt;br /&gt;ialah yang harus mundur. Tiba-tiba ia merasa&lt;br /&gt;sudah tua, lelah sekali. Ia pergi, menanggalkan&lt;br /&gt;semua kebesarannya.&lt;br /&gt;Baginya sendiri tugasnya sudah selesai. Majapahit&lt;br /&gt;sudah sebesar yang diimpikannya.&lt;br /&gt;Ia memilih untuk menyepi, menghabiskan sisa hidupnya.&lt;br /&gt;Oleh Hayam wuruk,&lt;br /&gt;ia diberi sebuah desa kecil di dekat sungai&lt;br /&gt;Brantas yang dibebaskan dari pajak&lt;br /&gt;dan dinamakan desa Mada. Disinilah Gajah Mada menunggu takdirnya dan&lt;br /&gt;menikmati kesepiannya. Dan ia tahu raja tak pernah berminat lagi bertemu&lt;br /&gt;dengannya ketika sang raja mengelilingi Jawa dan sempat berada di dekat&lt;br /&gt;desa Mada. Tapi Hayam wuruk tak bersedia singgah untuk bertemu mantan&lt;br /&gt;Patih yang sudah tua itu. Sebuah pertanyaan tersisa, kesetiaan seperti apa&lt;br /&gt;yang penting. Pada negara atau pada raja?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-1869842509561176567?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/1869842509561176567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2010/09/maha-patih-gajah-mada.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/1869842509561176567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/1869842509561176567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2010/09/maha-patih-gajah-mada.html' title='MAHA PATIH GAJAH MADA'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TIpNpsgPTnI/AAAAAAAAAr4/Q54YFFgBXGg/s72-c/gajah_mada.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-7719677144042385144</id><published>2010-09-09T06:04:00.000-07:00</published><updated>2010-09-09T07:03:40.161-07:00</updated><title type='text'>HARI KEMAKMURAN ; Budha Cemeng</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TIjpGh7VhBI/AAAAAAAAArY/M6rhVnmZq1o/s1600/dewa+uang.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 291px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TIjpGh7VhBI/AAAAAAAAArY/M6rhVnmZq1o/s400/dewa+uang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514914042110903314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TIjoxJYSlUI/AAAAAAAAArQ/K5d6T9cBvzk/s1600/1_set_rambut_sedana-100x27-uang_kepeng.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TIjoxJYSlUI/AAAAAAAAArQ/K5d6T9cBvzk/s400/1_set_rambut_sedana-100x27-uang_kepeng.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514913674744206658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PEMBAHARUAN INSTALASI SPIRIT RSI MARKANDEYA ( ABAD I )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata instalasi spiritual yang terbangun di kawasan suci Besakih tidak sekedar tempat suci biasa bagi masyarakat hindu, dimana dominan untuk melakukan persembahyangan dan tirtayatra, bahkan menjadi tempat wisata yang menakjubkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat sulit memang menemukan intisari kandungan inti relegius dari kawasan pura yang telah terbangun sampai saat ini, mungkin ada ratusan pelinggih yang terdiri dari Pura Inti Besukihan, Pusering Jagat, Penataran Tri Purusa,Catur Lawa, Pedarman dharma kawitan,serta masih banyak lagi pura yang belum disebutkan.&lt;br /&gt;Menemukan Inti Spirit tersebut memerlukan sebuah kesiapan wawasan pikiran dimana pura ini dibangun karena maksud tertentu oleh para pendiri saat itu, tidak memaksakan diri untuk menganalisa ulang dengan pemikiran yang baru, apalagi hanya sekedar ikut -ikutan sebagai pewaris istilah ' mule keto '. Untuk itu perlu disadari bahwa para pendiri jaman itu hanya memikirkan bagaimana mewarisi sebuah idealisme dengan perkembangan waktu dan jaman yang berubah -ubah seperti jaman ini yaitu hanya bisa melakukan persembahyangan saja tanpa harus mengerti apa maksud dan pengetahuan apa yang terkandung didalam pura tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami dari Sanggar Padepokan Rasmi Sancaya mencoba  memaksakan diri untuk mengerti dan membuka diri melihat inti dari spirit yang ada di masing - masing pura tersebut, sebagai langkah kami pada saat Buda Cemeng ( Wage Klawu )yaitu menelusuri instalasi spirit Ida Dukuh Sakti yang di kawasan Pura Besakih yaitu berawal dari :&lt;br /&gt;Pura Bangun Sakti sebagai fundamen awal sebuah peradaban ( sosial, ekonomi, politik, budaya dan spiritualitas ), pada Buda Cemeng ini kami terfokus pada sebuah langkah awal penuntunan kekuatan Sri Sedana sebagai dasar agem - ageman kami sebagai fasilitas kehidupan yang yang tidak bisa epas dari dunia material ( berekonomi ), selanjutnya kami menguatkan energi di Pura Goa Raja terus mencatatkan diri di Pura Sri Sedana agar lebih bersemangat dengan spirit Ida Betara Sri Sedhana.&lt;br /&gt;Selanjutnya kami membuat signal spirit kewirausahaan di Pura Manik Subandar yang kami tancapkan di Padepokan yang bertujuan spirit itu selalu terhubung dari padepokan dengan Betara Manik Subandar yang ada diseluruh semesta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir kami berjanji dan berikrar di Pura Pemuput sebagai mahkota kehidupan, yaitu harta benda yang kami peroleh digunakan untuk memelihara alam sebagai rumah manusia beserta seluruh kehidupannya bersama Tumbuhan dan Hewan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang kami menelusuri dan persembahyangan itu diguyur hujan lebat, tetapi diakhir persembahyangan kami di Pura Pemuput hujan seketika hilang sampai kami kembali ke padepokan ( rahasya Sri Sedana ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah cara kami melakukan penjelajahan siritual di hari Kemakmuran Budha Cemeng tahun ini, semga tak terhalangi serta anugerah yang berlimpah pada Padepokan Kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suksma dan Rahayu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-7719677144042385144?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/7719677144042385144/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2010/09/hari-kemakmuran-budha-cemeng.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/7719677144042385144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/7719677144042385144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2010/09/hari-kemakmuran-budha-cemeng.html' title='HARI KEMAKMURAN ; Budha Cemeng'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TIjpGh7VhBI/AAAAAAAAArY/M6rhVnmZq1o/s72-c/dewa+uang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-7748734676849793583</id><published>2010-09-07T07:52:00.000-07:00</published><updated>2010-09-07T08:15:58.483-07:00</updated><title type='text'>TANAM PANCAR , KEBAT LAWANG TOPENG SAAT TUMPEK WAYANG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TIZWKv0XkGI/AAAAAAAAAqQ/1bpxS14IuC8/s1600/topeng+tua.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 275px; height: 183px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TIZWKv0XkGI/AAAAAAAAAqQ/1bpxS14IuC8/s400/topeng+tua.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514189536396546146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TIZWKW52TWI/AAAAAAAAAqI/0WSVxrJ-eOI/s1600/leak.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 217px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TIZWKW52TWI/AAAAAAAAAqI/0WSVxrJ-eOI/s400/leak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514189529708645730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sanggar Padepokan RasmiSancaya mencoba menanam pancar ulang serta ngebat lawang kembali warisan petopengan yang telah satu generasi hilang, namun atas asung waranugraha yang maha Taksu Semara Ratih kembali akan dikibarkan diawali pada saat Tumpek Wayang September Tahun 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya warisan dua (2 ) katung peragkat topeng dan perlengkapannya telah diambil alih oleh desa sebagai penerusnya, namun generasi penari topeng ( Sekehe Topeng Desa Adat Tohpati ) telah lama membaur atau tak kelihatan mahkotanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASAL USUL SENI TARI TOPENG.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Drama tari topeng adalah merupakan seni tari warisan budaya masyarakat Hindu &lt;br /&gt;yang ada di Bali, yang terus berjalan dan berkembang, berubah sejalan dengan &lt;br /&gt;perubahan nilai nilai artistik, sosial, dan kultural dari masyarakat Bali. &lt;br /&gt;Kemampuannya beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi dalam &lt;br /&gt;lingkungan masyarakat pendukungnya telah membuat drama tari topeng ini hingga &lt;br /&gt;kini mendapat tempat yang cukup istimewa dihati masyarakat, khususnya Hindu &lt;br /&gt;yang ada di Bali maupun orang bali yang ada diluar bali.&lt;br /&gt;Kedepan masyarakat perlu tetap terbuka namun selektip dalam menerima berbagi &lt;br /&gt;inovasi yang dilakukan oleh para seniman topeng dalam meresponse berbagai &lt;br /&gt;perubahan yang terjadi disekitarnya. Hanya dengan sikap seperti ini, kita akan &lt;br /&gt;memberikan kondisi yang kondusif bagi seni pertopengan kita agar tetap hidup &lt;br /&gt;dan berfungsi dalam berbagai aspek kehidupan spiritual, Social, dan cultural &lt;br /&gt;dari masyarakat kita.&lt;br /&gt;Semoga warisan budaya adi luhung ini akan tetap hidup bagaikan sekuntum bungan &lt;br /&gt;yang senantiasa menebar bau haarum semerbak dalam kehidupan seni dan budaya &lt;br /&gt;bali sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-7748734676849793583?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/7748734676849793583/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2010/09/tumpek-wayang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/7748734676849793583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/7748734676849793583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2010/09/tumpek-wayang.html' title='TANAM PANCAR , KEBAT LAWANG TOPENG SAAT TUMPEK WAYANG'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TIZWKv0XkGI/AAAAAAAAAqQ/1bpxS14IuC8/s72-c/topeng+tua.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-1834253551297620086</id><published>2010-08-29T06:36:00.000-07:00</published><updated>2010-08-29T07:16:20.546-07:00</updated><title type='text'>TRI LUHUR , Dharma Suci Roh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/THpk8eCVHnI/AAAAAAAAAp4/ggGmqp7PCK8/s1600/duduk3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 357px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/THpk8eCVHnI/AAAAAAAAAp4/ggGmqp7PCK8/s400/duduk3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510828084058988146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aliran Kebatinan Perjalanan Tri Luhur&lt;br /&gt;Organisasi Perjalanan Tri Luhur didirikan oleh seorang sesepuh bernama Toeloes Partosoewirjo pada hari Senin wage (malam Selasa Kliwon), tanggal 1 Oktober 1956 di Balai Desa Kober Purwokerto. Perjalanan Tri Luhur dari kata Perjalanan yaitu gerak perbuatan atau laku manusia. Tri artinya badan Jasmani, gerak rasa sejati dan guru sejati, luhur adalah sifat ketiga perjalanan. Maksud dibentuknya wadah tersebut untuk menampung semua kegiatan yang tujuannya untuk kesempurnaan kehiduan manusia lahir dan batin.&lt;br /&gt;Toeloes Partosoewirjo dilahirkan di desa Cangkerep Lor Purworejo, Jawa Tengah, pada tanggal 30 April 1924. Pada usia 12 tahun ia telah mendengar dan tertarik hal-hal yang berkaitan dengan Ketuhanan. Kemudian muncul gagasan bagaimana caranya untuk mendekatkan diri pribadinya dengan Tuhan. Atas dorongan itu maka timbullah tekad untuk mengetahui persoalan-persoalan Ketuhanan dan menumbuhkan keyakinan bahwa Tuhan mempunyai kuasa menciptakan alam semesta beserta isinya. Akhirnya pada malam Jumat Kliwon tanggal 23 Mei 1954 pada jam 01.00 sewaktu Beliau sedang duduk menghadap ke utara mohon kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa dengan sikap tenang, pasrah secara totalitas dan berkeyakinan yang mantap bahwa Tuhan itu Maha Pemurah dan Maha pengasih, beliau menerima wangsit dari Tuhan. Salah satu ajaran organisasi Perjalanan Tri Luhur, yaitu wewarah “janji 7” yang berupa perjanjian 7 pasal yang merupakan perjanjian manusia pada dirinya sendiri dengan disaksikan Tuhan Yang Mahakuasa dan Mahasuci. Hal ini merupakan tata moral dan pedoman laku lampah bagi setiap warga perjalanan Tri Luhur dalam menghayati Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;Menurut ajaran Perjalanan Tri Luhur, Tuhan mempunyai kekuasaan untuk menciptakan dunia semesta beserta segala isinya, disamping itu Tuhan juga merupakan sumber hidup dari segala kehidupan yang secara terus menerus akan memelihara dan melestarikan dunia semesta ini. Dengan demikian, manusia wajib menyembah dan memohon kepada Nya. Ajaran tentang manusia dari organisasi Perjalanan Tri Luhur meliputi asal usul manusia, struktur manusia dan kehidupan setelah kematian.&lt;br /&gt;Kegiatan Perjalanan Tri Luhur dalam melaksanakan kegiatan ritual,manembah kepada Tuhan meliputi :&lt;br /&gt;1. Sesuci, yaitu membersihkan diri dari perbuatan yang sifatnya kotor, tercela dan dosa, kemudian mengenakan pakaian yang bersih dan sopan.&lt;br /&gt;2. Pembukaan, yaitu duduk sinuku tunggal/menghadap ke utara pada lantai yang bersih atau beralas tikar. Menghadap ke utara terkandung maksud bahwa utara adalah atas, hal ini karena Tuhan adalah di atas segala-galanya.&lt;br /&gt;3. Pengalaman Pribadi, pada intinya adalah melaksanakan Tri Dharma, yaitu :&lt;br /&gt;a. Dharma Bhakti, tugas dan kewajiban manusia untuk melaksanakan bakti sosial dalam masyarakat;&lt;br /&gt;b. Dharma Suci,tugas dan kewajiban terhadap sesama manusia yang bersifat mental spiritual&lt;br /&gt;c. Dharma Suci, tugas dan kewajiban manusia (warga Perjalanan Tri Luhur) sebagai manusia ber Kertuhanan untuk mengamalkan tugas-tugas kesucian dalammelaksanakan perintah dan kehendak Tuhan yang Mahakuasa dan Yang Mahasuci.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-1834253551297620086?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/1834253551297620086/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2010/08/tri-luhur-dharma-suci-jawa-dan-bali.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/1834253551297620086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/1834253551297620086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2010/08/tri-luhur-dharma-suci-jawa-dan-bali.html' title='TRI LUHUR , Dharma Suci Roh'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/THpk8eCVHnI/AAAAAAAAAp4/ggGmqp7PCK8/s72-c/duduk3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-7243226479370356559</id><published>2010-04-11T02:30:00.000-07:00</published><updated>2010-04-11T02:43:15.053-07:00</updated><title type='text'>RASMISANCAYA  UNTUK IDA BATARA DALEM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/S8GZJp1o76I/AAAAAAAAAns/KPGA56NcVdA/s1600/mapang.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/S8GZJp1o76I/AAAAAAAAAns/KPGA56NcVdA/s400/mapang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458812614478458786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/S8GZJWj1TiI/AAAAAAAAAnk/5GFKtUeKh6w/s1600/penguruk.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/S8GZJWj1TiI/AAAAAAAAAnk/5GFKtUeKh6w/s400/penguruk.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458812609303498274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/S8GZJA_gI-I/AAAAAAAAAnc/IMr4mr3ZrEI/s1600/janger.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/S8GZJA_gI-I/AAAAAAAAAnc/IMr4mr3ZrEI/s400/janger.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458812603513971682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/S8GZIxtn7YI/AAAAAAAAAnU/P60R9nYNf6s/s1600/beri+hadiah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/S8GZIxtn7YI/AAAAAAAAAnU/P60R9nYNf6s/s400/beri+hadiah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458812599412452738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/S8GZIVdkmDI/AAAAAAAAAnM/4qHznkGVmKc/s1600/seke+tabuh+janger.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/S8GZIVdkmDI/AAAAAAAAAnM/4qHznkGVmKc/s400/seke+tabuh+janger.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458812591828932658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami dari Padepokan Sanggar Seni Budaya dan Sastra Rasmisancaya akan melakukan gelar ritual pada piodalan Ida Batara Dalem Desa Pekeraman Tohpati Bebandem Karangasem.&lt;br /&gt;Mudah - mudahan ada karunia dan berkat sehingga kami dapat menyelenggarakan dengan sempurna .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memulai dengan nunas tirta di taksu - taksu niskala :&lt;br /&gt;1. Pura Penataran Gunung Anyar&lt;br /&gt;2. Pura Telaga Liligundi&lt;br /&gt;3. Pura Jati Komala&lt;br /&gt;4. Pura Pucak Pakis Kandel&lt;br /&gt;5. Pura Pesucian Bingin&lt;br /&gt;6. Pure Sang Sega Pemajangan&lt;br /&gt;7. Pura kayoan Atma Ujungseri&lt;br /&gt;8. Pura Batur Ujungseri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-7243226479370356559?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/7243226479370356559/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2010/04/rasmisancaya-untuk-ida-batara-dalem.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/7243226479370356559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/7243226479370356559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2010/04/rasmisancaya-untuk-ida-batara-dalem.html' title='RASMISANCAYA  UNTUK IDA BATARA DALEM'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/S8GZJp1o76I/AAAAAAAAAns/KPGA56NcVdA/s72-c/mapang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-3349348094920252462</id><published>2010-04-11T02:06:00.000-07:00</published><updated>2010-04-11T02:19:31.985-07:00</updated><title type='text'>PERGELARAN DRAMA CALONARANG CIWA BUDHA KALPA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/S8GUA5tqNxI/AAAAAAAAAms/9xSdgYFxQDk/s1600/ratuLeak01.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 232px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/S8GUA5tqNxI/AAAAAAAAAms/9xSdgYFxQDk/s400/ratuLeak01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458806966562993938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;CALONARANG &gt;&gt;&gt;DIMENSI UMUM &lt;br /&gt;Dramatari ritual magis yang melakonkan kisah-kisah yang berkaitan dengan ilmu sihir, ilmu hitam maupun ilmu putih, dikenal dengan Pangiwa / Pangleyakan dan Panengen. Lakon-lakon yang ditampilkan pada umumnya berakar dari cerita Calonarang, sebuah cerita semi sejarah dari zaman pemerintahan raja Airlangga di Kahuripan (Jawa timur) pada abad ke IX. Cerita lain yang juga sering ditampilkan dalam drama tari ini adalah cerita Basur, sebuah cerita rakyat yang amat populer dikalangan masyarakat Bali. Karena pada beberapa bagian dari pertunjukannya menampilkan adegan adu kekuatan dan kekebalan (memperagakan adegan kematian bangke-bangkean, menusuk rangda dengan senjata tajam secara bebas) maka Calonarang sering dianggap sebagai pertunjukan adu kekebalan (batin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CALONARANG &gt;&gt;&gt; DIMENSI PERGELARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perang besar ini Raja Airlangga mengikutkan Pasukan Khusus Balayuda Kediri dalam menghadapi Calonarang dan pasukan leaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Pasukan Balayuda Kediri yang terpilih sebanyak dua ratus orang yang dipimpin oleh Ki Kebo Wirang dan Ki Lembu Tal. Semua pasukan ini akan mengawal dan membantu Empu Bharadah dalam menumpas kejahatan yang dilakukan oleh Calonarang dan antek-anteknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu perlengkapan segera dipersiapkan seperti senjata tajam berupa tombak, keris, klewang, dan lain-lain. Demikian pula dengan berbagai sarana pelindung badan yang gaib sebagai sarana penolak atau penempur leak, sarana kekebalan, semuanya diturunkan dari tempatnya yang pingit atau tempat rahasia. Yang tidak kalah pentingnya adalah persiapan mengenai perbekalan makanan dan minuman yang diperlukan selama penyerangan.&lt;br /&gt;http://gemistri.com/misteri/images/stories/misteri/rangda,%20ratu%20para%20leak.jpg&lt;br /&gt;Ketika semua persiapan dianggap rampung, maka mereka pun istrirahat agar tenaga cukup kuat untuk penyerangan besok. Keesokan harinya perjalanan penyerangan dilakukan, pasukan khusus atau pasukan pilihan dari Kediri yang disebut dengan Pasukan Balayuda dalam penyerangan tersebut mengawal Empu Bharadah. Sedangkan di depan sebagai pemimpin pasukan dipercayakan kepada Ki Kebo Wirang didampingi Ki Lembu Tal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak diceritakan perjalanan mereka, akhirnya rombongan Empu Bharadah dan pasukan Kediri sampai di pesisir selatan Desa Lembah Wilis. Di sana rombongan tersebut berhenti sejenak untuk beristirahat dalam persiapan untuk menuju ke Desa Dirah. Semua pasukan kemudian menuju Setra Ganda Mayu yang berada di Wilayah Desa Girah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan kemudian Ibu Calonarang dirumahnya diiringi oleh para sisyanya semua melakukan penyucian diri dan mengayat atau memuja kehadapan Ida Betari mohon anugrah kesaktian. Mereka memusatkan pikiran dan memanunggalkan bayu atau tenaga, sabda atau suara, dan idep atau pikiran, memuja Ida Betari bersarana sekar manca warna atau bunga warna-warni, dengan disertai asep menyan majegau atau wangi-wangian yang dibakar yang asapnya membubung ke angkasa, seolah-olah menyampaikan niat Ibu Calonarang kehadapan Ida Betari.&lt;br /&gt;http://www.parissweethome.com/bali/images/ratuLeak01.jpg&lt;br /&gt;Semua pekakas dan sarana pengleakan diturunkan dari tempatnya yang pingit atau tempat rahasia, dan masing-masing menggunakannya. Di hadapan mereka juga digelar tetandingan jangkep atau sarana sesajen lengkap sesuai dengan keperluan. Calonarang kemudian mulai memejamkan mata dan memusatkan pikiran. Ia tampak berkomat-kamit mengucapkan mantra sakti memohon anugrah kesaktian dan kesidian kehadapan Hyang Maha Wisesa, dengan harapan Empu Bharadah dan Balayuda Kediri dapat dikalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat melakukan konsentrasi, maka sampailah pada puncaknya. Raja pengiwa pun telah dibangkitkan dan merasuk ke dalam sukma. Kedigjayaan atau kewisesan telah turun dan masuk ke dalam jiwa raga. Calonarang kemudian bangkit dan berkata kepada semua sisyanya “para sisyaku semuanya, permohonan kita kehadapan Hyang Betari telah terkabulkan dan telah mencapai puncaknya. Kesaktian telah kita bangkitkan semuanya, dan telah merasuk ke dalam jiwa dan raga. Kini saatnya kita bertarung menghadapi Empu Bharadah dan Balayuda Kediri. Kita akan pertahankan harga diri kita. Mampuskan semua orang-orang Kediri yang datang ke sini menyerang. Demikian perintah Calonarang kepada seluruh sisyanya. Suaranya ketika itu telah berubah menjadi besar dan menggema, dan bukan merupakan suaranya yang biasa. Kemudian Calonarangpun tertawa ngakak, dan terdengar menakutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua sisya Calonarang telah nyuti rupa atau berubah wujud dan siap menyerang. Ada wujud bojog atau monyet yang siap menggigit, ada kambing siap nyenggot atau menanduk, ada sapi dan kuda yang siap ngajet atau menendang, ada kain kasa atau kain putih panjang yang siap menggulung dan membakar, ada bade atau menara pengusungan mayat yang siap membakar, ada babi bertaring panjang yang siap ngelumbih atau membanting dengan kepala, ada awak belig atau badan licin yang mukanya seperti umah tabuan atau sarang tawon. Ada pula api bergulung-gulung yang siap membakar siapa saja yang menghadang. Semua pasukan leak kemudian keluar dari rumah Calonarang dalam rupa bola api beterbangan, kemudian menuju ke Setra Ganda Mayu tempat perjanjian pertempuran dengan Empu Bharadah dan pasukan Balayuda Kediri.&lt;br /&gt;http://www.strangerinparadise.com/2000/0005/Ogoh-ogoh.jpg&lt;br /&gt;Melihat pasukan leak dengan beraneka rupa datang, pasukan Kediri menjadi kaget dan was-was dan ada yang ketakutan. Semuanya bersiap-siap dan merapatkan diri. Demikian pula dengan Ki Kebo Wirang dan Ki Lembu Tal, mereka berdua sangat waspada serta selalu berada di dekat Empu Bharadah untuk mengawalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empu Bharadah tidak sedikitpun gentar melihat kawanan leak tersebut, bahkan semangat untuk bertempur semakin membara. Sambil juga Empu Bharadah mengucap mantra sakti Pasupati. Dilengkapi pula dengan sarana sesikepan, sesabukan, rerajahan kain, dan pripian tembaga wasa atau lempengan tembaga. Sangat ampuh mantra sakti Pasupati tersebut. Empu Bharadah membawa pusaka sakti berupa sebuah keris yang bernama Kris Jaga Satru.&lt;br /&gt;dan ilmu leak itu pun ada tingkatannya gan:&lt;br /&gt;1. Ilmu Leak Tingkat Bawah yaitu orang yang bisa ngeleak tersebut bisa merubah wujudnya menjadi binatang seperti monyet, anjing, ayam putih, kambing, babi betina (bangkung) dan lain – lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ilmu Leak Tingkat Menengah yaitu orang yang bisa ngeleak pada tingkat ini sudah bisa merubah wujudnya menjadi Burung Garuda bisa terbang tinggi, paruh dan cakarnya berbisa, matanya bisa keluar api, juga bisa berubah wujud menjadi Jaka Tungul atau pohon enau tanpa daun yang batangnya bisa mengeluarkan api dan bau busuk yang beracun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ilmu Leak Tingkat Tinggi yaitu orang yang bisa ngeleak tingkat ini sudah bisa merubah wujudnya menjadi Bade yaitu berupa menara pengusungan jenasah bertingkat dua puluh satu atau tumpang selikur dalam bahasa Bali dan seluruh tubuh menara tersebut berisi api yang menjalar – jalar sehingga apa saja yang kena sasarannya bisa hangus menjadi abu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-3349348094920252462?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/3349348094920252462/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2010/04/pergelaran-drama-calonarang-ciwa-budha.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/3349348094920252462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/3349348094920252462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2010/04/pergelaran-drama-calonarang-ciwa-budha.html' title='PERGELARAN DRAMA CALONARANG CIWA BUDHA KALPA'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/S8GUA5tqNxI/AAAAAAAAAms/9xSdgYFxQDk/s72-c/ratuLeak01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-5291883519611551997</id><published>2009-10-01T23:40:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T00:32:14.688-07:00</updated><title type='text'>VIHARA BLAHBATUH STANA BUDHA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SsWsE4ivTvI/AAAAAAAAAls/E7XNMyUxki4/s1600-h/agni+hotra.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 215px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SsWsE4ivTvI/AAAAAAAAAls/E7XNMyUxki4/s400/agni+hotra.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387901729116212978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SsWqCatTcCI/AAAAAAAAAlk/hprmFdE8iao/s1600-h/img_theravada.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 307px; height: 241px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SsWqCatTcCI/AAAAAAAAAlk/hprmFdE8iao/s400/img_theravada.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387899487724466210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Harumnya bunga tak dapat melawan arah angin&lt;br /&gt;Begitu pula harumnya kayu cendana&lt;br /&gt;Tetapi harumnya kebajikan dapat melawan arah angin&lt;br /&gt;Harumnya nama orang baik dapat menyebar ke segenap penjuru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vihara adalah tempat ibadah yang harus dipelihara keagungannya, oleh karena itu umat Buddha melepas sendal atau sepatu bila akan memasuki ruang vihara khususnya di ruang tempat patung Sang Buddha ditempatkan untuk dipuja dan tempat pembabaran Dhamma (Dhammasala) sebagai tanda penghormatan akan keagungan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mengikuti kebaktian di vihara untuk kebaikan kita sendiri karena dengan demikian kita dapat membaca paritta, berdana, melaksanakan sila, mendengarkan pembabaran Dhamma yang kesemuanya merupakan perbuatan baik dan mendorong kita untuk menjadi orang baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di altar terdapat beberapa macam barang yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Patung Sang Buddha untuk mengingatkan umat Buddha akan Guru Agung mereka&lt;br /&gt;    * Lilin sebagai lambang penerangan yang diajarkan oleh Sang Buddha&lt;br /&gt;    * Dupa sebagai pengharum ruangan yang melambangkan keharuman nama seseorang &lt;br /&gt;      agung yang memancar ke seluruh penjuru&lt;br /&gt;    * Bunga yang indah sebagai penghormatan yang tulus kepada Sang Buddha dan &lt;br /&gt;      melambangkan bahwa segala sesuatu akan berubah sebagaimana bunga yang indah &lt;br /&gt;      itupun pada suatu saat akan layu&lt;br /&gt;    * Air sebagai lambang kesucian yang membersihkan noda-noda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami dari Asram Bundaram mengikuti kegiatan Agni Hotra di Vihara Blahbatuh ini atas prakarsa Pendeta Eka dan Bunda R.A.M .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga apa yang dikehendaki mendapatkan restu dari Sang Budha&lt;br /&gt;Om Namo Budaya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-5291883519611551997?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/5291883519611551997/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/10/vihara-blahbatuh-stana-budha.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/5291883519611551997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/5291883519611551997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/10/vihara-blahbatuh-stana-budha.html' title='VIHARA BLAHBATUH STANA BUDHA'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SsWsE4ivTvI/AAAAAAAAAls/E7XNMyUxki4/s72-c/agni+hotra.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-1296975517716661446</id><published>2009-09-29T23:52:00.000-07:00</published><updated>2009-09-30T00:11:22.576-07:00</updated><title type='text'>PERJALANAN SPIRITUAL NUSANTARA  SUJUD BHAKTI DI PULAU MENJANGAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SsMEU2L0ZlI/AAAAAAAAAk8/zBdR_bUcV7k/s1600-h/patih-gajah-mada.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 271px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SsMEU2L0ZlI/AAAAAAAAAk8/zBdR_bUcV7k/s400/patih-gajah-mada.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387154335454226002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SsMDLCGo3SI/AAAAAAAAAk0/q69twiSptjI/s1600-h/vishnu-and-ananta.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SsMDLCGo3SI/AAAAAAAAAk0/q69twiSptjI/s320/vishnu-and-ananta.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387153067343404322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Om, awignam astu ya nama sidham, rahayu rahayu, rahayu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sekian lama Aku tunggu ; ...... Sinar suci dan cahaya Bathara Wisnu telah mengantarkan kami ke tanah ini !&lt;br /&gt;” Jangan sombong, angkuh dan berusalaha rendah diri!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erbagai diskusi tentang tanah nusantara telah kita dapat ikuti bersama, berbagai indikator nusantara juga telah kita lihat bahkan senjata dan panji – panji nusantara telah dikumpulkan, namun sampai saat ini tidak kunjung tiba arah dan kepastiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAJAH MADA... orang hanya bisa menyebut nama dan mencari kesalahannya, kelemahannya bahkan memunafikinya.&lt;br /&gt;Keinginan hati seorang pemikir dan Maha Patih Gajah Mada dengan Sumpah Amukti Palapa memang terdengar cukup mencenganngkan, apalagi keturunan ksatria yang pernah diperintah untuk menundukkan wilayah tertentu sudah pasti dapat meraskan betapa agung dan wibawanya seorang Maha Patih.&lt;br /&gt;Namun tak ada seorangpun yang tahu siapa dan darimana beliau dan asal usulnya. Sejarah demu sejarah telah dilalui sampai saat ini, tak satupun penulis mampu menuliskan asal usul Maha Patih Gajah Mada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberanian kami melakukan perjalanan dan mencoba menguak tabir Maha Patih Gajah Mada merupakan sebuah untaian perjalanan spiritual nusantara saja, karena keberadaan Majapahit sendiri merupakan kelanjutan dari perjalanan sejarah Padjajaran yang sedang kami turuti.&lt;br /&gt;Kemahakuasaan Bathara Wisnu sendiri didalam melahirkan taksu awatara pada jaman dan sejarah tertentu juga sangat pingit dan penuh rahasya, apalagi yang hanya belajar agama sebatas teologi saja, tak akan tersentuh pada penggalian spiritual kesejarahan ( purana ).&lt;br /&gt;Sejarah Bathara Wisnu sebagai leluhur umat manusia yang ke 5 ( limat ) setelah Bathara Cikal, Sanghyang Wenang, Batara Ciwa dan Bathara Brahma maka sebagai leluhur sangat wajarlah beliau mengeluarkan taksu baru ( awatara ) pada jaman Majapahit dengan melahirkan Seorang Ksatria Gajah Mada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IDA BATHARA WISNU&lt;br /&gt;” tidak ada yang sadar diri akan kesalahannya, setelah memperoleh anugerah yang berlimpah tidak ingat pada sesama dan saling membantu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah membuktikan tak pernah sekalipun Majapahit ingin menyerang Padjajaran, kerena memang Padjajaran adalah leluhur Gajah Mada, sangat mustahil dan tidak terhormatlah beliau kalau menyerang Padjajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya Kerajaan Majapahit runtuh terkoyak oleh ulahnya sendiri, maka keberadaan dan kejayaan Gajah Mada pun ikut lenyap ditelan bumi / kembali kepangkuan Pertiwi dan kembali ke Angga Wisnu yang akhirnya  menjadi Sanghyang Wisnu Murti yang bertugas melenyapkan manusia yang momo angkara serta mengumpulkan kekayaan yang berlebihan tanpa merasakan penderitaan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijaman Kaliyuga dan tak beraturan ini melalui seorang penekun dan penggali spiritual di Singaraja yaitu Ratu Prabhu dan Ibu Ratu sesuai dengan petunjuk dan wangsit yang diperoleh  melakukan penjemputan kembali Arca serta aksu Gajah Mada kembali ke Tanah yang penuh kesucian dan Para Dewata tepatnya di Pulau Menjangan ( Singaraja Barat ) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pulau di ujung kepala burung pulau bali inilah di prabukan arca serta pralingga Ida Bathara Dalem Lingsir Gajah Mada,&lt;br /&gt;Disinipula distanakan beberapa yang berhubungan dengan beliau seperti :&lt;br /&gt;1. Pura Taman Klenting Sari&lt;br /&gt;2. Pesraman Agung Brahma Ireng Ratu Agung Patih Kebo Iwa&lt;br /&gt;3. Linggih Dewi Kwam Im&lt;br /&gt;4. Linggih Betara Dalem Lingsir Gajah Mada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WEJANGAN BETARA DALEM LINGSIR GAJAH MADA ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Jangan takut menginjakkan kaki, sekalipun itu berduri . . . berani dengan langkah yang salah sekalipun, karena kebenaran itu walaupun berdarah sekalipun harus dijalani . . . kebencian para penghianat akan membuat cahaya terang yang cerah kepadaku.&lt;br /&gt;” Kesalahan tinggal kesalahan . . . karena Aku menoreh kesalahan, &lt;br /&gt;Putra Padjajaran belum saatnya meneteskan darah, , , Berjalanlah diatas keangkuhan, karena para Radja saat ini mampu memerdekakan, tetapi tidak mampu membuat kemakmuran malahan membuat penderitaan. . .&lt;br /&gt;Merdeka tinggal merdeka. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Mintalah maaf jika kau menginjakkan kaki di bumi yang kau pinjam ini . . bersujudlah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tunjukkanlah kebenaran! Hanya penghianat yang akan meneteskan darahnya di bumi pertiwi ini .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAJAH MADA SAAT INI&lt;br /&gt;Gajah identik dengan besar ; tidak bisa berbuat sesuatu’&lt;br /&gt;Yang tersisa hanyalah gading sebagai pancaran kebenaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madha adalah kekuatan dari sinar ( aku ) kekuatan ga’ib dari cahaya&lt;br /&gt;Siapapun yang kotor tidak akan mampu dan bisa berdiri dihadapan Gajah Mada. . . janganlah belajar dari sejarah yang salah karena leluhur akan mencabut janjinyadan menghentikannya  untuk mendamaikan bumi ini. . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gajah Mada mengelilingi dunianya . . .&lt;br /&gt;Gajah Mada tidak jauh dari idealisme dan penggali persatuan nusantara ’ ’ ’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shanti, Maha Patih untuk Nusantara&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-1296975517716661446?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/1296975517716661446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/09/perjalanan-spiritual-nusantara-sujud.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/1296975517716661446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/1296975517716661446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/09/perjalanan-spiritual-nusantara-sujud.html' title='PERJALANAN SPIRITUAL NUSANTARA  SUJUD BHAKTI DI PULAU MENJANGAN'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SsMEU2L0ZlI/AAAAAAAAAk8/zBdR_bUcV7k/s72-c/patih-gajah-mada.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-5372767294181679677</id><published>2009-09-29T18:09:00.000-07:00</published><updated>2009-09-30T00:23:29.475-07:00</updated><title type='text'>PETI TENGET  PROPERTY - ROYALTY - PROSPIORITY</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SsMHQTnZCFI/AAAAAAAAAlM/UH_cpxKsjRc/s1600-h/PetiTengetPasirPutih.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SsMHQTnZCFI/AAAAAAAAAlM/UH_cpxKsjRc/s400/PetiTengetPasirPutih.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387157555990038610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SsMGID-QfaI/AAAAAAAAAlE/4qe1IzPRGuE/s1600-h/petitenget.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 143px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SsMGID-QfaI/AAAAAAAAAlE/4qe1IzPRGuE/s400/petitenget.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387156314840399266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PETI TENGET adalah sebuah kawan pantai laut barat Pulau Bali, dengan Kerobokan menjadi wilayah penggenggamnya, Kerobokan dengan monumen pertama kali leluhur menginjakkan kaki di Pulau Bali dengan mengobok pantai laut barat Bali, kemudian melanjutkan perjalanan ke arah timur. Perjalanan spiritual leluhur ini dalam rangka penggalian dan penyempurnaan konsep spiritual dan ritual yang tersisih ditanah Jawa, Kenapa Bali dipilih karena Bali pada saat itu memang sangat memungkinkan karena area yang berbukit tebing dan hamparan pantai sangat cocok untuk melakukan penggalian spiritual ( segara giri manunggal ); *baca catatan kecil kaki pulau bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOnsep spiritual sangat terbalik dengan konsep materialisme, maka segala bentuk material yang terselamatkan dari pulau jawa dititip rapi ditempat ini secara niskala, agar kapan diperlukan dapat diambil sewaktu - waktu juga dengan cara niskala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai cobaan dan rintangan memagari property, royalty dan prospiority leluhur yang tersimpan, untuk itu tempat ini sangat pingit dan magis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tempat suci yang melengkapi Pura Peti Tenget ini adalah :&lt;br /&gt;1. Pura Ayu Masceti&lt;br /&gt;2. Pura Ratu Gede Sedahan Agung&lt;br /&gt;3. Pura Ratu Gede Dalem Ped ( pesimpangan )&lt;br /&gt;4. Pura Induk Peti Tenget ( Genah Naga Gombang, Naga Sari, Ulun Danu dsb)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-5372767294181679677?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/5372767294181679677/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/09/peti-tenget-property-royalty.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/5372767294181679677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/5372767294181679677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/09/peti-tenget-property-royalty.html' title='PETI TENGET  PROPERTY - ROYALTY - PROSPIORITY'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SsMHQTnZCFI/AAAAAAAAAlM/UH_cpxKsjRc/s72-c/PetiTengetPasirPutih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-5006913097289597572</id><published>2009-09-23T17:34:00.000-07:00</published><updated>2009-09-30T00:52:58.192-07:00</updated><title type='text'>PERJALANAN SPIRITUAL PENYAMBUTAN KEMBALINYA MAJELIS PARA DEWA KE PARAHYANGAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SsMN7c9RUJI/AAAAAAAAAlU/vxwJeKe_4Lc/s1600-h/p1010233.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SsMN7c9RUJI/AAAAAAAAAlU/vxwJeKe_4Lc/s400/p1010233.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387164894301868178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PULAU LOMBOK ; LINGGIH MAJELIS BATHARA LINGSIR GUNUNG AGUNG DENGAN BETHARA LINGSIR NYOMAN RINJANI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari kaki Gunung Lempuyang ( Linggih Bathara Hyang Gni Jaya ) kami dari Asrham Bunda Ram serta personil dari media dan para sisya Padepokan Rasmi sancaya menuju Pulau Lombok melalui penyeberangan Padang Bai Lembar, pada pukul 16.00. sampai di Lembar pukul 20.30.&lt;br /&gt;Tiba di Kota Mataram kami disambut dengan pengelukatan gumi ( hujan ), astungkara betara lingsir Gunung Rinjani atas limpahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 05.00 kembali bergegas akan melakukan persembahyangan bersama, ketika itu kita rasakan lintasa gema alam sebagai ciri Betara kembali ke parahyangan, dengan guncangan ekor naga kendaraan Betara ( gempa 5.4 s.rht ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan sebelum menuju linggih Betara Lingsir Gunung Agung di Gunung Sari yaitu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permohonan ijin awal di Pura Jagatnatha Mayure,disini ijin yang diberikan dengan isyarat yang sama yaitu kibasan ekor naga sebagai pertanda ijin diberikan untuk melanjutkan program berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyucikan diri di Pura Narmada; penyucian diri di pura ini menggunakan konsep anugrah Maha Wisnu sebagai awatara Dewi Gangga yang langsung memberikan penyucian kepada para bhakta dengan cara ;&lt;br /&gt;- Meraup dari dagu ke kepala 3 Kali&lt;br /&gt;- Tepuk air 3X, telunjuk ketelinga kanan&lt;br /&gt;- Tepuk air 3X, telunjuk ketelinga kiri&lt;br /&gt;- Tepuk air 3X, Tepuk dada 3X dengan mengucap permohonan pada Dewio Gangga&lt;br /&gt;- Teguk air 3X&lt;br /&gt;- Medanapunia seiklasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melukat di Pura Suranadi ; Pengelukatan dipura Suranadi langsung membasuh diri di kolam suci yang airnya langsung turun dari Gunung Rinjani. gerrrrrrrrrrrrrrr dinggggggggggggggin sekali ( air suci belum ada manusia yang menjamah di luhur gunung rinjani ), tetapi setelah mohon ijin pengelukatan, rasa airnya langsung lebih hangat dan seger, astungkara.&lt;br /&gt;Di Pura Suranadi / Tirtha Suranadi terdiri dari :&lt;br /&gt;1. Tirta Pebersihan&lt;br /&gt;2. Tirta Pengelukatan&lt;br /&gt;3. Tirta Pengening&lt;br /&gt;4. Tirta Pengentas&lt;br /&gt;5. Tirta penembak&lt;br /&gt;Di Pura Suranadi kita sembahyang dengan memohon anugrah nadi alam semesta ( hutan belantara suranadi )penjaga utama berbentuk babi hutan yang putih, wanara coklat dan binatang lainnya yang enggan diusik manusia, sebagai wujud protes seakan jagalah hutan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuju Tatar Gunung Sari sebagai linggih Betara Lingsir Gunung Agung ; disini kita menghadap sujud bhakti di kaki betara pada jam 24.00 malam, berbagai macam petuah, pewecana serta ceciri yang dilimpahkan pada kita, khususnya pengetahuan penyatuan Ciwa Budha / Purusa Pradana / Giri Seagara / Tegeh endep / Luhur Dasar / Ang - Ah .&lt;br /&gt;karena memang benar di Pura Gunung Sari ini saja yang ada hanya pelinggih Luhur dan Pelinggih Dasar Buana yang sangat dalam ( 5 m kedalam tanah ) dengan penjaga utama Naga Antaboga yang kuning keemas-emasan serta serdadu Buaya putih, Kodok dan kura - kura sebagai penjaga 3 telaga tirta yaitu (tirta besukih di selatan, tirta banyuurip di utara, tirta mas di barat )&lt;br /&gt;Di Madyaning mandala ada Taman sari yang sangat asri, dikelilingi dengan arca widyadara widyadari yang ada di swarga loka, juga dipimpin oleh seorang Ida Betara Gede Balian yang berlakon sebagai pengamanan dan pengayoman umat akan bencana dan bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Tatar Gunung Sari ini juga kita melakukan meditasi surya raditya dengan memakai bentuk "keong " yang berarti jembatan spiritual secara niskala, jembatan spirit dar dasar menuju luhur akasa.( bisa dilihat pada www.suryaradite.blogspot.com )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pura Lingsar Bebengan ( Tanjung ) lombok utara&lt;br /&gt;disini kita melakukan persembahyangan bersama serta pengobatan massal, karena memang didaerah ini pengertian dan pelaksanaan keagamaan masih perlu penyempurnaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pura Medana ( Makam Papuk Medana )&lt;br /&gt;" Darma Sunya " kidung rasmisancaya, inilah yang patut didengungkan di tempat ini, penekun dan pelanjut generasi waktu telu bersemayam ditempat ini, tempat yang tinggi menjorok ke laut ( uluwatu Bali ) sebagai tempat peristirahatan terakhir seorang empu kayogiswara Papuk Medana / Raden Wira Jaya , sesuai cerita sesepuh ditempat Sang Papuk dikejar - kejar kelompok perongrong spiritual karena berani mengajarkan pengetahuan spiritualitas didaerah ini, sampai - sampai anak kandung yang bernama dende intan komala sari pun ikut menjadi korban. Disini kita menyanyikan lagu "bengawan solo " sebagai kenangan sang anak yang ikut berkorban demi perjuangan spiritualitas, sambil beberapa sahabat menangis tersedu - sedu sebagai ciri pertemuan mistis dari para penganut spritualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pura Batu Bolong Sengigi;&lt;br /&gt;Dipura ini kita melakukan persembahyangan bersama sebagai persimpangan beberapa Betara yang ada di tanah Bali seperti Ida Betara Ratu Gede Mas Mecaling dan Ida Ratu Gede Balian di Nusa Ped, Ida Betara Gunung Lempuyang dsb. Juga sebagai tempat persinggahan Ida Pedande Sakti Wau Rawuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pura LINGSAR&lt;br /&gt;Dipura ini kita dapat menikmati anugrah Betara dalam bentuk aura suci dan arca-arca suci peninggalan jaman dulu sebagai bentuk spiritualitas lombok pada jamannya, pada saat itu hanya ditempat inilah wujud spiritual yang langsung merangsuk pada wujud taksu spirit sejati, sampai hadirnya seorang maha pandita Pedanda Sakti Wau Rawuh tiba di Pulau ini dengan memberikan ceramah keagaamaan dan spiritualitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pura Dalem Pingit Pegesangan&lt;br /&gt;Tiba dipura ini sudah malam sehingga kita melakukan boga dulu baru melakukan persembahyangan dengan dipimpin oleh seorang Pendeta Suci Ida Pedande Gede Kerta, sekaligus memberikan wejangan / darma wacana kepada kita semua.&lt;br /&gt;isi dari darmawacana beliau adalah ;&lt;br /&gt;1. Merupakan hal pokok bagi para pemula yang belajar ilmu pengetahuan adalah menyebut aksara suci " Om, Ongkara Ya Namah Swaha" sebagi gegemet / bahasa suci agar beliau berkenan memberi ijin atas pengetahuan yang kita pelajari tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menyembah Dewi Saraswati terlebih dahulu didalam belajar ilmu keagamaan.&lt;br /&gt;3. Sistem Meditasi sederhana yaitu menghirup udara yang diyakini bersemayam dewa agni dan rangsukkanlah diseluruh tubuh, kemudian keluarkan dalam bentuk udara kotor yang menjadi sisa kekotoran dalam tubuh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Adanya oknum pendeta yang masih belum bisa membedakan warna dan kasta serta penggaruhnya pada kelompok sosial masyarakat.&lt;br /&gt;5. Hubungan yang ada perjalanan niskala dan ilmu pengetahuan keagaaman ( teologi) adalah pada korelasi panca maha buta yang ada pada dasar pembentukan manusia yang ada pada ilmu keagamaan dapat dirasakan dengan ilmu keadnyananan ( niskalagama ) dan penggaruhnya pada diri sendiri.&lt;br /&gt;5. Konsentrasi pikiran pada waktu persembahyangan tidak ada hubungannya dengan karma yang kita rasakan pada kehidupan sehari hari ( suka duka lara pati ) karena ini memang harus terjadi pad kehidupan ini, tetapi sembahyang juga merupakan hal yang patut dilakukan sebagai proses hidup / kewajiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya kita melakukan pengobatan massal di Pura Dalem Pingit Pegesangan, sampai jam 12.00 terus persiapan mepamit pulang keBali, sampai dipadang bai tiba pulul 18.00 terus pulang kerumah masing - masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astu Tat Astu, Awignam Astu Ya Nama Swaha...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-5006913097289597572?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/5006913097289597572/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/09/perjalanan-spiritual-penyambutan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/5006913097289597572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/5006913097289597572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/09/perjalanan-spiritual-penyambutan.html' title='PERJALANAN SPIRITUAL PENYAMBUTAN KEMBALINYA MAJELIS PARA DEWA KE PARAHYANGAN'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SsMN7c9RUJI/AAAAAAAAAlU/vxwJeKe_4Lc/s72-c/p1010233.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-1621168984340610520</id><published>2009-09-08T18:58:00.000-07:00</published><updated>2009-09-08T19:19:28.201-07:00</updated><title type='text'>SANDI TUHAN PADA MIMPI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SqcQggn8JdI/AAAAAAAAAjA/3lWu0ND816A/s1600-h/Sleep+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SqcQggn8JdI/AAAAAAAAAjA/3lWu0ND816A/s320/Sleep+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379286430616659410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Betulkah mimpi merupakan bahasa sandi dari Tuhan yang berkehendak untuk berkomunikasi dengan manusia? Jika demikian, apakah semua mimpi memiliki makna tertentu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ragam pandangan orang mengenai mimpi. Ada yang mengatakan mimpi itu bunga tidur, mimpi dianggap sebagai harapan yang tidak kesampaian, bahkan ada yang beranggapan bahwa mimpi tidak memiliki arti. Ada pula yang menyatakan bahwa mimpi merupakan jalan utama atau jalan emas untuk memasuki dunia batin atau hati nurani kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah menemukan bahwa buku tafsir mimpi tertua telah ditulis tahun 1100 SM. Untungnya sebagian ilmuwan memiliki ketertarikan mengenai mimpi, sehingga antara lain berdiri Institut Carl Gustav Jung di Zurich, Swiss, yang mempelajari mimpi sehingga dapat dipahami secara ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wolfgang Bock, SJ, yang pernah belajar di Institut Jung tersebut, salah satu fungsi mimpi adalah mengangkat pikiran, khayalan,dan hasrat hati manusia yang dalam hidup sadar kurang diperhatikan. Karena itu, mimpi juga memiliki motif menyeimbangkan kondisi pribadi supaya kepribadian seseorang tidak tumbuh pincang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Suka atau tidak suka, mimpi itu mengingatkan Anda, supaya Anda mau melihat kebenaran. Kadang kebenaran itu ditayangkan dengan cara amat mengejutkan, supaya diperhatikan," tulis Bock dalam bukunya, Menafsir Mimpi, Bahasa Sandi Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi juga menambah pengetahuan vital, agar kita dapat memperbaiki sikap terhadap seluruh kehidupan dan situasi nyata yang dihadapi, ungkap Bock lagi. Melalui mimpi, bawah sadar kita akan memainkan tugas membimbing dan merencanakan, guna memberi arah lebih baik kepada sikap dan pendirian pikiran  alam sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam pikiran sadar kita seringkali tidak mau atau tidak ingin memahami persoalan apa adanya. Namun, melalui mimpi, kemampuan kita untuk menipu diri dan berpura-pura akan dijungkir balikkan, sehingga kita dihadapkan pada keadaan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat apa yang dituliskan Pastor J. Darminta, Si, mimpi bisa mengungkapkan alam spriritual kita, kerinduan dan perjumpaan kita dengan Allah, alam kejiwaan kita dengan segala pergulatan-pergulatan hidup, serta peristiwa dan tindakan hidup kita sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu dipahami, mimpi merupakan salah satu bentuk bahasa hidup, seperti halnya bahasa rasa, bahasa hati, bahasa budi, bahasa rohani, bahasa tubuh, dan sebagainya. Sejak zaman para nabi dulu mimpi telah diyakini sebagai salah satu cara Tuhan menyampai pesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui mimpi, menurut Bock, Allah hendak bergaul dengan manusia dan menuangkan nilai-nilai baru, kekuatan, dan kasih sayang yang berlimpah ke dalam hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan waktunya&lt;br /&gt;Mengutip Darminta, SJ, ada tiga macam mimpi berdasarkan waktu menurut orang Jawa, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Titi onyi (21.00-24.00).&lt;br /&gt;Mimpi pada jam ini dapat dipahami tidak memiliki arti khusus, kecuali menunjuk pada pengaruh pengalaman hidup sebelum tidur. Biasanya isi mimpi berkaitan dengan peristiwa hidup yang terjadi sebelumnya atau sisa masalah ketika masih terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gondo onyi (24.00-03.00).&lt;br /&gt;Mimpi pada jam ini menunjuk pada kualitas kejiwaan kita dalam mengarungi kehidupan, menyingkapkan apa yang tersembunyi di dalam diri kita agar diketahui, diterima, diolah. Jika diketahui sebagai gangguan hendaknya segera dapat disingkirkan, namun jika dirasakan sebagai dukungan sebaiknya diterapkan dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Puspa tajam (03.00-06.00).&lt;br /&gt;Mimpi pada jam ini diyakini mengungkapkan adanya keterlibatan Allah, dan kita ditantang untuk mengenal suara, ajakan, dan pesan kehadiran Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendoakan mimpi&lt;br /&gt;Karena mimpi merupakan bahasa simbol dari Tuhan, saran Wolfgang Bode, sebaiknya kita meresponnya secara tepat. Caranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Buat judul.&lt;br /&gt;Pilih kata-kata, biarkan judul itu muncul spontan. Bila perlu, tanya mimpi itu, "Judul mana yang kau inginkan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Buat tema.&lt;br /&gt;Catatlah teman pokok atau masalah utama yang muncul dalam mimpi Anda. Bila mimpi Anda memuat lebih dari satu tema, urutkan tema-tema itu menurut bobot yang Anda rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Catat perasaan.&lt;br /&gt;Perasaan manakah yang paling menonjol dan kuat dorongannya dalam mimpi itu? Jika ada beberapa perasaan yang muncul berturut-turut, catatlah semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Panjatkan doa.&lt;br /&gt;Bercakaplah dengan Tuhan mengenai teman dan perasaan Anda berkaitan dengan mimpi. Mintalah jawaban dari Tuhan mengenai makna dan pesan lewat mimpi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kesempatan bersemadi.&lt;br /&gt;Biarkan seluruh mimpi berikut tema, perasaan, dan orang-orang yang tampak di dalam mimpi berada bersama Anda. Pilih satu kata kunci dan resapkan melalui metode mantra (kata itu dihirup bersama helaan napas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Buat catatan.&lt;br /&gt;Catatlah apa yang Anda alami selama menggumuli mimpi itu dalam suasana doa di hadapan Tuhan. Tuliskan cepat, tanpa menilai apa yang muncul. Anda dilatih terbuka pada pola baru dalam berpikir dan bertindak, sesuai apa yang muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tinjau kembali.&lt;br /&gt;Malam hari, baca dan tinjau kembali mimpi dan doa serta sahutan Anda terhadap mimpi itu. Perhatikan bagaimana semua itu membantu Anda menemukan makna dan petunjuk arah yang termuat dalam mimpi, supaya bisa memilih dan menjalankan pola hidup Anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-1621168984340610520?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/1621168984340610520/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/09/sandi-tuhan-pada-mimpi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/1621168984340610520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/1621168984340610520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/09/sandi-tuhan-pada-mimpi.html' title='SANDI TUHAN PADA MIMPI'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SqcQggn8JdI/AAAAAAAAAjA/3lWu0ND816A/s72-c/Sleep+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-2791730046375796001</id><published>2009-09-03T16:40:00.000-07:00</published><updated>2009-09-03T16:47:02.453-07:00</updated><title type='text'>SANGHYANG TAPAK, , RAHASYA ILAHI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SqBUi6sUSaI/AAAAAAAAAhk/G-j-eB26Gkc/s1600-h/rastimamang.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 238px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SqBUi6sUSaI/AAAAAAAAAhk/G-j-eB26Gkc/s320/rastimamang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377390913927793058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PAMIANGAN PANEMBAHAN SOENDA PADJADJARAN&lt;br /&gt;PAKEUN BELA BAKTI KA BANGSA MWAH NAGARA INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunda teh Wiwitan mudu jadi anggeuhan pamiangan, na purbatisti purbajati i sunda sembawa sunda mandala, ning cita ning samaya nu rek nurutan inya twah nu surup ka nusalarang, pakeun heubeul jaya dina buana, pakeun nanjer na juritan, tangtuna bela bakti ka Diri Sarimbit, Kaluarga, Rakyat, Bangsa i Bhumi Pretiwi mwah Nagara Indonesia, Undang-Undang Dasar 1945 dening purbatisti, Pancasila dening purbajati. Purbatisti purbajati, mana mo kadatangan ku musuh ganal musuh alit, suka kretatang lor kidul kulon wetan kena kretaras. Sing para dewata kabeh pada bakti ka Batara Seda Niskala. Pahi manggihkeun si tuhu lawan pretyaksa.&lt;br /&gt;Pun Sampurna ingsun abdi kaulanun i bebrayan Panembahan Soenda Padjadjaran, seja mipit amit ngala menta, nyuhun widi restu pandamping para rumuhun nu tangtu na tuturus nali ngaragasukma lelembutan dumasar ku tangtu catur darya kelima paheut : Sir na ati, budi na watek, cipta na utek, rasa na adeg, ngajadi pangadegan; nu tangtu panyca pasagi: tekad na hate, ucap na cangkem, lampah na tapak, paripolah na laku, ngajadi diri; na tangtu panggih jirim jeung jisimna : raga badag boga utek gede, raga leutik boga utek leutik, sukma badag boga panca indra, sukma leutik boga indra genep, lelembutan boga na getih; na tangtu apal asalna jisim kandung indung, yuga bapa: raga na bali mwah tali ari indung, sukma na cai tuban mwah alam kandung indung, lelembutan na yuga bapa; tinangtu panggih sajatining diri na pakem purbatisti purbajati i sunda sembawa sunda mandala.&lt;br /&gt;Inyana Kaulanun …. Ning Cita Ning Samaya … Shi Punten nu Kateda Empun nu Kasun, Seja :&lt;br /&gt;- Sembah Sumujud ka Gusti Sanghyang Tunggal nu nyipta waruga jagat nu ngawasa kawasana buana pancer tengah sabuder awun mwah sedaya mahluk nu karsa dicipta;&lt;br /&gt;- Babakti ka para Pangagung mwah Pangluhung nu ngawasa di kawasa kersana Gusti Sanghyang Widi ngalaksana pancen pamayung agung di buana pancer tengah bangsa mwah nagara;&lt;br /&gt;- Bakti tumut ka indung bapa aki nini buyut bao nu ngawasa dikawasa kersana Gusti Sanghyang Widi. ngaragasukma lelembutan jirim sajisimna;&lt;br /&gt;- Parasparo pasarpana atuntunan tangan silih asih pantara ning padudulur jeung papada ning cita ning samaya mahluk nu karsa dicipta kawasana Gusti Sanghyang Widi, nu napak nekonan ngalaksana pancen di buana pancer tengah, sabuder awun.&lt;br /&gt;- Ngarawat ngarumat ngaraksa alam hirup kahirupan, hutasanapah bhayu akasha teja sanghyang mahoratra saddya, sa palantara buana pancer tengah sabuder awun kersana Gusti Sanghyang Widi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INYANA KAULANUN ... NING CITA NING SAMAYA ….&lt;br /&gt;SEJA MIPIT AMIT ALA MENTA KERSANING GUSTI HYANG TUNGGAL&lt;br /&gt;NYUHUN WIDI RESTU DAMPING, PARA RUMUHUN NU NGARAGASUKMA LELEMBUTAN&lt;br /&gt;INI SABDAKALANDARA RAKYAN JURU PANGAMBAT&lt;br /&gt;I KAWIHAJI PANYCA PASAGI MARSA NDESHA&lt;br /&gt;BARPULIHKAN HAJI SUNDA&lt;br /&gt;KIDUNG LUHUNG TI KARUHUN,&lt;br /&gt;SASAKA PUSAKA BUHUN,&lt;br /&gt;HAYU URANG PADA SUHUN,&lt;br /&gt;NGALAP DANGHYANG NU RUHUN,&lt;br /&gt;NUTI KULON NUTI WETAN,&lt;br /&gt;KALER KIDUL SEUG PAMITAN,&lt;br /&gt;HAYU URANG MARUKA WIWITAN,&lt;br /&gt;KIDUNG SUNDA NUR BUATAN…&lt;br /&gt;INYANA KAULANUN ... NING CITA NING SAMAYA ….&lt;br /&gt;NU REK NURUTAN INYA TWAH NU SURUP KA NUSALARANG,&lt;br /&gt;PAKEUN HEUBEUL JAYA DINA BUANA, PAKEUN NANJER NA JURITAN,&lt;br /&gt;SEJA NGALAKSANA PURBATISTI PURBAJATI&lt;br /&gt;PARA PANGAGUNG MWAH PANGLUHUNG&lt;br /&gt;I SUNDA SEMBAWA SUNDA MANDALA,&lt;br /&gt;SEDAYA TEKAD UCAP LAMPAH PARIPOLAH DENING SALIRA&lt;br /&gt;SEJA NGALAP DANGHYANG NU RUHUN, MARUKA SASAKA PUSAKA BUHUN,&lt;br /&gt;PAKENA GAWE RAHAYU, PAKENA KRETA BENER,&lt;br /&gt;BHAGYA BARI PAKENA BENER, PAKEUN NANJER NAJURITAN,&lt;br /&gt;SALAMET NA KRETA TUHU, PAKEUN HEUBEUL JAYA DINA BUANA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMBAH BABAKTOS KAPIHATUR PIHUNJUK PANJENENGAN&lt;br /&gt;HYANG PRABU TARUSBAWA,&lt;br /&gt;PURBATISTI PURBAJATI PAKEUN MARUKA WIWITAN SASAKA PUSAKA BUHUN&lt;br /&gt;Sumpah denira Sri Maharaja Suryaman Sang Mahapurusa Bimaparakrama Hariwangsa Digwijaya Sunda Sembawa Prabu Tarumanagara ka tujuh, Sangkan Sunda Sembawa Maruka Wiwitan na Purbatisti Purbajati pakeun heubeul jaya dibuana, nanjeur na juritan, kreta na Sunda ngawasa ku trahna Sunda Sembawa. Tarumanagara sirna ing bhumi jawadwipa beh kulwan, jawadwipa beh kulwan kabeulah, nanjeur na juritan, kreta Galuh Pakuan dening Prabu Wretikandayun na puraraya Galuh Karang Kamulyaan ti citarum beh wetan, ning kreta Sunda Pakuan dening Prabu Tarusbawa na puraraya Sundapura Pandeglang, ti citarum beh kulwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ini sabdakalandara rakyan juru pangambat&lt;br /&gt;i kawihaji panyca pasagi marsa ndesha&lt;br /&gt;barpulihkan haji sunda”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMBAH BABAKTOS KAPIHATUR PIHUNJUK PANJENENGAN&lt;br /&gt;HYANG PRABU SANJAYA,&lt;br /&gt;PURBATISTI PURBAJATI PAKEUN YUDDHENIPUNA MWAH BALADHIKA NING WADYABALA&lt;br /&gt;Kreta Galuh Pakuan mwah kreta Sunda Pakuan, nyahiji ku polah Raden Sanjaya, ing putra Prabu Sena trah Galuh lawan Ratu Sanaha putri Bhumi Mataram, mantu Prabu Tarusbawa, ngangaranan maneh taraju jawadwipa, lian kreta Galuh Pakuan, kreta Sunda Pakuan, mwah kreta Bhumi Mataram, alabatan ngagunamake Pustaka RatuNing Bala Sariwu. Kaampuhan na yudhakala rebut kreta Galuh Pakuan na kadatwan wus dumadi ranasabha ingga purbasora pinenjahan dening Sanjaya yudhakala. 635 Saka.&lt;br /&gt;Pustaka Ratuning Bala Sariwu tetenan susunsusun Resiguru Kendan dening Rajaputra Suraliman sang yuddhenipuna mwah sang baladhika ning wadyabala ing Tarumanagara. Bihari Pustaka Ratuning Bala Sariwu, dititip rawat rumat ngarsakeun dening Resiguru Rabuyut Sawal, Gunung Sawal Seda Sakti kiwari, ku titah dening Prabu Tarusbawa, ing Tarumanagara ngajadi Sunda Pakuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMBAH BABAKTOS KAPIHATUR PIHUNJUK PANJENENGAN&lt;br /&gt;HYANG PRABU SRI JAYABHUPATI,&lt;br /&gt;PURBATISTI PURBAJATI PAKEUN NGARAWAT NGARUMAT NGARAKSA SARAKAN&lt;br /&gt;Sri Jayabhupati Jayamanahen Wisnumurti Samarawijaya Sakalabuana mandaleswaranindita Harogowardana Wikramo tunggadewa, Prahajyan Sunda, Magaway tepek i purwa sanghyang tapak ginaway denira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah denira prahajyan Sunda. Lwirnya nihan.&lt;br /&gt;“ … indah ta kita kamung hyang hara agasti purbbadaksina paccima uttara agniya neriti …. tabayabya aicanya urddhadah rawi shashi patala jalapawana ….. hutasanapah bhayu akasha teja sanghyang mahoratra saddya …. Yaksa raksasa pishasha preta sura garuda graham kinara mahoraga catwana … lokapala yama baruna kuwera bashawa mwang putra dewata panca kucika ….. nandishwara mahakala dunggadewi ananta surindra anakta hyang kalamrtyu gana bhuta sang prasiddha milu manarira umasuki sarwwajanma ata regnyaken iking sapatha samaya …. Sumpah pamangmang ni lebu ni paduka haji i Sunda irikita kamung hyang kabeh … pakadya umapala ikan … i sanghyang tapak ya patyanantaya …. Kamung hyang dentat patiya siwak kapalanya cucup uteknya belah dadanya inum rahnya rantan ususnya wekasaken pranantika … i sanghyang kabeh tawat hana wwang baribari shila irikang lwah i sanghyang tapak apan iwak pakan prannahnya kapangguh i sanghyang …. Maneh ka liliran pakanya katake dlaha ning dlaha …. Paduka haji i sunda …. Umade maka kadarman … ing samangkana wekawet paduka haji i sunda sanggum nti ring kulit kata kamanah ing kanang … i sanghyang tapak makatepa lwah watesnya i hulu sanghyang tapak ….. i hilir mahingan irikan …. Umpi ing wungkal gde kalih … i wruhhanta kamung hyang kabeh ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMBAH BABAKTOS KAPIHATUR PIHUNJUK PANJENENGAN&lt;br /&gt;HYANG PRABU DHARMASIKSA&lt;br /&gt;PURBATISTI PURBAJATI PAKEUN PARASPARO PASARPANA&lt;br /&gt;ATUNTUNAN TANGAN SILIH ASIH PANTARA NING PADUDULUR&lt;br /&gt;Prabu Guru Dharmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa Sang Prabu Sanghyang Wisnu, Ratu Sunda Pakuan Galuh Pakuan ing puraraya i Saunggalah Kuningan lantas pindah ing puraraya i Pakuan Bogor. Nalika kasumpingan incu Rakeyang Wijaya Sang Kretarajasa Jayawardhana, Prabu kreta Majapahit ing puraraya i Wilwatika Jawadwipa beh Wetan trah Kreta Singasari mwah Kreta Kediri. pitutur sangkan di pikukuh di puraraya Pakuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pitutur Prabu Dharmasiksa pakeun di Pikukuh Seuweu Siwi Seke Seler i Sunda&lt;br /&gt;… Hawya ta sira kedo ethawamerep ngalindih Bhumi Sunda mapan wus kinaliliran ki sanak ira dlaha yan ngku wus angemasi …. Hetunya nagaramu wus agheng jaya santosa wruh ngwang kottaman ri puyut katisayan mwang jayashatrumu, ngke pinaka mahaprabhu … ika hana ta daksina sakeng Hyang Tunggal mwang dumadi sarataya. …. Ikang sayogyanya rajya jawa lawan rajya sunda parasparo pasarpana atuntunan tangan silih asih pantara ning padudulur … Yatanyan siddha hitasukha … Yan rajya sunda dukhantara ... Wilwatikta sakopayanya maweh sharana …. Mangkana juga rajya sunda ring wilwatikta….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMBAH BABAKTOS KAPIHATUR PIHUNJUK PANJENENGAN&lt;br /&gt;HYANG PRABU LINGGABUANA&lt;br /&gt;PURBATISTI PURBAJATI PAKEUN JATI TEU KASILIH KU JUNTI TAN KALINDIH&lt;br /&gt;Prabu Linggabuana Sang Prabu Wangi …” Sang Prabhu maharaja sunda pejah ta sira haneng bubat i wilwatikta nagara irikang kala sang prabhu maharaja kahyun ngawarangaken anak ira ya ta sang Retna Citraresmi athawa Dyah Pitaloka lawan Bhre Prabhu Wilwatikta Shri Rajasanagara ngaran ira nihan ta mulatnya. Maksud ngahiji Sunda lawan Wilwatika, ku kahyun ngawarangaken Retna Citraresmi lawan Prabu Hayam Wuruk, gagal jadi maksud ku Patih Gajah Mada i Majapait.&lt;br /&gt;Sumpah denira prahajyan Sunda. Palagan Bubat … tathapyan mangkana sundhabhumi tan kalindih dening rajya wilwatikta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMBAH BABAKTOS KAPIHATUR PIHUNJUK PANJENENGAN&lt;br /&gt;HYANG PRABU NISKALA WASTU KANCANA&lt;br /&gt;PURBATISTI PURBAJATI PAKEUN ACARA, ADIGAMA, GURUGAMA,&lt;br /&gt;TUHAGAMA, SATMATA, SURALOKA, NIRAWERAH&lt;br /&gt;Prabu Niskala Wastu Kancana Sang Praburesi Buanatunggal Dewata, ing Putra Mahkota Prabu Linggabuana, kancana putra Prabu Bunisora Sang Satmata Prabu Guru Pangadiparamarta Jayadewabrata. Mahaprabhu Niskala Wastu Kancana, nu heubeul jaya di buana pancer tengah i Sunda. Sugan aya nu rek nurutan inya twah nu surup ka nusalarang. Pakeun heubeul jaya dina buana, pakeun nanjer na juritan. Apah, teja, bayu, akasa, bug e nyurup ka pitutur hyang prabhu buanatunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pitutur Prabu Niskala Wastu Kancana, pakena gawe rahayu, pakena kreta bener&lt;br /&gt;…. Nihan tapa kawali nu siya mulia tapa bhagya Prabhu Raja Wastu mangadeg di kuta kawali nu mahayu na kadatuan surawisesa nu marigi sakuliling dayeuh nu najur sagala desa aya ma nu pandeuri pakena gawe rahhayu pakeun heubeul jaya dina buana…. Aya ma nu ngeusi bhagya bari pakena kereta bener pakeun nanjer na juritan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMBAH BABAKTOS KAPIHATUR PIHUNJUK PANJENENGAN&lt;br /&gt;SANGHYANG PRABU SILIWANGI SHRI BADUGA MAHARAJA&lt;br /&gt;PURBATISTI PURBAJATI PAKEUN MANGGIHKEUN SI TUHU LAWAN PRETYAKSA&lt;br /&gt;….. Hana pwanung mangadegakna Pakwan Padjadjaran lawan kedatwan Sang Bima Punta Narayana Madura Suradipati ya ta sang Tarusbawa…. Hana pwa putra nira Sang Prabhu Dewa Niskala, Sang Ratu Jayadewata gumantyakna ta manira dumadi raja Sunda lawan nama sidham Shri Baduga Maharaja ing Pakwan Pajajaran Shri Ratu Dewata. Rasita lungguh criman kadatwan nira makaran Shri Bima Punta Narayana Madura Suradipati …. Raja Pajajaran winastwan ngaran Prabhuguru Dewaprana muwah winastwan ngaran Shri Baduga Maharaja Ratuhaji ing Pakwan Pajajaran Shri Sang Ratu Dewata putra ning Rahyang Dewa Niskala. Rahyang Dewa Niskala putra ning Rahyang Niskala Wastu Kancana. Rahyang Niskala Wastu Kancana putra ning Prabhu Maharaja Linggabhuanawishesa…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pitutur Prabu Siliwangi Shri Baduga Maharaja,&lt;br /&gt;pakeun Rahayu Bagja Salamet Jaya Tri Buana&lt;br /&gt;…. Wang na pun ini sakakala, prebu ratu purane pun, diwastu diya wingaran prebu guru dewataprana diwastu diya dingaran shri baduga maharaja ratu haji di pakwan pajajaran shri sang ratu dewata pun ya nu nyusuk na pakwan diya anak rahyang dewa niskala sang sidamoka di gunatiga, incu rahyang niskala wastu kancana sang sidamoka ka nusa larang, ya siya nu nyiyan sakakala gugunungan ngabalau nyiyan samidam nyiyan sanghyang talaga rena mahawijaya, ya siya pun i saka, panca pandawa mban bumi.&lt;br /&gt;…. Purbatisti purbajati, mana mo kadatangan ku musuh ganal musuh alit … suka kretatang lor kidul kulon wetan kena kretaras....Sing para dewata kabeh pada bakti ka Batara Seda Niskala…Pahi manggihkeun si tuhu lawan pretyaksa….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…… Pamugi Gusti Sanghyang Widi karunya ning cita ning samaya. Sih nuhun, inyana kaulanun bebrayan panembahan soenda padjadjaran. Rahayu – rahayu – rahayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…… Pamugi Gusti Sanghyang Widi karunya ning cita ning samaya. Sih nuhun, teda nu di seja ampun nu di pundut. Abdi kaulanan bebrayan panembahan soenda padjadjaran.&lt;br /&gt;Rahayu – rahayu – rahayu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-2791730046375796001?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/2791730046375796001/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/09/sanghyang-tapak-rahasya-ilahi.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/2791730046375796001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/2791730046375796001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/09/sanghyang-tapak-rahasya-ilahi.html' title='SANGHYANG TAPAK, , RAHASYA ILAHI'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SqBUi6sUSaI/AAAAAAAAAhk/G-j-eB26Gkc/s72-c/rastimamang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-1659553358776384657</id><published>2009-08-16T16:44:00.000-07:00</published><updated>2009-08-16T17:07:50.163-07:00</updated><title type='text'>MEDITASI RADITYA</title><content type='html'>Meditasi Raditya ini sudah berlangsung, dimulai dari Hari Raya Saraswati tahun 2009 ini,  dilaksanakan setiap hari minggu pagi.&lt;br /&gt;Raditya dalam arti arfiahnya berarti redite ( minggu / ahad ), pada hari inilah Dewa Surya akan tampil dalam kekuatan penuh serta diiringi dengan berbagai macam kekuatan, disamping itu pula pada hari ini semua mahluk dialam ini juga ikut serta menyongsong kehadiran Sang Surya, dengan dipimpin atau dituntun oleh Pinisepuh pada saat ini kita dapat juga merasakan dan mengetahui kehadiran roh/mahluk / Bhatara / leluhur yang juga hadir saat itu. Kehadiran mereka itu kadankala juga menurunkan beberapa wejangan dan tuntunan akan bagaimana semestinya menjalani hidup berkehidupan saat ini, juga diberikan gambaran bagaimana pola kehidupan jaman dulu saat beliau masih hidup, untuk itu segala konsekwensi hidup saat ini akan dapat dirasakan penuh akibat karma/pahala dari kehidupan kita dulu.Karena itu segala bentuk kekurangan pengetahuan, penyalah penafsiran serta penyelewengan hidup saat ini dapat kita ketahui saat beliau menyempatkan hadir ditengah - tengah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LATAR BELAKANG RADITYA&lt;br /&gt;Pada saat alam ini mulai terbentuk, semua kekuatan tidak bisa berbuat apa- apa, hanya mampu memandangi dan tidak dapat mengendalikannya. Atas seijin dan restu Yang Maha Agung akhirnya 3 ( tiga ) kekuatan yang telah diciptakannya mulai membentuk gerakan dengan melakukan fokus penciptaan pada sumber - sumber air yang ada di alam ini termasuk bumi ini, maka terbentuklah bintik - bintik kecil yang akan berkembang menjadi sebuah kehidupan dimasa yang akan datang.&lt;br /&gt;Setelah selesai dalam pembentukan sel kehidupan itu maka 3 kekuatan tadi menggabungkan ( fusi ) kekuatannya menjadi satu, jadilah satu kekuatan sinar yang kuat, inilah yang dinamakan surya raditya ( Matahari ). Kekuatan Raditya inilah yang menyentuh setiap sel yang ada sehingga perkembangan atas sel tadi menjadi keluarga besar penghuni alam ini.&lt;br /&gt;Untuk itu hampir semua kehidupan sangat tergantung dari energi surya ini dalam melakukan perkembangan diri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-1659553358776384657?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/1659553358776384657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/08/meditasi-raditya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/1659553358776384657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/1659553358776384657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/08/meditasi-raditya.html' title='MEDITASI RADITYA'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-1959817357101280604</id><published>2009-08-05T18:34:00.000-07:00</published><updated>2009-08-05T20:28:34.404-07:00</updated><title type='text'>THE LOST TULAMBEN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SnpDploTeJI/AAAAAAAAAUA/d9QKc8_iDdg/s1600-h/tul2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 250px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SnpDploTeJI/AAAAAAAAAUA/d9QKc8_iDdg/s320/tul2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366676287720224914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;MENGUAK TABIR KEJAYAAN PEKAREMAN TULAMBEN&lt;br /&gt;Karangasem adalah daerah yang mempunyai wilayah kritis dan tandus yang paling luas diBali, terutama ada di wilayah kecamatan Kubu. Ketandusan alam disini karena sebelumnya telah 5 ( lima ) kali pernah diguncang dan dikubur lava muntahan Gunung Agung,pasir bercampur batu yang dilapisi lava sehingga terlihat seperti beton yang sangat padat, dapat dibayangkan apa yang mampu tumbuh dan hidup di alam seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita bernostalgia ke jaman sebelum muntahan lava itu menyelimuti alam itu; adalah komunitas manusia yang penuh dengan martabat dan awig yang kuat serta menjunjung tinggi sebuah peradaban yang adiluhung, komunitas yang sempurna yang mencirikan sebuah pemerintahan otonom dengan didampingi kelompok brahmana yang suci sehingga idealah komunitas itu, sehingga kejayaan desa yang tertandingi lagi.&lt;br /&gt;Wajah desa penuh karisma dengan jalan lurus dari nistaning kari pura tempat para sinoman berdomisili terus ke madyaning karipura sebagai batas mandalaning Kahyangan Desa serta domisili para Pasek dan Kubayan, yang paling atas dan ujung adalah utamaning karipura tempat para Brahmana suci serta domisili para Penyarikan dan bendesa. Begitulah tatanan kavling/pembagian karang/puri pada saat itu yang penuh dengan idealisme dan kepatuhan dari kasinoman.Saat itu pula mereka sudah tidak lagi mengagung - agungkan sebuah kemunafikan trah /kawitan, karena mereka saat itu sudah melaju dengan landasan spiritual yang ideal yaitu menyatukan diri diatas perbedaan dengan menjunjung tinggi profesionalisme sejati yang berlandaskan atas swadarma. Sehingga sangat sulit akan ditemukan trah kawitan melainkan yang ada adalah ' TRAH TULAMBEN ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penentuan Desa oleh sesepuh dan pada jamannya sudah mencirikan dan mencerminkan betapa tingginya supremasi idealisme tatwam siwam sundaram, nyegara gunung sudah letak desa, apalagi yang dituju selain tempat yang dilindungi oleh mahameru / giri dan bermuarakan laut / segara sebagai kekayaan alam yang tiada habis - habisnya dan tak terbatas. Keindahan alamnya sudah melukiskan sebuah pemandangan alam yang penuh dengan intuisi seni hamparan dan perpaduan guratan tebing penuh duri kaktus yang menggambarkan alam penuh arti dan noktah. &lt;br /&gt;Angin yang berhembus dari pantai menuju gunung tak terhalang, sehingga kandungan oksigen yang berhembus mampu menghempas segala noda virus yang sedianya akan menjadi penyakit didesa itu, hilang dan kembali dengan udara bersih tak terhalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu begitu seakan - akan panjang karena pagi begitu lama oleh munculnya surya yang tak terhalang, begitupula sirnanya Sang Surya juga sangat lama karena tak terhalangi oleh bukit dan gunung. Lamanya hari - hari itu membuat komunitas itu jauh lebih dapat memamfaatkan potensi lebih banyak sehingga kemakmuran desa tak terbendung.&lt;br /&gt;Begitulah kejayaan dan kemakmuran Desa Tulamben pada jamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita hanya dapat melihat kejayaan itu dengan perasaan pilu dan tersayat, karena desa itu tertinggal puing - puing saja, ibarat hutan yang tandus, laut yang kering, pertanian yang tak berumbi, kebun tak berbuah ...tak berpenghuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun beberapa komunitas dijaman ini merasakan kerinduan dengan kejayaan Tulamben, tak berani mengakui karena tak berbukti. Ketika kawanan sedang berpindah instalasi spiritual tak ditinggalkannya, begitupula masih ada yang disimpannya. Tugas anaklah yang saat ini harus menggali simpanan itu serta mengetahui wasiat - wasiat yang ditinggalkan. Pakai hati yang tulus agar dapat bertemu leluhur yang tersisa ditanah jaya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kami dapat menuliskan tabir kejayaan Trah Tulamben yang saat itu sudah terayomi makna bHINEKA tUNGGAL iKA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahayu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-1959817357101280604?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/1959817357101280604/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/08/menguak-tabir-kejayaan-trah-tulamben.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/1959817357101280604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/1959817357101280604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/08/menguak-tabir-kejayaan-trah-tulamben.html' title='THE LOST TULAMBEN'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SnpDploTeJI/AAAAAAAAAUA/d9QKc8_iDdg/s72-c/tul2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-2279997047274279001</id><published>2009-08-03T05:08:00.000-07:00</published><updated>2009-08-05T18:31:15.951-07:00</updated><title type='text'>SEMINAR SEJARAH PADJAJARAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SnbgGQ7YqYI/AAAAAAAAATY/vAOcMC50y5M/s1600-h/prabhu.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 301px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SnbgGQ7YqYI/AAAAAAAAATY/vAOcMC50y5M/s320/prabhu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365722404286409090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                 &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;LAHIRNYA DEWA DAN BHATARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku "seminar padjajaran" hal 18 diuraiakan tentang sejarah lahirnya para Dewa dan Bhatara ;&lt;br /&gt;Semoga tak terhalang.......&lt;br /&gt;Pada saat itu alam ini bermuarakan air dan beberapa bebatuan, Pertama - tama oleh Sanghyang Suwung diciptakanlah 3 ( tiga  ) sinar suci yang dinamakan Para Dewa, yang seyogyanya ketiga sinar ini akan mampu untuk melakukan pembenahan terhadap alam yang penuh air tersebut, maka ketiga sinar tadi sepakat untuk melempar batu kesumber air tersebut. Mata air itu bergelombang, bergemuruh, udara bergerak memutar lalu pecah sinar tadi membentuk 8 (delapan )pose / point /Penjuru, yang  mengelilingi sumber air tadi. Disekitar sumber air tadi, muara itu mengering lalu kelihatan bintik - bintik kehidupan, namun belum terbentuk akan jadi apakah bintik - bintik itu, lalu ketiga sinar tadi kembali menyatu menjadi satu sinar dengan nama Ditya (Raditya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu ketiga Dewa tidak sanggup untuk mengelola alam yang penuh bintik - bintik tersebut,Kepada Sanghyang Suwung ketiga dewa memohon agar dilahirkan sinar lagi, maka sanghyang Suwungpun menyetujuinya dan lahirlah sinar yang bernama " sarwit Santaya " kealam ini dengan dinobatkan menjadi " Angkuan " : ang ; Tuhan, Kuan:Bathara. Inilah yang menjadi cikal bakal Bathara didunia ini yang bernama " Bhatara Cikal ", dengan ciri utama yaitu berwarna putih, tidak memakai baju dan tidak beralas kaki. Dari sinilah muncul kemudian Para Bathara Rsi yang melakukan peafsiran - penafsiran terhadap wahyu Sanghuang Suwung itu. Inilah yang akhirnya dinamakan Bathara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman ini mulai bermunculan Para Bathara Rsi yang bertugas untuk melakukan pencatatan atas tafsir yang diwahyukan oleh Sanghyang Suwung dengan menggunakan kulit kayu sebagai dasar tulisan dan batang kayu sebagai alat tulis. Tetapi diantara Para Bathara Rsi itu ada salah satu yang terpilih karena kejujuran dan intelektualitasanya yaitu Bathara Rsi Shri Manu yaitu bertempat di Himalaya dari pendengaran utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku hidup karena aku dihidupkan, tetapi sesungguhnya aku tidak dimunculkan, karena keyakinan, energi dari kaki, kaki menyentuh bumi /pertiwi, maka lahirlah Aku "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Batharalah yang semestinya mengendalikan dan mengkreasikan segala kegiatan dialam ini,  Sanghyang Suwung tidak pernah meminta tetapi Batharalah yang menghaturkan dengan tujuan keharmonisan dan keselarasan alam ini "&lt;br /&gt;inilah salah satu tulisan yang muncul pertama kali oleh Shri Manu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah adanya tulisan tersebut maka secara tidak langsung Para Bathara ini berkembang menjadi :&lt;br /&gt;1. Bathara Cikal&lt;br /&gt;2. Bathara Patanjala&lt;br /&gt;3. Bathara Wisawara&lt;br /&gt;4. Bathara Wisnu&lt;br /&gt;5. Bathara Brahma&lt;br /&gt;6. Bathara Hyang Niskala&lt;br /&gt;7. Bathara Maha Dewa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh Bathara ini dipasupati pada hari ke-21 untuk selanjutnya dapat bekerja dengan baik.&lt;br /&gt;Inilah sekelumit tentang lahirnya Para Dewa dan Para Bathara yang diambil dari sejarah "Trah Padjajaran " dengan bukti fisik di Jawa Barat ada sebuah Monumen Tugu yang dinamakan Shri Manu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala hormat kami haturkan kepada Leluhur Kami yang tertua, Leluhur Padjajaran, leluhur Majapahit dan Leluhur Kediri yang saat ini ada di Pulau Bali...Rahayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf atas keterbatasan penulis untuk memaparkan yang dimaksud diatas, hanya rasa hormat dan sujuglah yang melandasi tulisan ini yang pasti banyak kekurangan, semoga teranugrahi kesempurnaan, ini saya dapatkan pada saat kami melakukan perjalanan Spiritual Nusantara dengan kawan2 dari Bali dibawah naungan Bunda Ratu Pertiwi Karangasem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahayu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-2279997047274279001?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/2279997047274279001/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/08/seminar-sejarah-padjajaran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/2279997047274279001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/2279997047274279001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/08/seminar-sejarah-padjajaran.html' title='SEMINAR SEJARAH PADJAJARAN'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SnbgGQ7YqYI/AAAAAAAAATY/vAOcMC50y5M/s72-c/prabhu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-7265031576002223738</id><published>2009-08-02T05:24:00.000-07:00</published><updated>2009-08-03T05:06:35.002-07:00</updated><title type='text'>MAKNA SARASWATI 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SnbSZBptVOI/AAAAAAAAATI/-kEP9EbUWOA/s1600-h/permata+surya.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 87px; height: 111px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SnbSZBptVOI/AAAAAAAAATI/-kEP9EbUWOA/s320/permata+surya.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365707333440460002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;CONSCIOUSNESS - KNOWLEDGE - NEEDS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESADARAN - ILMU PENGETAHUAN - KEINGINAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia dalam menjalani kehidupan sehari - hari berbekal rasa keinginan, keinginan inilah yang mendorong manusia itu berbuat sesuatu ( latar belakang ). Keinginan manusia tak terbatas, terbebas dari ruang dan waktu keinginannya.&lt;br /&gt;Didalam perkembangan sosial manusia itu terbentuklah aturan - aturan /hukum agar antar manusia tidak terjadi salah pengertian akan keinginan masing - masing, termasuk muncul filosofhy hidup yang dikembangkan agar manusia dapat mengekang segala keinginannya yang belum mampu untuk dicapai ( hukum agama ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebesaran jiwa manusia tercermin pada saat manusia itu mulai faham dan mengerti tentang pengekangan keinginan karena telah belajar ilmu pengetahuan, sehingga ilmu pengetahuan itulah yang dapat mengendalikan segala keinginannya. Ilmu pengetauhan sendiri dipakai juga akal budi manusia didalam melakukan penggalian dan pengembangan potensi alam dan potensi manusia itu sendiri sehingga terciptalah sebual hasil cipta karsa manusia yang dikenal dengan budaya/kebudayaan. Beda potensi berbeda juga budaya yang diciptakannya, ini menandakan budaya itu sangat tergantung dari potensi/kekayaan lokal daerahnya. Semakin luas wilayah semakin beraneka ragam pulalah budaya manusia, disisi lain secara positif mengandung makna baik, artinya semakin beragamnya budaya semakin kayalah khasanah budaya yang dimiliki wilayah tersebut, juga menunjukkan betapa tingginya tingkat penggalian potensi oleh karena manusia telah belajar dengan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin waktu berjalan, semakin jauh waktu pemeliharaan budaya, maka semakin jenuhlah manusia itu tentang budaya hasil penggalian leluhurnya. Kejenuhan manusia inilah yang menimbulkan sebuah pengikisan budaya itu, malahan ada yang meninggalkan karena mereka silau dengan budaya baru yang walaupun mereka tidak tahu pasti tujuan budaya itu ( jaman instan ). Berubah pulalah filosophy hidup manusia karena rongrongan budaya baru itu sehingga pengetahuan asli yang dimiliki tidak ada gunanya lagi dan begitu ditinggalkannya.&lt;br /&gt;Budaya baru belum tentu sesuai dengan potensi alam daerah yang menerima budaya baru itu, maka terjadilah tumpah tindih pola kehidupan, alam mulai tidak terpelihara, cara hidup mulai berubah, struktur sosial juga tergeser. Keadaan semacam ini sangat berbahaya, lebih bahaya lagi manusia itu tidak pernah faham lagi dengan kondisi dan ciri alam yang sedang dialami, malahan tidak pernah ingin tahu karena penggaruh budaya baru itu, celakanya manusia mulai saling menyalahkan dan saling berlomba akan kebenaranya masing -masing.&lt;br /&gt;Akhir jaman manusia tampak, mulailah adanya seleksi alam dan manusia oleh Sang Penguasa Alam ( TUhan ), maka dari berbagai kelompok komunitas sosial mulai bermunculan sebuah kesadaran ( consciousness )akan kembalinya ke budaya sejati yang digali oleh leluhur terdahulu sehingga diharapkan akan mampu mengembalikan keadaan alam dan manusia kembali ke wujud dan filosophy aslinya yaitu menggali dan mngembangkan potensi alam sesuai dengan corak dan kondisi alam yang sesuai dengan jaman pada saat leluhur itu menciptakan budayanya. Kesadaran akan kembalinya kebudaya leluhur yang hakiki itu dapat disebut dengan nama &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;spiritualitas. Kondisi seperti ini diharapkan tidak lagi tergantung pada aturan - aturan yang dibuat sebelumnya, serta mulailah melakukan sesuatu dengan mengurangi beban hidup, apalagi menggunakan kemampuan yang dihasilkan oleh budaya yang bukan milik leluhur itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sekelumit hubungan antara keinginan-pengetahuan dan kesadaran yang merupakan perenungan pada hari raya Saraswati tahun 2009, semoga dapat menambah khasanah pemikiran dan wawasan kita semua...rahayu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-7265031576002223738?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/7265031576002223738/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/08/makna-saraswati-2009.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/7265031576002223738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/7265031576002223738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/08/makna-saraswati-2009.html' title='MAKNA SARASWATI 2009'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SnbSZBptVOI/AAAAAAAAATI/-kEP9EbUWOA/s72-c/permata+surya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-4877028877354881378</id><published>2009-07-28T06:31:00.000-07:00</published><updated>2009-08-03T06:36:31.672-07:00</updated><title type='text'>MEDITASI SURYA REDITE - FAJAR BARU BANYU PINARUH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Sm8DPo42DdI/AAAAAAAAASY/4xWsMbEJ0xU/s1600-h/dewa+surya.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Sm8DPo42DdI/AAAAAAAAASY/4xWsMbEJ0xU/s320/dewa+surya.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363509248430312914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 1 Agustus 2009 adalah Hari Raya Hindu yaitu Saraswati dengan mengandung makna hari turunya anugrah spirit ilmu pengetahuan. Dengan makna inti pengejahwantahanan ilmu pengetahuan pada kehidupan ini maka setidaknya manusia khususnya yang berkeyakinan hindu harus mempunyai konsep bahwa ilmu pengetahuan adalah merupakan pintu kebahagiaan hidup yang paling hakiki, materialisme hanyalah sarana bukanlah tujuan pokok hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya adalah hari banyupinaruh/penyucian diri yang biasanya dilakukan pengelukatan disumber air ataupunan dilaut, ini mengandung makna bahwa setelah anugrah ilmu pengetahuan turun maka jasad raga ini juga harus dibersihkan sebagai stana kesucian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealisme baru dijaman ini , yaitu melaksanakan pembersihan dengan pengelukatan fajar surya dengan melakukan meditasi surya redite, ini mengandung makna bahwa alam yang didalamnya ada air sebagai pembersihan sebelumnya sudah tidak layak lagi karena sudah tercemar oleh kebiadaban manusia yang tidak mampu memelihara dan menjaganya, selanjutnya air tersebut sedang disimpan dalam wadah oleh para Dewa dan Bathara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari yang tak pernah tersentuh oleh manusia sekarang mengambil posisinya...untuk itu akan dilaksanakan meditasi surya redite  dimulai tanggal 2 agustus 2009 ini dengan konsep dasar kembali kepenggalian meditasi leluhur 750 tahun yang lalu dengan tujuan membenahi alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wejangan pada saat melakukan meditasi surya berawal dari :&lt;br /&gt;Dewa Ciwa    : Disiplin dan Tangguh dalam segala kondisi&lt;br /&gt;Hyang Budha  : Cinta Kasih dan Welas Asih&lt;br /&gt;Ibu Pertiwi  : Eling dengan Asal muasal / leluhur&lt;br /&gt;Dewa Surya   : Anugrah zaman ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Meditasi Surya Redite&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap sempurna&lt;br /&gt;Konsentrasi kesatu titik&lt;br /&gt;Pejamkan mata pelan - pelan&lt;br /&gt;Tangan Cakupkan di dada&lt;br /&gt;Buka mata pelan - pelan&lt;br /&gt;Usapkan telapak tangan keseluruh tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga teranugrahi...Om Surya ya namo namah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-4877028877354881378?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/4877028877354881378/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/07/fajar-banyupinaruh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/4877028877354881378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/4877028877354881378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/07/fajar-banyupinaruh.html' title='MEDITASI SURYA REDITE - FAJAR BARU BANYU PINARUH'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Sm8DPo42DdI/AAAAAAAAASY/4xWsMbEJ0xU/s72-c/dewa+surya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-6368329565568316441</id><published>2009-07-28T05:20:00.000-07:00</published><updated>2009-07-28T05:37:09.307-07:00</updated><title type='text'>CIWA BUDHA UNITY</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Sm7w2iYCIaI/AAAAAAAAASA/tVcSFJoQxF0/s1600-h/bola.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 115px; height: 115px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Sm7w2iYCIaI/AAAAAAAAASA/tVcSFJoQxF0/s320/bola.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363489025976050082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kesaya ikang papa...nehan ikang praya jana; Pada saat Sutasoma akan menduduki tahta,dimana beliau bingung untuk menentukan keadilan kepada rakyatnya,untuk itu beliau turun kemasyarakat dan merasakan derita dan papa rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegang teguhlah pada kebenaran yang abadi yaitu mampu menyatukan perbedaan dengan inti pokok kasih sayang ; om,swastiyaustu..assalam walaikum..haleluya dan amitaba dengan tidak ada batasan ruang dan waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debaran jantung hendaknya dirasakan oleh jiwa, maka dengan irama detak jantung yang ideal dan didengar oleh jiwa yang tulus, jiwa yang lemah akan berubah menjadi jiwa yang kuat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azas Sundaram ( rasa seni ) inilah jalan pokok agar dapat merasakan sebuah perbedaan dan mampu menyelami intinya...maka ciwa budha unity...Bhineka tunggal Ika&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-6368329565568316441?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/6368329565568316441/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/07/ciwa-budha-unity.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/6368329565568316441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/6368329565568316441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/07/ciwa-budha-unity.html' title='CIWA BUDHA UNITY'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Sm7w2iYCIaI/AAAAAAAAASA/tVcSFJoQxF0/s72-c/bola.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-895784753670094402</id><published>2009-07-23T00:04:00.000-07:00</published><updated>2009-07-23T01:21:18.428-07:00</updated><title type='text'>SABDA  AKHIR DJAMAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SmgdQ8A6nNI/AAAAAAAAARQ/LlVODFXih2s/s1600-h/durgadewi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 119px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SmgdQ8A6nNI/AAAAAAAAARQ/LlVODFXih2s/s200/durgadewi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361567533209656530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PIKULMU BERAT&lt;br /&gt;JASATMU RINGAN&lt;br /&gt;WAJAHMU NAMPAK&lt;br /&gt;KAKIMU TERIKAT&lt;br /&gt;LENGANMU MELAMBAI - LAMBAI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-895784753670094402?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/895784753670094402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/07/sabda-akhir-djaman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/895784753670094402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/895784753670094402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/07/sabda-akhir-djaman.html' title='SABDA  AKHIR DJAMAN'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SmgdQ8A6nNI/AAAAAAAAARQ/LlVODFXih2s/s72-c/durgadewi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-3610164769944237398</id><published>2009-07-22T23:31:00.000-07:00</published><updated>2009-07-22T23:59:10.044-07:00</updated><title type='text'>KARMA DAN CARU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SmgHCkGVYbI/AAAAAAAAARA/g9PKi3DEt2E/s1600-h/carublog.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 177px; height: 132px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SmgHCkGVYbI/AAAAAAAAARA/g9PKi3DEt2E/s200/carublog.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361543097015951794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;aktifitas manusia diatas dunia ini sangat berpengaruh terhadap perputaran alam ( Dewa dan Malaikat ) berserta isinya, termasuk posisi Tuhan didalam mengendalikan alam dan manusia. Tumbuh - tumbuhan adalah mahluk pertama dan paling sensitif didalam menerima rangsangan dari kejadian dan keanehan alam, dapat dilihat dari keadaan tumbuhan dalam kondisi kepekaannya, tetapi terkadang manusia sendiri tak pernah menanggapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peranan manusia dalam proses keseimbangan dengan alam sebenarnya bisa dilakukan dengan bekerjasama dengan binatang, dalam hal ini ketulusan seekor binatang agar dirinya dapat dijadikan kurban ( caru ) sesungguhnya dapat merubah sebuah bencana seperti kekeringan,paceklik begitupula sebaliknya banjir bandang dan gempa bumi. Ketulusan seekor binatang ini dapat diwujudkan dengan dia datang sendiri tanpa harus dikejar - kejar bahkan diperangkap terlebih dahulu, baru selanjutnya dijadikan kurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktifitas manusia didalam hubungannya dengan alam dan Tuhan inilah yang menjadi penentu perputaran alam yang ideal, manusialah sebenarnya menjadi poros utama alam ini karena tergantungnya alam terhadap aktifitas manusia sangat tinggi. Termasuk para Dewa dan Malaikatpun tanpa ritual suci dari manusia tidak akan dapat menjalankan perputaran roda alam dengan baik, terbukti dengan tugas manusia pada bulan purnama dan bulan mati ( tilem ). &lt;br /&gt;Untuk itu seandainya manusia terhenti sejenak melakukan kegiatan yang bersifat keagamaan / ritual maka dapat dibayangkan keadaan alam ini seperti apa.&lt;br /&gt;Dapat kami sebutkan jenis ritual yang dapat dilaksanakan oleh manusia seperti :&lt;br /&gt;1. Bajaan / menyanyikan lagu - lagu pujian kepada Tuhan&lt;br /&gt;2. Japam / Menyebut nama suci Tuhan&lt;br /&gt;3. Upacara keagamaan / Upakara&lt;br /&gt;4. Menyembah Tuhan /Bhakti&lt;br /&gt;5. Pengendalian diri /Bhrata&lt;br /&gt;6. Berkonsentrasi kepada Tuhan / Yoga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu janganlah sampai kita terhenti melakukan ritual - ritual tersebut diatas agar alam ini  dapat berjalan sesuai dengan rotasinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-3610164769944237398?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/3610164769944237398/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/07/karma-dan-caru.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/3610164769944237398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/3610164769944237398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/07/karma-dan-caru.html' title='KARMA DAN CARU'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SmgHCkGVYbI/AAAAAAAAARA/g9PKi3DEt2E/s72-c/carublog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-221873682156466824</id><published>2009-07-20T20:19:00.000-07:00</published><updated>2009-07-20T20:23:45.687-07:00</updated><title type='text'>BUDAKELING ...PANCANGAN TOMBAK AKHIR JAMAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SmU0po0w7tI/AAAAAAAAAQ4/iDqkYmzw33o/s1600-h/budha+om.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 149px; height: 142px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SmU0po0w7tI/AAAAAAAAAQ4/iDqkYmzw33o/s200/budha+om.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360748821392453330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Membangun Citra Agung Persatuan Bangsa Indonesia melalui perjalanan suci ke Tatar Sunda dari Tepi Timur Budhakeling &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUDAKELING dharma di zaman Kali yang gelap ini, ia adalah cahaya terakhir dari dunia ini. Keberadaannya di ''muka'' (bahasa setempat: prarai) Gunung Agung-- gunung tertinggi di Bali, menyebabkan desa ini selalu berada di bawah pengawasan bayang-bayang kesadaran mahkota, makuta mandita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran agama yang melampaui Hindu-Budha menuju persatuan yang agung. Sutasoma menancapkan kaki-kakinya di pusaran desa trah Mpu Tantular pengarang Kakawin ''Bhinneka Tunggal Ika''. Sutasoma moyang Danghyang Astapaka penemu citra pertiwi Budakeling. Desa seharusnya bangkit dan mampu melakukan tugas besar bhawanamayiprajnya memimpin ritual kesadaran yang sebenar-benarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa dijadikan kota satelit suci tempat pengembangan idealisme budaya adicita adistana, aksara merancang masa depan surgawi. Di desa adistana Budakeling inilah segera akan diadakan sebuah ritus baru Bhawanamayiprajnya, Tarpanadhatu, membangun pikiran murni. Selanjutnya, membaca Manggala dan teks Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular. Persembahan Mahawinduprasapta tujuh abad Bhinneka Tunggal Ika, penghormatan terhadap nilai sejarah eksistensi bangsa, Indonesia-Mahardika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan murni dari tradisi besar yang pernah dimiliki oleh bangsa ini dan yang masih terwariskan di Bali dengan spirit panunggalan siwa-budha-tatwa-- sinkritisme hindu-budha-awatara, sintesa sistematik baru spirit-ilmu-taksu. Sebuah perjalanan panjang lintasan spirit zaman telah semestinya menjadikan pulau ini sebagai surga dewata masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada satupun kebudayaan di dunia ini yang lepas dari agama. Hasil kebudayaan adalah persembahan agama dan pertahanan hidup bangsa. Karya Sutasoma adalah persembahan Mahakawya Yogiswara Mpu Tantular terhadap bangsa dan Ketuhanan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah karya besar yang dikarang oleh pujangga dari kerajaan Majapahit tujuh abad yang lalu, akan kembali digemakan dengan suara mahabajra, suara cakra pranawa, sapta ongkara, tujuh api, tujuh samadi. Memperingati mahawinduprasapta tujuh abad bhinneka tunggal ika tan hana dharma mangrwa. Siapapun di antara putra putri bangsa ini segera dapat mengetahui dan mengenang kembali betapa sebuah negara dibangun dengan falsafah panca sila--  dengan slogan ''Bhinneka Tunggal Ika'' oleh para pendiri the founding father Soekarno, Hatta, dan Mohamad Jamin, 60 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mpu Tantular adalah seorang di antara mahakawia penyair terbesar yang pernah dimiliki bangsa ini. Dari karyanya, Kakawin Sutasoma (Porusadasanta), mengalir benih-benih kesadaran muasal dan universal itu membangun citra agung persatuan seluruh bangsa Indonesia. Berbeda tetapi tetap satu Indonesia Merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca merdeka semestinya Mahardika. Mungkin kita telah hampir lupa, bahwa kendaraan kesadaran yang dimiliki bangsa ini telah merasuki pintu hilir eutopia hiperealistik dan hegemoni baratisasi, yang didominasi adikuasa (dengan rujukan superpower Amerika). Namun ujung kesadaran utama milik bangsa sesungguhnya ada di pintu hulu adistana (superideal, merujuk prinsip kemurnian pribadi, mandala dharma, dan atau mandala-mandala desa). Sebagai wujud kuasa surgawi-- Ketuhanan Yang Maha Esa sebagaimana tersurat butir pertama Pancasila. Jika demikian betapapun nilai-nilai keutamaan bangsa itu tak pernah akan tercampakkan sedemikian rupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momentum naramangsa pramangsa zaman kali ini sebagai perlambang-- manusia pemakan atau sebaliknya pemakan manusia  sesungguhnya menantang kita untuk berpikir, merenung, merefleksi sejarah masa lalu dan memproyeksikan ke depan. Segala kemampuan diperlukan untuk tranformasi dan transmisi nilai-nilai budaya yang bertumbuh terus dengan semangat pembaruan semesta (Ongkarapranawa). Hidup bhawanamaya adalah sebuah yadnya, persembahan demi kebaikan dan keharmonisan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan, pemujaan (achara) adalah evolusi kesadaran yang bergerak dari pemujaan eksternal (lahiriah, eksoteris) menuju pemujaan yang lebih tinggi (internal, esoteris). Dari praktek keagamaan yang bergerak ke luar (nirwrttimarga) mengarah ke praktek pemujaan yang bergerak ke dalam (prawrttimarga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah kita telah melangkah menuju kemerdekaan yang mahardika? Mahawinduprasapta adalah sebuah ''bom waktu'' Pangutpati, hidup kembali, untuk manusia yang berkesadaran murni (bhawanamaya).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-221873682156466824?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/221873682156466824/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/07/budakeling-pancangan-tombak-akhir-jaman.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/221873682156466824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/221873682156466824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/07/budakeling-pancangan-tombak-akhir-jaman.html' title='BUDAKELING ...PANCANGAN TOMBAK AKHIR JAMAN'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SmU0po0w7tI/AAAAAAAAAQ4/iDqkYmzw33o/s72-c/budha+om.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-3119580173591191099</id><published>2009-07-20T19:52:00.000-07:00</published><updated>2009-07-28T07:44:17.569-07:00</updated><title type='text'>WEJANGAN KYAI TUNGGUL JAYA AMONG ROGO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Sm8OmrAB2mI/AAAAAAAAASo/LPkFQYRozNs/s1600-h/kaligrafi+semar.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 118px; height: 118px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Sm8OmrAB2mI/AAAAAAAAASo/LPkFQYRozNs/s320/kaligrafi+semar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363521738762213986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SmUv3BYrEXI/AAAAAAAAAQs/HBIvf41t06I/s1600-h/semar+warna.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 119px; height: 120px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SmUv3BYrEXI/AAAAAAAAAQs/HBIvf41t06I/s200/semar+warna.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360743553765675378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Marilah dalam melangkah di jalan kebenaran, kita menyatukan langkah. Membuka pikiran dan pendengaran, bagi manusia-manusia yg terpanggil kejalan kebenaran. Marilah kita mengheningkan diri sejenak untuk berintrospeksi : Sudah layakkah kita dalam memutuskan untuk kembali ?Apakah yg mendorong saya untuk memilih tujuan yang sekarang ini. Kemegahan ? Cari aman ? Kebenaran murni ? Atau APA !&lt;br /&gt;Apakah karena gantharwa menjanjikan apa yg saya cari ?Ataukah justru karena saya tidak tahu apa yg dicari ?&lt;br /&gt;Jawaban pertama yg muncul di hati kita tadi... adalah jawaban yg paling jujur.Yang mengerti... mengertilah !Manusia sebenarnya diciptakan untuk satu tujuan. Kita diciptakan dalam satu kesatuan. Tetapi mengapa kita menempuh jalan yg berbeda-beda ?Manusia diberi satu lentera, satu terang cahaya. Mengapa masih tidak tahu jalan. Apalagi yang harus dicari? Manusia sebenarnya diberi bekal, kenapa dibuang sia-sia. Bukannya bekal2tadi dipakai untuk kembali kepada-Nya. Mengapa kita hanya bermain-maindengan bekal2 yg kita miliki? Sekarang ini adalah masa koreksi terhadap apa yg kita jalani. Karena kita akan menjalani masa-masa dimana kita harus memilih satu pilihan. Pilihan di tahun ini tak bisa ditolak, mau tak mau harus diambil. Bilapilihan yg diambil adalah pilihan yg benar, manusia itu akan menjadi anak-anak yg mendahului zaman. Tetapi bila yg diambil adalah pilihan yg salah, sesungguhnya tak akan lagi ada kesempatan seperti ini dalam waktu dekat.&lt;br /&gt;Seperti wejangan Kyai Ganjel tadi tentang pengertian sikap seseorang sebagai reaktor positif, orang itu tidak menderita dalam menanggung beban (pengorbanan) karena bertindak didasari cinta. Biarkanlahbila orang-orang lain merasa kasihan dengan apa yg kita tanggung. Janganlah mengasihani diri sendiri. Menjadi manusia Jawa bukanlah menjadi manusia yg cengeng. Kita sebagai Jawa bukanlah orang yg lemah, yg menganggap selalu dikasihi. Lebih baik orang-orang lain merasa kasihan pada diri kita daripada kita yg merasa kasihan pada diri sendiri.&lt;br /&gt;Karena apa yang sesungguhnya perlu dikasihani pada orang Jawa? Orang Jawa itu berkelimpahan.Berkelimpahan dalam kekuasaan dan kesederhanaan... bukan dalam kesombongan. Bukan berkelimpahan dalam kebodohan. Bukan berkelimpahandalam ketakutan.Kita diharuskan berani mengatakan bahwa kita adalah orang Jawa dengan kaweruh jawa yg sejati... dengan taruhannya nyawa kita. Peranan yg akan kita emban bukanlah dalam kelompok, melainkan masing2 kita menjadi garam di lingkungannya. Setiap pribadi musti mempunyai pengaruh di lingkungannya. Tidak ada gunanya bila sama sekali tidak mempunyai pengaruhbagi lingkungannya.Ketahuilah ketakutan itu merupakan bentuk lain dariketidakmengertian/kebodohan. Apakah gantharwa berai menerima tanggungjawab untuk menyampaikan kawruh jawa yg sejati?&lt;br /&gt;Menjadi orang Jawa tidak ada yg besar atau kecil, karena semuanyasama. Karena semuanya yg berperan adalah Gusti sendiri. Kita tidak akan pernah di-BESAR-kan atau di-KECIL-kan. Yang ada adalah kelimpahan sangGusti. Ketidakmampuan kita adalah kemampuan sang Gusti. Ketidakpandaiankita adalah kepandaian sang Gusti. Bentuk penawaran yang ada adalah menjalankan kawruh jawa yg sejatiatau menerima kelimpahan di luar itu. Menjadi Jawa adalah mampu melihatapa yg telah kita lakukan dan mampu melihat apa yg harus kita lakukan...atau juga apa yg tidak boleh untuk dilakukan. Jika belum mengetahui hal itu, apakah gunanya lahir kembali? Berarti tidak ada kelahiran kembali.&lt;br /&gt;Tidak ada gunanya kita begitu banyak, tetapi tidak bisa menggarami apa ygharus digarami. Karena diantara seluruh umat manusia, hanya sedikit yg ingin kembali pada sang Gusti. Dari sedikit yg ingin kembali, hanya sedikit yg mengerti. Dari sedikit yg mengerti... hanya sedikit yg sampai. Kenyataannya manusia hanya mengerti sebatas dia sebagai manusia. Seperti sang Bima dan Dewa Ruci dalam cerita permenungan tadi. Tugas kita masing-masing adalah mencari Dewa Ruci kita sendiri-sendiri. Sesudah bertemu, tanyakanlah tugas kita apa yg harus dilakukan.Sesuatu sikap di alam manusia demikian juga halnya di alam Roh.&lt;br /&gt;Ketidaksopanan sebagai manusia juga berarti ketidaksopanan sebagai Roh. Ketidakmampuan mendengar di alam manusia, berarti ketidakmengertian di alam Roh. Bahkan ketidaktahu-maluan di alam manusia juga berarti ketidakmampuan menerima rahmat di alam Roh. Di dalam pengertian Jawa tidak ada neraka... tidak ada hukuman. Yang ada adalah ketololan dan kebodohan karena kita tidak mengerti. Tidak ada tempat bagi manusia Jawa yg lemah atau tidak mengerti. Seperti telur-telur di sarang induk ayam. Waktunya untuk menetas lalu berkotek-kotek sepertiinduk ayam... dan mencari makanan bersama sang induk. Kemudian nantinyamenjadi induk bagi telur dan anak-anak ayam. Tidak ada lagi seturusnya berada dalam lindungan sarang atau induk ayam.&lt;br /&gt;Telur yg tidak menetas akan dibuang. Keluarga gantharwa diberi kesempatan memilih. Apakah kita benar-benar akan berada di jalan ini atau keluar? Bulan-bulan inilah saat kita paling baik untuk merenung, melihat "kedalam". Selama ini di gantharwa kalian lebih banyak melihat "ke luar".S ekarang cobalah untuk melihat "ke dalam". Pakailah mata ketiga untuk bercermin, melihat pribadi kita sendiri. Pakailah suara hati untuk mendengarkan diri sendiri... mendengarkan DewaRuci kita masing-masing .Kalau sudah tahu dengan pasti kemana tujuan dan kemana harus melangkah...tentu tidak akan pernah ragu-ragu dalam mengajak orang lain mengikuti kita. Namun jika kita sendiri masih ragu, belum yakin dengan jalan kita...bagaimana kita bisa mantap mengajak orang-orang lain di jalan kita. Cobalah ukuran-ukuran yg sering kita pakai untuk mengukur orang lain, dipakai untuk mengukur diri sendiri. Pakailah ukuran-ukuran itu untuk mengukur diri kita sendiri.&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yg tidak mungkin disampaikan pada malam ini.Pengertian2 tentang kasampurnan, pengertian2 tertinggi kepada sangGusti sendiri, karena dengan pengertian2 ini...apa yang mati akan menjadi hidup,apa yang gelap menjadi terang,kawula akan bertemu dengan Gusti,bahkan kawula menjadi Gusti...dalam kemanunggalan Kawula lan Gusti.&lt;br /&gt;"Ttd Kyai Tunggul Jaya Among Raga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MISTERI SANG HYANG WENANG ( SEMAR )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semar dalam bahasa Jawa (filosofi Jawa) disebut Badranaya&lt;br /&gt;• Bebadra = Membangun sarana dari dasar&lt;br /&gt;• Naya = Nayaka = Utusan mangrasul&lt;br /&gt;Artinya : Mengemban sifat membangun dan melaksanakan perintah Allah demi kesejahteraan manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Javanologi : Semar = Haseming samar-samar&lt;br /&gt;Harafiah : Sang Penuntun Makna Kehidupan&lt;br /&gt;tangan kanannya keatas dan tangan kirinya kebelakang. Maknanya : “Sebagai pribadi tokoh semar hendak mengatakan simbul Sang Maha Tunggal”. Sedang tangan kirinya bermakna “berserah total dan mutlak serta sekaligus simbol keilmuan yang netral namun simpatik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Domisili semar adalah sebagai lurah karangdempel / (karang = gersang, dempel = keteguhan jiwa).&lt;br /&gt;Rambut semar “kuncung” (jarwadasa/pribahasa jawa kuno)&lt;br /&gt;maknanya hendak mengatakan : akuning sang kuncung = sebagai kepribadian pelayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semar sebagai pelayan mengejawantah melayani umat, tanpa pamrih, untuk melaksanakan ibadah amaliah sesuai dengan sabda Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semar barjalan menghadap keatas maknanya : “dalam perjalanan anak manusia perwujudannya ia memberikan teladan agar selalu memandang keatas (sang Khaliq ), yang maha pengasih serta penyayang umat”.&lt;br /&gt;Kain semar Parangkusumorojo: perwujudan Dewonggowantah (untuk menuntun manusia), agar memayuhayuning bawono : menegakan keadilan dan kebenaran di bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAYA adalah sebuah cahaya hitam. Cahaya hitam tersebut untuk menyamarkan segala sesuatu.&lt;br /&gt;Yang ada itu sesungguhnya tidak ada.&lt;br /&gt;Yang sesungguhnya ada, ternyata bukan.&lt;br /&gt;Yang bukan dikira iya.&lt;br /&gt;Yang wanter (bersemangat) hatinya, hilang kewanterane (semangatnya), sebab takut kalau keliru.&lt;br /&gt;Maya, atau Ismaya, cahaya hitam, juga disebut SEMAR artinya tersamar, atau tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam cerita pewayangan, Semar adalah putra Sang Hyang Wisesa, ia diberi anugerah mustika manik astagina, yang mempunyai 8 daya, yaitu:&lt;br /&gt;1. tidak pernah lapar&lt;br /&gt;2. tidak pernah mengantuk&lt;br /&gt;3. tidak pernah jatuh cinta&lt;br /&gt;4. tidak pernah bersedih&lt;br /&gt;5. tidak pernah merasa capek&lt;br /&gt;6. tidak pernah menderita sakit&lt;br /&gt;7. tidak pernah kepanasan&lt;br /&gt;8. tidak pernah kedinginan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan daya tersebut diikat pada rambut yang ada di ubun-ubun atau kuncung. Semar atau Ismaya, diberi beberapa gelar yaitu; Batara Semar, Batara Ismaya, Batara Iswara, Batara Samara, Sanghyang Jagad Wungku, Sanghyang Jatiwasesa, Sanghyang Suryakanta. Ia diperintahkan untuk menguasai alam Sunyaruri, atau alam kosong, tidak diperkenankan menguasi manusia di alam dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di alam Sunyaruri, Batara Semar dijodohkan dengan Dewi Sanggani putri dari Sanghyang Hening. Dari hasil perkawinan mereka, lahirlah sepuluh anak, yaitu: Batara Wungkuam atau Sanghyang Bongkokan, Batara Siwah, Batara Wrahaspati, Batara Yamadipati, Batara Surya, Batara Candra, Batara Kwera, Batara Tamburu, Batara Kamajaya dan Dewi Sarmanasiti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak sulung yang bernama Batara Wungkuam atau Sanghyang Bongkokan mempunyai anak cebol, ipel-ipel dan berkulit hitam. Anak tersebut diberi nama Semarasanta dan diperintahkan turun di dunia, tinggal di padepokan Pujangkara. Semarasanta ditugaskan mengabdi kepada Resi Kanumanasa di Pertapaan Saptaarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan Munculnya Semarasanta di Pertapaan Saptaarga, diawali ketika Semarasanta dikejar oleh dua harimau, ia lari sampai ke Saptaarga dan ditolong oleh Resi Kanumanasa. Ke dua Harimau tersebut diruwat oleh Sang Resi dan ke duanya berubah menjadi bidadari yang cantik jelita. Yang tua bernama Dewi Kanestren dan yang muda bernama Dewi Retnawati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewi Kanestren diperistri oleh Semarasanta dan Dewi Retnawati menjadi istri Resi Kanumanasa. Mulai saat itu Semarasanta mengabdi di Saptaarga dan diberi sebutan Janggan Semarsanta. Sebagai Pamong atau abdi, Janggan Semarasanta sangat setia kepada Bendara (tuan)nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia selalu menganjurkan untuk menjalani laku prihatin dengan berpantang, berdoa, mengurangi tidur dan bertapa, agar mencapai kemuliaan.&lt;br /&gt;Banyak saran dan petuah hidup yang mengarah pada keutamaan dibisikan oleh tokoh ini. Sehingga hanya para Resi, Pendeta atau pun Ksatria yang kuat menjalani laku prihatin, mempunyai semangat pantang menyerah, rendah hati dan berperilaku mulia, yang kuat di emong oleh Janggan Semarasanta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dikatakan bahwa Janggan Semarasanta merupakan rahmat yang tersembunyi. Siapa pun juga yang diikutinya, hidupnya akan mencapai puncak kesuksesan yang membawa kebahagiaqan abadi lahir batin.&lt;br /&gt;Dalam catatan kisah pewayangan, ada tujuh orang yang kuat di emong oleh Janggan Semarasanta, yaitu; Resi Manumanasa sampai enam keturunannya, Sakri, Sekutrem, Palasara, Abiyasa, Pandudewanata dan sampai Arjuna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sedang marah kepada para Dewa, Janggan Semarasanta katitisan oleh eyangnya yaitu Batara Semar. Jika dilihat secara fisik, Semarasanta adalah seorang manusia cebol jelek dan hitam, namun sesungguhnya yang ada dibalik itu ia adalah pribadi dewa yang bernama Batara Semar atau Batara Ismaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Batara Semar tidak diperbolehkan menguasai langsung alam dunia, maka ia memakai wadah Janggan Semarasanta sebagai media menitis (tinggal dan menyatu), sehingga akhirnya nama Semarasanta jarang disebut, ia lebih dikenal dengan nama Semar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti telah ditulis di atas, Semar atau Ismaya adalah penggambaran sesuatau yang tidak jelas tersamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ada itu adalah Semarasanta, tetapi sesungguhnya Semarasanta tidak ada.Yang sesungguhnya ada adalah Batara Semar, namun ia bukan Batara Semar, ia adalah manusia berbadan cebol,berkulit hitam yang bernama Semarasanta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar, ia adalah Semarasanta, tetapi yang diperbuat bukan semata-mata perbuatan Semarasanta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-3119580173591191099?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/3119580173591191099/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/07/wejangan-kyai-tunggul-jaya-among-rogo.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/3119580173591191099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/3119580173591191099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/07/wejangan-kyai-tunggul-jaya-among-rogo.html' title='WEJANGAN KYAI TUNGGUL JAYA AMONG ROGO'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Sm8OmrAB2mI/AAAAAAAAASo/LPkFQYRozNs/s72-c/kaligrafi+semar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-5310555425857427048</id><published>2009-07-20T17:10:00.000-07:00</published><updated>2010-09-07T09:10:14.968-07:00</updated><title type='text'>PERJALANAN MENUJU MAJELIS LALUHUR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TIZjx_jA8dI/AAAAAAAAArA/gfLpQ6ZZFSo/s1600/RASTI.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 301px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TIZjx_jA8dI/AAAAAAAAArA/gfLpQ6ZZFSo/s400/RASTI.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514204504284787154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TIZjxkYu5hI/AAAAAAAAAq4/HdfI2nZsTzE/s1600/pura+GS.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 301px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TIZjxkYu5hI/AAAAAAAAAq4/HdfI2nZsTzE/s400/pura+GS.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514204496993904146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PERJALANAN SUCI :&lt;br /&gt;SANGGAR PADEPOKAN RASMI SANCAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 2 Juli 2009 kami berangkat dari tepi timur Pulau Bali;halaman pasraman meru lempuyang Karangasem menuju Padepokan Majelis Leluhur Lereng selatan Gunung Salak Bogor Jawa Barat;&lt;br /&gt;Dengan menggenggam air suci titra lempuyang kami berhayun ke tatar sunda, diatas Gunung Bromo ( Brahma ) kami lewat hanya dengan ucapan astungkara panganjali kepadanya terus bergerak sampai melewati tanah jawi yang sedang merana duka mendalam dengan tetesan nanah perut mojokerto, kami hanya bisa mendengar tangisan itu..tak berdaya sekali, sesak, rintih...begitu malu dengan hawa yang menjijikan, "Kita tahu semua itu eyang,tapi gak dibolehkan aku yang yang bertindak"&lt;br /&gt;Kita berjalan lagi, sejenak menengok kehamparan Gunung Lawu, begitu mantapnya topo seorang leluhur dengan senyumnya mengandung arti " tak tunggu yo nduk" , sampe ketemu nang tatar sunda"..., begitu pula beliau - beliau yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tiba dipangkuan Maha Prabhu Siliwangi sebelum sang surya menampakkan diri / Matahari terbit, disambut dengan hawa harum semerbak ; seketika aku melirik dari mana sumber keharuman itu; tak kusangka arahnya datang dari pantat seorang mahatapa prabu siliwangi ( silit;pantat - wangi; harum ), oh.. begitu harumnya beliau, begitu kuatnya bertapa, sampai keluar bau harum dari bawah tapanya.&lt;br /&gt;Kita membersihkan badan, berkumur serta merapikan pakaian kita lalu serentak duduk pada samadi masing - masing. Dengan diantar oleh pandita suci dihadapan beliau kita memohon anugrah serta menyampaikan pesan sungkem dari umat yang lupa akan keberadaan beliau khususnya ditanah jawi.&lt;br /&gt;Diakhir samadi muncul wahyu sejati dari bhatara, beliau berpesan bahwa; " hati - hatilah melangkah, menyeberang, air akan menuju daratannya " dst .&lt;br /&gt;Setelah selesai kita semua mohon ijin pamit menuju padepokan Majelis Leluhur yang berlokasi dibalik pertapaan Prabu Siliwangi Gunung Salak , sesampai kita disana disambur isak tangis bahagia oleh para warga disana seakan- akan bertemu saudara yang lama tak kunjung pulang. Kita dijamu dan membersihkan diri seperti rumah sendiri.&lt;br /&gt;Akhirnya malam renunganpun mulai, yang juga dihadiri oleh aliansi bhinekatunggal ika, Komunitas penekun spiritual samiaji, warga Baduwi serta pinisepuh padepokan majelis leluhur Bogor.&lt;br /&gt;Inti dari sarasehan renungan itu adalah;&lt;br /&gt;1. Sabda Uyut Padepokan bahwa; Pancasila menjadi pengayom semua agama, hanya dengan &lt;br /&gt;   Pancasila kita bisa hidup rukun dan damai di Tanah Indonesia ini ( th 1578 - th &lt;br /&gt;   1978 ) 500 th Gomo Budhi.&lt;br /&gt;2. Muncul wacana ; Kita orang indonesia yang beragama X, Bukan Agama X yang &lt;br /&gt;   berdomisili di Indonesia ( artinya berbeda ); aliansi bineka tunggal ika&lt;br /&gt;3. Kesepakatan akan menguatkan budaya leluhur didalam menopang jati diri yang &lt;br /&gt;   bersumberkan agama masing - masing untuk dapat mengaktualisasikan nilai - nilai &lt;br /&gt;   dalam kehidupan sehari - hari.&lt;br /&gt;4. Tanah Jawa memegang peranan penting dalam meniti jejak para leluhur demi &lt;br /&gt;   mewujudkan masyarakat indonesia kembali adil dan makmur (  Sabdo Palon Noyo &lt;br /&gt;   Genggong ; kita tidak akan miskin dikemudian hari, sesaji hanya mampu memindahkan&lt;br /&gt;   saja Bencana akan tetap terjadi)&lt;br /&gt;5. Kidung Pancaila dari padepokan majelis leluhur ; " banyak orang pinter dari &lt;br /&gt;   manusia yang ngerti "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak terasa Sang Surya muncul kembali, sarasehanpun selesai dengan pesan Dewi kWam In melalui raga Bunda Ratu Pertiwi ; Hati yang tulus,Tersenyumlah,Berderma/sedekah serta bersikap ramah pada semua mahluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya kita mohon ijin melanjutkan perjalanan menuju Eyang Sepuh Sundari (85th)di padepokannya.Kita disambut oleh beberapa juru kunci Gunung di Tanah Jawa. Disini kita hanya bersambut saja dengan rencana pasti melakukan perjalanan ritual di Gunung Lawu Jawa Tengah tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kita melakukan ritual purwa daksina diJakarta yaitu Pura Halim / timur, Pura Cinere / selatan, Pura Tanggerang / barat, Pura segara celincing / Utara. Dengan membawa pesan bahwa seandainya ada yang mau memuja Tuhan dan leluhur diPura ini walaupun dengan cara dan pakaian yang berbeda karena sesungguhnya tujuan mereka adalah sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah perjalanan suci ini, akhirnya kita pulang kembali ke Timur lagi/karangasem, dengan persiapan akan melakukan perjalanan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga perjalanan ini dapat bermamfaat untuk kita semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-5310555425857427048?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/5310555425857427048/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/07/perjalanan-menuju-majelis-laluhur.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/5310555425857427048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/5310555425857427048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/07/perjalanan-menuju-majelis-laluhur.html' title='PERJALANAN MENUJU MAJELIS LALUHUR'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TIZjx_jA8dI/AAAAAAAAArA/gfLpQ6ZZFSo/s72-c/RASTI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-2925181500013973475</id><published>2009-07-15T00:13:00.001-07:00</published><updated>2009-07-20T18:34:34.560-07:00</updated><title type='text'>KEBENARAN ADALAH GAIB</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SmUEpZZu0xI/AAAAAAAAAP8/iKIus4qjJUw/s1600-h/prabhu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SmUEpZZu0xI/AAAAAAAAAP8/iKIus4qjJUw/s200/prabhu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360696040694403858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SmUBN_cBVoI/AAAAAAAAAP0/AVdcH2CkOEA/s1600-h/vivekananda2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 109px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SmUBN_cBVoI/AAAAAAAAAP0/AVdcH2CkOEA/s200/vivekananda2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360692271333332610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SmT7tyNxmoI/AAAAAAAAAPs/tlUxCfzClQk/s1600-h/roh.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 192px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SmT7tyNxmoI/AAAAAAAAAPs/tlUxCfzClQk/s200/roh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360686220469967490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibaca Kitab Veda ( saduran Rg Veda, Sama Veda,Yajur Veda dan Atharw Veda) ; Pedoman Hidup Praktis, hal 312 dijelaskan bahwa:Kebenaran itu adalah 'gaib'.&lt;br /&gt;artinya sejauh pengetahuan yang kita gali tentang kebenaran ( pengetahuan ketuhanan ) bisa saja dilakukan,namun tetap kebenaran itu ada pada ruang ketuhanan yang bersifat gaib, agar kita sebagai manusia tetap menyisakan ruang dikepala kita untuk tempat tinggal Tuhan, ini menandakan betapa kecilnya kita dibandingkan dengan Tuhan.&lt;br /&gt;Terbukanya tafsir Veda dimasa kini menimbulkan semakin banyaknya sampradaya, disamping menandakan semakin tingginya minat umat terhadap pengetahuan ketuhanan bahkan dapat dikatakan pertanda jaman spiritualitas. Baiknya diharapkan semakin banyaklah umat yang melakukan kebajikan dan keharmonisan alam, jaman spiritualitas ini menandakan betapa hausnya umat akan pengetahuan. Tanda - tanda seperti ini mestinya juga dikembangkan kembalinya lahir Dhang Acarya ( Wiku ) dimasing - masing komunitas ( padukuhan/padepokan ). Pola pendidikan yang diajarkan dipadukuhan/padepokan/pasraman adalah menganut sistem pendidikan integrasi antara penggemblengan fisik, pengisian pengetahuan alam serta filosophi kehidupan yang bijak ( Kawisesan - Kaweruhan - Kewicaksanaan ); Tatwam - Ciwam - Sundaram. Nantinya diharapkan akan melahirkan para sarjana yang sujana serta berswadarma artinya mereka akan mampu melakukan kewajiban yang selalu mengedepankan pada idealisme masing - masing seperti :&lt;br /&gt;Guru /Brahmana yang suci adalah yang mampu  memberikan pengetahuan filosophi kehidupan;&lt;br /&gt;Birokrat/Ksatria yang membanggakan adalah kemampuan jiwa kenegarawanannya dan kemampuan mengatur kas negara dgn seadil - adilnya;&lt;br /&gt;Usahawan/Waysia yang terpuji adalah yang rela menyumbangkan hartanya untuk kemanusiaan dan Agama;&lt;br /&gt;Buruh/Sudra yang tangguh adalah mereka yang bekerja profesional dan setia pada perusahan tempat mereka bekerja;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KENAPA JUSTRU PENANAMAN NILAI - NILAI AGAMA SAAT INI JUSTRU BERTUMBUH KEMBANGNYA MUSIBAH DAN BENCANA DITANAH INI?&lt;br /&gt;Pengetahuan Ketuhanan yang diperoleh dengan belajar agama secara akademis tidak mampu menerobos masalah Alam karena di pendidikan akademis hanyalah berdasarkan kurikulum semata artinya semakin cepat bisa menghafal sudah dianggap pintar dan terpelajar ( untuk kalangan tertentu inilah tokoh agama ). Sebaliknya yang ada pada pola pendidikan filosophi yang dikembangkan dipasraman/padukuhan/padepokan ; pola pendekatan pengetahuan alam Fisik ( brahmandapurana )dengan ditambah pengetahuan alam non fisik ( Wraspathi purana tatwa )menjadikan kita semua sadar tentang betapa gaibnya alam yang kita pijak saat ini, dengan mengetahui kegaibannya mestinya kita sadar akan bagaimana cara memelihara dan menghormati ibu pertiwi ini termasuk gunung, danau, laut, hutan dengan segala isinya. &lt;br /&gt;Karenanya betapa tingginya pengetahuan agama yang dimiliki namun tidak melakukan penghormatan terhadap alam ini, sia -sialah pengetahuan itu.... karena alam ini sejatinya adalah tempat para l e l u h u r  kita semua. &lt;br /&gt;Hancurnya alam ini karena lupa akan leluhur yang menjadikan kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga para leluhur selalu dalam sikap tapanya, mendoakan kita semua dalam keadaan baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-2925181500013973475?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/2925181500013973475/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/07/kebenaran-adalah-gaib.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/2925181500013973475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/2925181500013973475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/07/kebenaran-adalah-gaib.html' title='KEBENARAN ADALAH GAIB'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SmUEpZZu0xI/AAAAAAAAAP8/iKIus4qjJUw/s72-c/prabhu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-6890225594172626397</id><published>2009-06-12T00:19:00.002-07:00</published><updated>2009-06-12T00:29:58.698-07:00</updated><title type='text'>SAMPAI TAK SADAR...WAW!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjID21cR0MI/AAAAAAAAAO8/wGm6e4Zmxng/s1600-h/ibu+Kepsek+ketakson.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjID21cR0MI/AAAAAAAAAO8/wGm6e4Zmxng/s200/ibu+Kepsek+ketakson.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346339948235706562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjID2rvsbYI/AAAAAAAAAO0/EhTJBYcZ9hU/s1600-h/mapang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjID2rvsbYI/AAAAAAAAAO0/EhTJBYcZ9hU/s200/mapang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346339945632787842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dirasakan oleh pregine ali - alit....waw ketakson!&lt;br /&gt;Bisa dimengerti gak? Ibu Kepala Sekolah tak sadar ikut menari pada saat memberi hadiah...waw!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-6890225594172626397?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/6890225594172626397/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/06/sampai-tak-sadarwaw.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/6890225594172626397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/6890225594172626397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/06/sampai-tak-sadarwaw.html' title='SAMPAI TAK SADAR...WAW!'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjID21cR0MI/AAAAAAAAAO8/wGm6e4Zmxng/s72-c/ibu+Kepsek+ketakson.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-1072633257043056674</id><published>2009-06-11T23:37:00.001-07:00</published><updated>2009-06-12T00:07:49.031-07:00</updated><title type='text'>SAGI SAGI DAN MEGIBUNGAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjH-I8MvEYI/AAAAAAAAAOA/jNCHZwtPFGE/s1600-h/beri+hadiah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjH-I8MvEYI/AAAAAAAAAOA/jNCHZwtPFGE/s200/beri+hadiah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346333662217441666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjH-IvVxvzI/AAAAAAAAAN4/FxYnY5eQgYE/s1600-h/megibungan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjH-IvVxvzI/AAAAAAAAAN4/FxYnY5eQgYE/s200/megibungan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346333658765705010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjH-Ik7HO-I/AAAAAAAAANw/C5U0z1bRfYc/s1600-h/tukang+olah+lawar.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjH-Ik7HO-I/AAAAAAAAANw/C5U0z1bRfYc/s200/tukang+olah+lawar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346333655969512418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjH-IV9PL2I/AAAAAAAAANo/fJVsL1HN52s/s1600-h/sagi+sagi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjH-IV9PL2I/AAAAAAAAANo/fJVsL1HN52s/s200/sagi+sagi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346333651951890274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjH-IBUWXWI/AAAAAAAAANg/bVj5c0GoaOA/s1600-h/gibunagn.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjH-IBUWXWI/AAAAAAAAANg/bVj5c0GoaOA/s200/gibunagn.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346333646411685218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagai dasar turunnya 'taksu' panitia juga mempersiapkan berupa segehan dan sagi - sagi ( Gibungan jangkep) agar sanghyang Taksu bersedia hinggap pada pregine ilen - ilen.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-1072633257043056674?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/1072633257043056674/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/06/sagi-sagi-dan-megibungan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/1072633257043056674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/1072633257043056674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/06/sagi-sagi-dan-megibungan.html' title='SAGI SAGI DAN MEGIBUNGAN'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjH-I8MvEYI/AAAAAAAAAOA/jNCHZwtPFGE/s72-c/beri+hadiah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-1469359534869525908</id><published>2009-06-11T22:51:00.000-07:00</published><updated>2009-06-11T23:35:55.893-07:00</updated><title type='text'>Ngayah pada Perpisahan Sekolah Dasar No.6 Bebandem</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjH2rSlADnI/AAAAAAAAANY/TYj-Z09AT14/s1600-h/taripuspamjali.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjH2rSlADnI/AAAAAAAAANY/TYj-Z09AT14/s200/taripuspamjali.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346325456247328370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjH2rK3x9tI/AAAAAAAAANQ/1I8uoDIvzV4/s1600-h/hanoman.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjH2rK3x9tI/AAAAAAAAANQ/1I8uoDIvzV4/s200/hanoman.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346325454178612946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjH2quwmZEI/AAAAAAAAANI/FUGz3rop5uI/s1600-h/seke+tabuh+janger.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjH2quwmZEI/AAAAAAAAANI/FUGz3rop5uI/s200/seke+tabuh+janger.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346325446632301634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjH2qUsEOVI/AAAAAAAAANA/eZcupqLarkc/s1600-h/seke+dag.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjH2qUsEOVI/AAAAAAAAANA/eZcupqLarkc/s200/seke+dag.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346325439633963346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjH2qI_fJYI/AAAAAAAAAM4/6q1FOuu3qHw/s1600-h/janger.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjH2qI_fJYI/AAAAAAAAAM4/6q1FOuu3qHw/s200/janger.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346325436494194050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Penghujung Tahun Ajaran Baru, anak - anak " Rasmi Sancaya" ngayah pada kegiatan perpisahan kenaikan kelas di Kampoeng Tohpati ;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-1469359534869525908?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/1469359534869525908/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/06/ngayah-pada-perpisahan-sekolah-dasar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/1469359534869525908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/1469359534869525908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/06/ngayah-pada-perpisahan-sekolah-dasar.html' title='Ngayah pada Perpisahan Sekolah Dasar No.6 Bebandem'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjH2rSlADnI/AAAAAAAAANY/TYj-Z09AT14/s72-c/taripuspamjali.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-5647488656823865845</id><published>2009-06-05T17:54:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T00:16:23.892-07:00</updated><title type='text'>SATU - SATU - SATU - SATU - - - - DARI TUHAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjIAbFpC-2I/AAAAAAAAAOo/SoR3zCIOGHQ/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 116px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjIAbFpC-2I/AAAAAAAAAOo/SoR3zCIOGHQ/s200/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346336173013007202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjIAa4DcISI/AAAAAAAAAOg/MaXMVIYDCro/s1600-h/vivekananda.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 102px; height: 141px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjIAa4DcISI/AAAAAAAAAOg/MaXMVIYDCro/s200/vivekananda.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346336169365610786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjIAaW_dvfI/AAAAAAAAAOY/1lZ4bO67lMc/s1600-h/jesus.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjIAaW_dvfI/AAAAAAAAAOY/1lZ4bO67lMc/s200/jesus.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346336160490569202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjIAaF4cvDI/AAAAAAAAAOQ/qDXblMGyT7k/s1600-h/buda+hero.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 88px; height: 124px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjIAaF4cvDI/AAAAAAAAAOQ/qDXblMGyT7k/s200/buda+hero.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346336155897740338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjIAaLkC0aI/AAAAAAAAAOI/_mrf4OTBtAM/s1600-h/wali+songo+islam.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 88px; height: 131px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjIAaLkC0aI/AAAAAAAAAOI/_mrf4OTBtAM/s200/wali+songo+islam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346336157422768546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-5647488656823865845?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/5647488656823865845/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/06/satu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/5647488656823865845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/5647488656823865845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/06/satu.html' title='SATU - SATU - SATU - SATU - - - - DARI TUHAN'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SjIAbFpC-2I/AAAAAAAAAOo/SoR3zCIOGHQ/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-2990672594221671344</id><published>2009-06-05T17:20:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T17:53:26.577-07:00</updated><title type='text'>POLITIK BERLANDASKAN IDEOLOGI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Sim94xhw0BI/AAAAAAAAAMM/m6R50swINSo/s1600-h/gandhi.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 107px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Sim94xhw0BI/AAAAAAAAAMM/m6R50swINSo/s200/gandhi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344011215917076498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Sim94pZtl7I/AAAAAAAAAME/pbEkA4yz-m4/s1600-h/sukarno.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 78px; height: 126px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Sim94pZtl7I/AAAAAAAAAME/pbEkA4yz-m4/s200/sukarno.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344011213735827378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hampir semua kalangan politik mempunyai ideologi,mungkin yang dimaksudkan itu hanyalah sebuah syarat pendirian lembaga politik,padahal sangat ideal sekali ideologi itu menjadi landasan politik termasuk didalamnya bernegara.&lt;br /&gt;Ideologi itu sebenarnya merupakan bagian terpenting didalam lembaga politik,bahkan menjadi inti politik itu sendiri,untuk itu politik yang baik adalah menjunjung tinggi ideologi yang dipegangnya.&lt;br /&gt;Saat ini ideologi hanyalah menjadi slogan latah lembaga politik,karena wacana ideologi ini hanya menjadi simbul sebuah lembaga politik,mereka cenderung terjebak dalam wilayah kepentingan materialisme belaka,sedangkan ideologi itu ada dalam wilayah spiritualisme, sangat ironis sekali kalau dibawa keranah ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu,kami punya pandangan berbeda terhadap ideologi yang ada sekarang ini yang dipergunakan oleh lembaga politik yang ada, pandangan kami adalah tidak terlepas dari pengaruh sosial kultur yang dominan saat ini,yaitu sebuah pengetahuan yang tidak berlandaskan filosophi. Kebenaran tanpa filosophi hanyalah sebuah ideologi yang hanya mengandung nilai politik pemaksaan kehendak saja,bahkan dengan cara yang naif sekalipun dilakukannya.Padahal kebenaran yang diakui oleh berbagai pihak inilah yang mungkin dinamakan kebijaksanaan....dharma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa mengurangi rasa sayang kami kepada ideologi termuda yang hadir dibumi ini,juga tidak bermaksud merendahkanya, sebagai negara yang sudah dewasa sudah saatnya menggunakan ajaran yang berfilosophi didalam menjalankan roda kehidupan dan bernegara,agar tercapai sebuah keindahan yaitu bersatunya banyak perbedaan yang ada ( bhinneka tunggal Ika).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kesimpulan tambahkanlah kajian filosophi didalam menanamkan ideologi dalam mendirikan lembaga politik untuk kepentingan yang sangat mulya yaitu tercapainya kesejahteraan sosial dan kedamaian abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kebaikan datang dari segala penjuru.... &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-2990672594221671344?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/2990672594221671344/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/06/politik-berlandaskan-ideologi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/2990672594221671344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/2990672594221671344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/06/politik-berlandaskan-ideologi.html' title='POLITIK BERLANDASKAN IDEOLOGI'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Sim94xhw0BI/AAAAAAAAAMM/m6R50swINSo/s72-c/gandhi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-7315925449473618844</id><published>2009-06-04T03:51:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T01:07:48.904-07:00</updated><title type='text'>HUBUNGAN BADAN DAN PIKIRAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Sim0ks-o-KI/AAAAAAAAAL8/3TtzxSTMQrM/s1600-h/kajang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Sim0ks-o-KI/AAAAAAAAAL8/3TtzxSTMQrM/s200/kajang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344000975493986466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SiklZZAbPfI/AAAAAAAAAL0/e59FAAI3WpA/s1600-h/yoga.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SiklZZAbPfI/AAAAAAAAAL0/e59FAAI3WpA/s200/yoga.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343843550991433202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran manusia hampir tak terkendali, ibarat kera yang loncat dari satu pohon ke pohon lainnya. Begitu lincahnya pikiran manusia seakan - akan tidak ada rambu sebagai pengekangnya. Agama sebagai alat kendali pikiran sangat gampang sekali diakali dengan kaidah hukum lainnya,seakan - akan agar nampak dipermukaan saja.&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;Dengan luasnya dan terbukanya pengetahuan yang sekarang memungkinkan manusia bisa melakukan apa saja dengan bantuan fasilitas teknologi informasi,termasuk mampu melakukan kegiatan tanpa harus tampak ditempat artinya dengan bantuan telekomunikasi.&lt;br /&gt;Tetapi sadarkah mereka bahwa kelebihan gerak pikiran mereka tanpa disadari badan sebagai daun mahkota pikiran sangat terbatas, apalagi dipacu dengan makanan dan minuman yang berlebihan,apalagi aditive berupa candu dan ganja...sangat rapuh.&lt;br /&gt;Untuk itu sadarlah kapan badanmu memberikan isyarat lelah, maka ajarilah pikiranmu untuk istirahat sejenak untuk berkelana, ambillah jalan meditasi untuk dapat menambatkan sementara pikiranmu,dan pastikan siapkan ruang Tuhan dalam pikiranmu agar energi Tuhan itu dapat membantu mengobati sakit badanmu itu(theraphy).&lt;br /&gt;Itulah hubungan antara badan dan pikiran yang saling membantu dan saling ketergantungan.&lt;br /&gt;Semoga bermamfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-7315925449473618844?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/7315925449473618844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/06/keris-manjing-ring-urangkeurangke.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/7315925449473618844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/7315925449473618844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/06/keris-manjing-ring-urangkeurangke.html' title='HUBUNGAN BADAN DAN PIKIRAN'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Sim0ks-o-KI/AAAAAAAAAL8/3TtzxSTMQrM/s72-c/kajang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-1411045168196387729</id><published>2009-04-29T17:04:00.000-07:00</published><updated>2009-04-29T17:32:22.249-07:00</updated><title type='text'>KENAPA PENYAKIT BINATANG DAPAT MENULAR KEMANUSIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Sfjv-vRMVHI/AAAAAAAAAJo/ReKiF3V7Ruw/s1600-h/indonesian_farmer.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 142px; height: 94px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Sfjv-vRMVHI/AAAAAAAAAJo/ReKiF3V7Ruw/s200/indonesian_farmer.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330274020112487538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Sfjv-uYnLMI/AAAAAAAAAJg/6yKPhRwLXYM/s1600-h/angsa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 177px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Sfjv-uYnLMI/AAAAAAAAAJg/6yKPhRwLXYM/s200/angsa.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330274019875171522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Baghawad Ghita mengatakan apa yang engkau makan, dirimu kelak akan menjadi diri yang engkau makan, berikut rasa dan tingkahmu juga akan mengikutinya...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Melihat kalimat diatas sangat berpotensi sekali penyakit binatang akan dapat menular ditubuh manusia, karena struktur jaringan daging dan sel darah merah binatang tersebutlah yang mengalir dan menghiasi tubuh manusia, maka tidak mustahil akan terjangkit.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Beberapa sumber medis mengatakan bahwa dulu tidak adanya penyakit yang seperti sekarang dikarenakan sumber protein hewani juga sedikit pada saat itu, apalagi hampir tidak ditemui bahan kimia, semuanya menggunakan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;organik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;, dari sistem pertanian sampai pakan ternak saat itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Pemanasan Global( Global warming ) juga sangat mempengaruhi keadaan dunia kita saat ini, iklim tidak teratur, cuaca berubah tanpa disadari dan keadaan atmosfir juga tidak menentu, analisa kami mengisyaratkan juga bahwa sumber - sumber virus yang dulunya tidak mampu menembus bumi sekarang ini sangat gampang bisa masuk, sehingga dapat menjangkiti tubuh manusia seenaknya, khususnya jenis manusia yang rentan terhadap virus .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Pelaksanaan Karya Panca Bali Krama yang baru - baru ini di Pura Besakih memfunyai peran yang sangat khusus terhadap keadaan dunia seperti sekarang ini, yakni melakukan persembahan ritual yang gunanya diharapkan terjadinya harmonisasi alam dengan manusia melalui untaian tangan Tuhan. Bukan saja untuk kepentingan alam Bali saja melainkan seluruh dunia beserta isinya ( dari Bali untuk Dunia ).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Semoga persahabatan manusia dengan alam mulai terjaga ( save the planet )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-1411045168196387729?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/1411045168196387729/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/04/kenapa-penyakit-binatang-dapat-menular.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/1411045168196387729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/1411045168196387729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/04/kenapa-penyakit-binatang-dapat-menular.html' title='KENAPA PENYAKIT BINATANG DAPAT MENULAR KEMANUSIA'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Sfjv-vRMVHI/AAAAAAAAAJo/ReKiF3V7Ruw/s72-c/indonesian_farmer.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-6043684609732864925</id><published>2009-04-28T23:36:00.000-07:00</published><updated>2009-04-29T17:01:17.856-07:00</updated><title type='text'>Babi Guling  VS Flu Babi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SfjqEVWbhSI/AAAAAAAAAJQ/SWwttGZ1hNk/s1600-h/bungut+babi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 177px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SfjqEVWbhSI/AAAAAAAAAJQ/SWwttGZ1hNk/s200/bungut+babi.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330267519164581154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SfjqEeuMWtI/AAAAAAAAAJI/4k79nleATOE/s1600-h/baktitohpati.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 177px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SfjqEeuMWtI/AAAAAAAAAJI/4k79nleATOE/s200/baktitohpati.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330267521680169682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Peradaban baru dengan sistem pengembangbiakan ternak khususnya babi dan unggas  sangat luar biasa, dengan waktu kurang dari 6 bulan sudah bisa dipanen( istilah peternak ) untuk babi, dan hanya dengan 40 hari saja ayam sudah bisa dipotong. Padahal  standarnya waktu panennya lebih dari itu. Entahlah apa isi dan kandungan pakan ternak tersebut, yang pastinya cepat menghasilkan uang ( harta benda ) untuk dapat menambah nilai ekonomi masyarakat saat ini, karena komunitas pemakan daging sangat potensial sekali di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Kalau hidup hewan tersebut didaerah vegetarian ( tidak ada unsur protein hewani) seperti India, perkembangbiakan hewan tersebut sangat lambat, hewan mencari makanan sendiri -sendiri tanpa ada yang menyuguhkan dan berkembangbiak ditempat liar. Manusia memandang mereka seperti komunitas hidup seperti manusia juga tanpa saling mengganggu antar manusia dan hewan. Untuk itu hewan disana hidup sangat alamiah sekali, siklus kehidupan mereka yaitu lahir hidup dan mati mereka berjalan sangat normal, masing - masing berkelompok sesuai dengan janisnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Menurut pengamatan kami disana di India sama sekali tidak terdengar yang namanya flu burung atau mungkin sekarang flu babi, berarti kalaupun ada penyakit menular dibadan hewan tadi &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;tidak akan pernah menular ketubuh &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;manusia karena manusia di India pada dasarnya tidak bersumber pada daging hewan&lt;/span&gt;. Disini membuktikan bahwa tubuh manusia pemakan daging pada hakekatnya strukturnya sama dengan tubuh hewan yang dimakan, terbukti begitu gampang penyakit menular hewan dapat masuk ketubuh manusia dan menjadikan manusia panik dan bahkan memusnahkan hewan penular penyakit tersebut ( biadab ) padahal mereka terbiasa memakannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Di Bali komunitas penduduknya hampir 70% makan daging babi, karena disamping orang Bali tidak mengharamkan babi juga disetiap upacara keagamaan babi tidak pernah absen dari kandungan upacara tersebut ( pebangkit + babi guling ). Sebelum sistem peternakan modern menyebar di bali, sistem yang digunakan adalah tradisional yaitu menambatkan disalah satu pohon disekitar rumah orang Bali, berbicara penyakit hampir tidak pernah terdengar, apakah mungkin karena &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;keikhlasan&lt;/span&gt; orang Bali untuk kegiatan upacara tersebut atau orang Bali sendiri juga dulunya &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;tidak makan babi&lt;/span&gt;. Banten upakara yang berisi babi sesuai dengan beberapa l&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;ontar memang ada, tetapi belum pernah ada lontar yang mengatakan setelah babi itu dipersembahkan langsung dapat dimakan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Menurut beberapa sumber yang mengatakan bahwa orang Bali (bukan penduduk Bali asli ) sebenarnya tidak makan babi guling setelah upacara pada jaman dahulu kala, tetapi banten surudan ( habis dipersembahkan ) akan diambil oleh sekelompok orang yang tidak ketahuan asal usulnya dari mana, setiap dimanapun ada upacara kelompok ini selalu muncul ( tahun 1960 masih ada terlihat di pura Dalem Puri Besakih ), selalu mengambil surudan tersebut. Tetapi entah siapa yang mendahului akhirnya karena babi mempunyai nilai benda yang berharga dan juga enak kalau disantap, maka mulailah orang Bali terbiasa makan daging babi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Flu babi yang menyebar sekarang akankah mempengaruhi budaya dan kebiasaan orang Bali untuk makan daging babi ? &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Beberapa sumber nutrisi juga mengatakan bahwa daging babi mempunyai kandungan kolesterol yang paling banyak, penyebab banyaknya kolesterol didalam darah manusia akan menyebabkan penggumpalan sel darah dan penyumbatan pada pembuluh darah,apalagi diikuti pola hidup yang tegang ( stress) yang akhirnya akan menyebabkan beberapa penyakit seperti tekanan darah tinggi, stroke, gangguan jantung,asam urat, kencing manis dan gangguan fungsi ginjal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Begitulah sekelumit tentang konsekuensi makanan enak yang bernama babi guling dengan isu flu babi yang sedang menyebar sekarang, semoga bermamfaat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Semoga kandungan agama(filosofi) yang tertuang pada kehidupan manusia ( budaya ) dapat diamati sekaligus dicoba untuk melakoninya, sehingga filosofi agama itu tidak berbenturan dengan pelaksanaan hidup sehari - hari. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-6043684609732864925?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/6043684609732864925/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/04/babi-guling-enak-vs-flu-babi.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/6043684609732864925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/6043684609732864925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/04/babi-guling-enak-vs-flu-babi.html' title='Babi Guling  VS Flu Babi'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SfjqEVWbhSI/AAAAAAAAAJQ/SWwttGZ1hNk/s72-c/bungut+babi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-3542287052431547893</id><published>2009-04-26T04:11:00.000-07:00</published><updated>2009-04-26T22:47:40.119-07:00</updated><title type='text'>RASA HIDUP - MARTABAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SfVFnCMQQ6I/AAAAAAAAAIQ/jlavCykzlSg/s1600-h/krishnasandgopisdancing.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 152px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SfVFnCMQQ6I/AAAAAAAAAIQ/jlavCykzlSg/s200/krishnasandgopisdancing.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329242270968333218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Apakah rasa itu ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Hampir kebanyakan orang tidak faham arti sebuah rasa, apalagi rasa hidup/hidup penuh rasa/berperasaan, atau apa yang perlu dirasakan dalam hidup ini. Ketidaktahuan mereka disebabkan karena tidak didasari dengan hidup bermartabat, karena penderitaan masyarakat tidak kunjung padam, semenjak diberikan konsep hidup menguasai daerah lain oleh pengalaman jaman kerajaan tempo dulu, sampai benar - benar dijajah oleh bangsa lain. Setelah mencapai kemerdekaan sekali lagi masyarakat kita tidak diberikan pendidikan berdemokrasi dengan baik sehingga mereka masih tetap saja merasa tidak merdeka, sampai tiba waktunya 'reformasi' dilanjutkan dengan 'era perubahan' tetap saja masyarakat tidak sejahtera. Bagaimana mereka dapat merasakan hidup kalau sepanjang tahun selalu menjadi objek pencapaian kekuasaan seorang pemimpin yang mempunyai visi 'menyelamatkan diri dan golongan dulu baru rakyat'.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Kebudayaan sebagai fundamental sebuah peradaban yang mempunyai rasa hidup sudah ikut lenyap oleh kebiadaban penjajah, karena kebudayaan itu tidak lagi memandang kebendaan(materialisme) sebagai tujuan utama hidup, tetapi idealisme hidup berbudaya itulah menjadi aplikasi kehidupan yaitu hidup yang bermartabat. Seperti kita lihat pada cara hidup rakyat saat ini dimana hanya satu visi hidup mereka adalah bagaimana mengumpulkan uang sebanyak - banyaknya dengan mengenyampingkan martabat diri sebagai mahluk yang beradab dan berbudaya, malahan ada yang menjadi pelacur ( bidang apa saja).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Imu pengetahuan ketuhanan ( Agama/Teologi) pada bagian masyarakat tertentu malah tidak terlihat budaya sebagai penampakan sebuah ilmu pengetahuan ketuhanan yaitu dengan secara nyata melakukan aktifitas keagamaan dengan cara verbal/wacana saja. Ini menunjukan betapa tingginya pemahaman ilmu pengetahuan ketuhanan yang dimiliki tapi miskin laku. Tetapi pada kenyataannya kemampuan masyarakat untuk menyelami pengetahuan ketuhanan sangat rendah sekali, apalagi didasari dengan tingkat pendidikan formal masyarakat yang rendah juga. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Kesadaran kemampuan penalaran ilmu pengetahuan ketuhanan yang rendah ini semestinya dilakukan dengan cara aplikasi  hidup yang berbudaya, tanpa terlalu jauh mengerti pengetahuannya, artinya  pengetahuan ketuhanan tersebut hendaknya ditunjukkan dengan cara pelaksanaan budaya dulu setelah melakukan dan merasakan baru dilanjutkan dengan pemaknaan dan teologinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Hasil kebudayaan dalam bentuk &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;berkesenian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt; adalah juga cara terselubung untuk melakukan pendidikan pengetahuan ketuhanan(agama), karena idealisme agama tersebut terlihat pada lakon atau cerita sebagai pesan moral pengetahuan menyesuaikan pada salah satu ilmu pengetahuan tersebut, begitu pula pemerannya masing - masing akan dapat memahaminya karena mereka sebagai pelaku atas pengetahuan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Kehilangan rasa seni pada kebiasaan masyarakat indonesia sehari-hari seperti kita dapat lihat jaman dulu sudah tidak terlihat lagi, ini pula menyebabkan cara hidup masyarakat indonesia yang serba instan/pendek, karena segalanya dibandingkan dengan materialisme saja sehingga tidak ada waktu buat masyakat melakukan aktifitas berkesenian karena dikejar waktu bekerja untuk menghasilkan uang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Hidup dengan mengenyampingkan rasa seni pada dirinya dapat dikatakan ketidak mampuan untuk menerima perbedaan karena seolah - olah harus sama sesuai dengan dirinya, padahal didalam berkesenian seharusnya perbedaan itu menjadi penyempurnaan pementasan, sekali lagi inilah s e n i. Aplikasi gaya hidup seni itu dapat terlihat pada konsep interpreneurship kerja/usaha yaitu kemampuan  mebangun sebuah perbedaan untuk menjadi satu pemikiran(deal). Kemampuan untuk menyadari sebuah perbedaan untuk menjadikannya pemikiran yang satu inilah dinamakan hidup berperasaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; "&gt;Sebagai kesimpulan marilah kita menjalankan hidup ini dengan memandang atas perbedaan dibawah persatuan dan kesatuan bangsa sehingga dengan kesatuan dan persatuan tersebut martabat bangsa kita dapat kita tunjukan kepada bangsa lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;"Bhineka tunggal ikka tan hana dharma mangruwa"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-3542287052431547893?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/3542287052431547893/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/04/rasa-hidup-martabat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/3542287052431547893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/3542287052431547893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/04/rasa-hidup-martabat.html' title='RASA HIDUP - MARTABAT'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SfVFnCMQQ6I/AAAAAAAAAIQ/jlavCykzlSg/s72-c/krishnasandgopisdancing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-3538538824117691922</id><published>2009-04-20T03:38:00.002-07:00</published><updated>2009-04-20T04:40:24.621-07:00</updated><title type='text'>FENOMENA USAHA DAGANG BANTEN UPAKARA</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Secara umum  tujuan agama hindu yaitu untuk mencapai kebahagian rohani dan kesejahteraan jasmani ( moksartham jagadhita ya ca iti dharma), pelaksanaan realitas agama hindu dibali diwujudkan dengan mempersembahkan banten upakara. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Banten Upakara adalah sebuah wujud persembahan, yang bertujuan agar terjadi keharmonisan antar manusia sebagai pemberi persembahan kepada yang dipersembahkan. Didalam ajaran agama hindu ada 5(panca) wujud persembahan yakni :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol align="justify"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dewa&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rshi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pitara&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Manusa&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Butha&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kelima persembahan/srada tersebut didalam pelaksanaanya menjadi sebuah yajnya, maka selanjutnya dinamakan panca yajnya, karena sesuai dengan dasar kepercayaan/keyakinan umat hindu (srada) yaitu Kepercayaan terhadap Tuhan, Atman,Karma phala,Punarbawa dan Moksa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Disamping menjadi tujuan yang suci dan mulya itu juga tersirat wujud aplikasi yoga yang dalam hal ini meditasi budaya ( culture meditation) disamping juga pengetahuan yoga lainnya. Dapat tercermin pada saat orang membuat banten selalu ada pada kestabilan jiwa dan raga sampai pada puncak acara yajnya dilaksanakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sekarang ini dengan adanya usaha dagang banten upakara, . . . . apa yang bisa diharapkan dari hal tersebut diatas, seakan - akan ada upaya pelaksanaan yajnya tersebut sebagai wujud visual / festifal saja, karena kekurangan pemaknaan atas pembuatan banten dan pelaksanaan yajnya tersebut. Apalagi ada yang melaksanakan yajnya dengan keterpaksaan, sangat jelaslah pelaksanaan yajnya itu sama sekali tidak mengandung makna. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Siapa yang memulai ? . . . entahlah dengan tidak menyinggung siapa - siapa, apakah manusia saat ini tidak bisa membuat, tidak ada waktu atau memang malas membuat dan melakukannya. Apakah seoarang Tapini tidak pernah dilahirkan lagi, pengetahuan upakara tidak lagi boleh dipelajari atau ada jenis monopoli baru dibidang usaha dagang banten ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Wujud persembahan upacara yajnya yang saat ini sedang diminati pelaksanaanya sangat memungkinkan untuk terjadinya prospek/peluang itu, sekali lagi memang perlukah diZaman ini dilakukan dengan besar - besaran ( puspam, toyam, gandam ), dimanalagi mencari visi agama hindu yang bijak dan saratbentuk bhakti yang lain, apakah bentuk bhakti yang lain juga tidak boleh ?. . . . .        bagaimana juga dengan Yuga/zaman dan penyesuaian pelaksanaan bhakti ? harus diingat sekarang zaman kali ( kali yuga ), bentuk bhakti apa yang sesuai dengan zaman ini . . . tidakkah ada yang paling sederhana dilakukan. . . yaitu dengan menyebut nama suci beliau Tuhan ( vasundevam kuthumbakham ).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Semoga ada mamfaatnya . . . &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-3538538824117691922?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/3538538824117691922/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/04/fenomena-usaha-dagang-banten-upakara.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/3538538824117691922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/3538538824117691922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/04/fenomena-usaha-dagang-banten-upakara.html' title='FENOMENA USAHA DAGANG BANTEN UPAKARA'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-4881068315619564830</id><published>2009-04-19T16:58:00.001-07:00</published><updated>2009-04-19T18:38:46.915-07:00</updated><title type='text'>BALI DIANTARA PRAMBANAN DAN BOROBUDUR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SevRWp62dBI/AAAAAAAAAII/M48EV_XhHsQ/s1600-h/borobudur.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 172px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SevRWp62dBI/AAAAAAAAAII/M48EV_XhHsQ/s200/borobudur.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326581171435762706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SevRWdFk1KI/AAAAAAAAAIA/C8DKRbzZj5k/s1600-h/PC290055.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SevRWdFk1KI/AAAAAAAAAIA/C8DKRbzZj5k/s200/PC290055.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326581167991084194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SevRWcLbkBI/AAAAAAAAAH4/lcZpRt9-2QA/s1600-h/PB230008.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SevRWcLbkBI/AAAAAAAAAH4/lcZpRt9-2QA/s200/PB230008.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326581167747207186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pengetahuan spiritualitas yang berkembang diBali belum banyak memahami dari mana sumbernya, siapa yang mewarisinya, apalagi mereka yang ada diwilayah yang sama sekali tidak faham arti hidup sesungguhnya, mereka selalu melakukan aktifitas hidup yang berdasar atas apa yang dilakukan orang tuanya tanpa peduli makna dan filosofinya. Bila mana perlu mereka akan selalu mengatakan salah kepada orang yang dilihat tidak sama dengan apa yang dilakukuan olehnya. Bukan karena mereka kekurangan ataupun tidak punya apa-apa, bahkan justru ada  dari mereka yang mempunyai harta yang berlebihan. Adapun mereka melakukan tata keagamaan justru dengan baik dilihat dari wujud pelaksanaan upakara dan upacara, tanpa harus melakukan penyesuaian jaman, begitu terus menerus dari jaman kejaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sekelompok orang intelek/terpelajar malah melakukan aktifitas keagamaan karena hanya didasari oleh pengetahuan saja tanpa menoleh sosial kultur malah sebaliknya,dimana berbanding terbalik dengan orang yang diatas, dengan alasan sesuai dengan inti sari agama( Veda ).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kedua fenomena diatas menunjukan betapa goyahnya sipitualitas Bali, tidak adanya hubungan yang jelas antar kedua kelompok tersebut, bahkan terlihat saling untuk menjatuhkan. Padahal kalau mereka mau berkomunikasi akan terjalin hubungan yang saling menyempurnakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Disinilah kajian kami tentang spiritualitas Bali yang sudah memudar akan sistem 'guron aguron antar sisya nabe', artinya pola pendidikan spritualitas di Bali sudah sangat tidak bersumber pada ajaran yang ada di tutur Sang Hyang Aji Saraswati yaitu belajar yang selalu hendaknya didampingi oleh seorang guru/nabe, dan dilakukan disebuah tempat yang unsur spirit dan lingkungan yang suci. Guru/nabepun merupakan seorang Brahmana sejati yang dapat dilihat dari cara berbicara, pola fikir dan sikap pelaksanaan sehari-hari yang menunjukkan seorang Brahmana yang sesuai dengan swadarmaning brahmana. Liarnya sekelompok orang yang mempelajari pengetahuan tanpa didampingi seorang guru/nabe yang belum menunjukkan kebrahmananya dikarenakan pengaruh sistem pendidikan modern yang ada saat ini yaitu predikat yang diperoleh atas dasar kebendaan/pamrih bukan proses kebrahmanan tetapi dibuat predikat brahmana dengan belajar singkat dan dilegitimasi oleh upacara tertentu dengan mengenyampingkan sikap asli seorang brahmana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bali sesungguhnya merupakan daerah yang penuh dengan spirit dan kesucian, dari jaman sebelum masehipun sudah banyak brahmana yang datang keBali untuk melaksanakan proses spiritualitas, bahkan diteruskan kedaerah lain seperti Jawa dan Lombok. Kemasyuran Kerajaan diJawa yang sesungguhnya pula berleluhur diBali merupakan bukti nyata Bali menjadi inspirasi spritualitas, yaitu pada Jaman Sailendra terbangun instalasi spiritual yang maha agung di Pulau Jawa yaitu Prambanan dan Borobudur yakni sebuah penyatuan peradaban ciwaistis dan budisme yang hidup secara damai. Pada jaman inilah kesempurnaan hidup dapat tercapai ( moksartham jagadhita ya caiti dharma ), bagaikan sorga yang pindah kebuni ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah kedatangan kelompok orang yang mengatasnamakan bahwa yang berbeda 'salah', mulailah sorga ini lenyap dari bumi ini, keserakahan-kemunafikan-kesombongan memainkan perannya dibumi ini, sehingga mereka kembali lagi ketanah suci di Pulau Bali dengan membawa wujud instalasi spiritual juga. Sekembalinya kelompok kecil spiritual ini keBali juga sempat menjadikan bali yang masyur dan sejahtera dengan tetap membangun konsep kebersamaan diantara perbedaan ( anunggalaken siwa buda ). Kemudian datang lagi kelompok yang mengadudomba diBali (penjajah ), mereka berhasil hanya dengan mengadudomba bisa menghancurkan Bali kemudian kita warisi sampai sekarang perpecahan itu, maka tidak pernah diantara kita terjalin komunikasi yang baik sampai saat ini, dibali masih sangat banyak kelompok yang mengalergikan kelompok lain sehingga selalu terjadi perselisihan dan pertengkaran. b a h a ya !&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kesimpulannya adalah marilah kita diantara penganut faham spiritualitas apapun harus tetap berdasarkan prinsip dasar filosofi Dharma(weda), yaitu bersikap saling menghormati antar sesama, menjaga dan melestarikan alam ini beserta isinya, melaksanakan kewajiban sesuai dengan swadarma dan selalu berfikir yang intelek/terpelajar sehingga terwujud sikap perilaku yang mulya yaitu yang sesuai dengan dharma. Semoga nantinya akan pengaruh karma baik diatas karma buruk akan menghasilkan sebuah hasil yaitu rejeki dan kesehatan yang sesuai dengan kewajiban kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Semoga kebaikan datang dari segala penjuru...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-4881068315619564830?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/4881068315619564830/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/04/bali-diantara-prambanan-dan-borobudur.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/4881068315619564830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/4881068315619564830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/04/bali-diantara-prambanan-dan-borobudur.html' title='BALI DIANTARA PRAMBANAN DAN BOROBUDUR'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SevRWp62dBI/AAAAAAAAAII/M48EV_XhHsQ/s72-c/borobudur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-7186358343031088041</id><published>2009-04-18T15:00:00.000-07:00</published><updated>2009-04-18T15:23:41.724-07:00</updated><title type='text'>SAPTA KANDA PAT</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;Sapta Kanda Pat adalah Akar,batang,daun dan buah kebudayaan Bali, inilah konsep dasar Organisasi Penghayat Tuhan Yang maha Esa Darma Murti, adalah tujuh kanda atau tutur tentang hakekat kehidupan meliputi :&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;Kanda Pat Bhuta&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;Kanda Pat Rare&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;Kanda Pat Nyama&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;Kanda Pat Dewa&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;Kanda Pat Subiksa&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;Kanda Pat Sari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;Kanda Pat Moksa&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span&gt;Sapta Kanda Pat merupakan konsep pemikiran local genius masyarakat Bali yang patut dijunjung tinggi keberadaannya namun tidak dapat terlepas dari penggaruh Hindu di Bali, karena keduanya telah menyatu sehingga sangat sulit untuk dibedakan dan saling melengkapi. Karena itu Darma Murti bukanlah agama,sekte tetapi merupakan organisasi yang bertujuan membangun masyarakat Hindu Bali untuk bisa memahami,melestarikan dan melaksanakan tradisi spiritual Bali yang adiluhur.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;inilah tutur seorang Pinisepuh/Maha Guru Darma Murti Bali I Dewa Made Sudewa,SE&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Rahayu,rahayu,rahayu&lt;/span&gt;&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-7186358343031088041?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/7186358343031088041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/04/sapta-kanda-pat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/7186358343031088041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/7186358343031088041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/04/sapta-kanda-pat.html' title='SAPTA KANDA PAT'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-8899611900915237546</id><published>2009-04-10T16:45:00.001-07:00</published><updated>2009-04-10T18:50:51.511-07:00</updated><title type='text'>PADEPOKAN bukan SEKOLAH</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;RASMI SANCAYA adalah berlembaga( mandala ) Padepokan/Sekehe/Sanggar bukan mengikuti istilah sekarang yakni sekolah/universitas/institut,  kami bukan bermaksud membedakan arti kata yang terkandung pada kedua istilah tersebut diatas, tetapi pemaknaan atas situasi dan cara pandang proses belajar mengajar yang dilakukannya. mungkin kami agak katrok/purba dalam menggunakan istilah tersebut karena nantinya pemaknaan dan proses belajar mengajar yang kami akan laksanakan lebih banyak pada proses petualangan intelektualitas bukan duplikasi pengetahuan dari seorang guru/dosen kepada muridnya, apalagi pemaksaan kehendak atas idealisme guru kepada siswanya, .......... b a h a y a ! &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kaeadaan pendidikan saat ini yang merupakan warisan kelanjutan dari proses pendidikan Jaman Belanda dimana intuisi pendidikan menitik beratkan pada proses pengetahuan yang mengarah pada pengembangan kebendaan atau materialisme, dapat dilihat dari fenomena latar belakang bersekolah adalah untuk mempersiapkan karir, jabatan dan usaha, dapat juga dilihat dari kurikulum pendidikannya. Disamping itu kurikulum pemberdayaan sumber daya alam lebih mengarah pada proses eksploitasi yang artinya tidak jangka panjang ( globalisasi ), tidak pernah berpikir tentang proses alamiah/evolusi akan tetapi sebaliknya revolusi/instan dengan dalih semangat penyelamatan, ...... munafik"&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sisi lain dari hasil pengembangan sumber daya manusia oleh pendidikan formal sekarang adalah segala bentuk pengembangan intelektualitas pikiran yang didasari atas kurikulum artinya kurikulum tersebutlah yang membatasi pikiran para siswa, bahkan kalau saja ada salah satu siswa yang mencoba berpetualang keluar dari kurikulum dianggapnya salah malahan bisa jadi karena itu siswa tersebut dinyatakan tidak lulus alias tidak bergelar. Maka tidak sedikit para sarjana sekarang ini merupakan sarjana hasil cetakan dari guru/institut ( * cetakan ; barang terbatas ), disini muncul sebuah kebanggaan entah dari guru ataupun dari sarjana yang tercetak. Yang akan muncul pemikiran dari sarjana cetakan ini adalah sikap atau anggapan salah/keliru kalau melihat pandangan lain dari kurukulum yang pernah dipelajarinya, penggaruh kebendaan( ego;pikiran yang terbatas ) yang melekat pada kurikulum itu akan menjadi dasar menyalahkannya. Disini juga terlihat sangat kental akan konsep 'leting' yaitu leting yang lebih rendah pasti merasa bodoh dengan leting yang lebih tinggi ( *kaula-gusti), dan yang paling mengharukan adalah sikap angkuh seorang guru yang selalu merasa benar dimata siswa - siswanya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Padepokan/ Sekehe/ Sanggar adalah lembaga( mandala ) dimana tercipta sebuah kelompok yang bersepakat untuk menjunjung tinggi idealisme sejatiNya ( Satwam,Ciwam,Sundaram ). Berlandaskan  atas mahardika ; proses pengetahuan yang berdasar atas petualangan intelktualitas yang tak terbatas ( CiwaBudaYa ), petitis ; bebas menentukan titik konsentrasi atas pencapaian ketuhanan( Sampradaya, Sidanta), digjaya lango; merasakan betul arti sebuah rasa keindahan yang menjadi dasar pencapain nilai ketuhanan. Seorang guru padepokan hanya melakukan pengawasan segala sikap dan tindakan sisya dengan pedoman padepokan tersebut. Segala bentuk dan warna kesarjanaan dari seorang sisya akan tercermin pada sikap sisya atas pertanyaan yang dilontarkan kepada gurunya, pertanyaan itulah menjadi dasar seorang guru padepokan tentang tingkat kedalaman kesarjanaan seorang sisya, bukan apa yang sudah diduplikasikan guru kepada siswanya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ada hal yang lain yang menjadi fokus kami di Padepokan Seni dan Budaya Rasmi Sancaya ini adalah cara pandang berketuhanan dari masing - masing sisya dengan pedoman Kalanguan; Nyastra,Gita dan Lila,  termasuk nantinya Yatra ( dharma, titra ). Rasa merupakan instalasi spiritual kami dalam melakukan proses belajar, Weda ; Cruti-Smerti-Bagawad, Purana dan Upanisad adalah payung dan sumber inspirasi kami dalam melakukan olah rasa dan cipta, Trikaya Parisudha yang akan kami sikapkan didalam kami berkehidupan sehari - hari baik dipadepokan maupun dijero/rumah masing -masing.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Demikianlah kenapa kami menggunakan istilah padepokan/sekehe/sanggar agar kami dapat menyentuh sebuah idealisme yang sejati, sekali lagi bukan tercetak. suksma&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-8899611900915237546?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/8899611900915237546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/04/padepokan-bukan-sekolah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/8899611900915237546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/8899611900915237546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/04/padepokan-bukan-sekolah.html' title='PADEPOKAN bukan SEKOLAH'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-2773330120898560875</id><published>2009-03-31T15:06:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T18:58:33.353-07:00</updated><title type='text'>LATAR BELAKANG NAMA RASMI SANCAYA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SdKo6hKPZvI/AAAAAAAAAGM/eTrUEA-RSfU/s1600-h/uluwatu.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 154px; height: 102px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SdKo6hKPZvI/AAAAAAAAAGM/eTrUEA-RSfU/s200/uluwatu.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319499833165178610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SdKo6neiDWI/AAAAAAAAAGE/m18OMKryfbc/s1600-h/nusadua.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 135px; height: 81px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SdKo6neiDWI/AAAAAAAAAGE/m18OMKryfbc/s200/nusadua.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319499834860899682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nama &lt;strong&gt;Rasmi Sancaya&lt;/strong&gt; adalah merupakan salah satu judul Kidung/Lagu yang diciptakan oleh Mpu Niratha pada saat beliau menikmati keindahan alam / kalanguan di sebuah hamparan semenanjanjung Nusa Dua dan Pulau kecil yang bernama Pulau Serangan, Beliau disana dalam rangka perjalanan dari Timur/ Sumbawa menuju Uluwatu.  Sudah menjadi aktivitas rutin Sire Mpu Nirartha selalu membangun pura dimananpun beliau menemukan idealisme yaitu disana beliau mendirikan instalasi idealisme /pura yan bernama Pura Lango di Area Kawasan Nusa Dua dan Pura Sakenan di Pulau Serangan.                                             Kata 'Lango' yang artinya menikmati keindahan, pada kidung Rasmi Sancaya diceritakan Ida Sire Mpu Nirartha sangat takjub dengan keindahan hamparan semenanjung Nusa Dua, dimana hempasan angin membuat pohon - pohon pandan harum yang sedang berbunga harum /Pudak menari nari dibibir pantai yang berpasir putih sehingga serbuk sari pudak berhamburan ditiup angin menjadikan keharuman terasa dimana - mana. Juga ketika itu turut Sang Ayam Hutan/Keker lkut menyanyikan lagu yang sangat menakjubkan, sambil sesekali mencubit buah sirsak/Silikaya yang sudah matang. Ombak yang tak henti hentinya menerjang tebing pantai sesekali memang terdiam, suara terjangan ombak tersebut terdengar pula sebuah untaian nada yang cukup mengharukan dan terus menerus. Memang pada saat itu suasana Bulan Purnama Sasih Kapat/Empat, tanpa sedikitpun ada awan yang menutupi bintang dilangit, seakan - akan para dewatapun ikut menyaksikan keindahan alam ketika itu. Ditempat inilah cipta rasa Ida Pandita menorehkan penanya sehingga tercipta kidung Rasmi Sancaya yang dapat dinikamti sampai sekarang. Pada saat ini kawasan itu menjadi kawasan pariwisata international, dibangun hotel berkelas mewah banyak sekali, sehingga keindahan/ lango kawasan itu dapat dinikmati oleh seluruh dunia.&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Rasmi Sancaya juga dikonotasikan &lt;em&gt;kidung kematian&lt;/em&gt; "&lt;strong&gt;Dharma Sunya&lt;/strong&gt;", memang kidung ini mengarah pada bagaimana kematian itu juga merupakan hal yang indah pula, maka terselip sebuah titipan pesan moral dimana kita semestinya semasih dapat hidup didunia ini diharapkan selalu berbuat kebajikan/karma baik, sehingga kelak pada saatnya kematian menjemput kita tidak merasa tersiksa /terbeban, bahkan sesuai dengan kidung tersebut kita merasa pada suasana kalanguan/keindahan, sangat menyenangkan bahagia dan damai selalu kala itu. Sebenarnya juga menurut analisa kami kala itu Mpu Niratha juga sedang mempersiapkan diri untuk meninggalkan dunia ini menuju nirwana yaitu pada saat itu beliau akan menapak Giri Uluwatu karena disanalah wujud Segara Giri/Pasir Ukir merupakan tempat yang sangat baik sekali untuk melaksanakan &lt;em&gt;yoga kamoksahan, &lt;/em&gt;Sampai sekarang menjadikan tempat itu sejarah Mpu Nirartha moksah, sehingga dibangunlah disana Pura Dang Kahyangan Uluwatu. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Sanggar Rasmi Sancaya &lt;/strong&gt;merupakan Padepokan Seni dan Budaya agar dapat menjadi tempat pemusatan segala idealisme kalanguan/ kesenian yang saat ini sudah pudar oleh sebuah penyelewengan materialisme bahkan kemunafikan pikiran manusia. Kami sadar pengaruh zaman ini begitu memilukan, seakan - kan tidak ada wujud kebahagiaan hidup selain memiliki harta dan uang, maka dari itu berlomba - lombalah manusia untuk mendapatkan uang entah dengan cara kompetisi yang tidak sehat malahan bisa melakukan kejahatan hanya untuk mendapat uang, tanpa pernah belajar dan mengasah intelektualitas apa sebenarnya arti hidup yang hakiki sebagai termaktub pada pesan Dharma/Agama.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kami tampil sebagai alternatif pencapaian kebahagiaan dalam wujud therapy seni, dimana kami akan melakukan segala bentuk kesenian dalam rangka memupuk kebahagiaan, bukan dalam wujud mencari rezeki/ penghasilan dalam wujud pekerja seni apalagi pelacur seni. Kami juga yakin adanya filosofi ' &lt;em&gt;dimana ada kebahagiaan dikarenakan kalanguan/kesenian disanalah muncul sebuah idealisme sejati hidup seseorang' , &lt;/em&gt;diharapkan sekali dengan melakukan wujud kesenian mereka dapat menemukan jati diri mereka masing - masing, khususnya anak - anak generasi muda kita yang akan melanjutkan perjuangan hidupnya kelak. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Demikianlah yang melatarbelakangi Sanggar kami ini, mudah - mudahan dapat menjadi sebuah inspirasi pada saat menuju pada sebuah idealisme sejati.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;'Agawe sukaning Wang len melarapan anunggalaken Sabda Bayu Idep ' &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-2773330120898560875?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/2773330120898560875/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/03/latar-belakang-nama-rasmi-sancaya.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/2773330120898560875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/2773330120898560875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/03/latar-belakang-nama-rasmi-sancaya.html' title='LATAR BELAKANG NAMA RASMI SANCAYA'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SdKo6hKPZvI/AAAAAAAAAGM/eTrUEA-RSfU/s72-c/uluwatu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-8173369849223366232</id><published>2009-03-30T21:21:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T19:13:06.857-07:00</updated><title type='text'>PETITIS / PUSAT TITIK KONSENTRASI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Sd_7lYw7MAI/AAAAAAAAAHU/mUjfE7HxizE/s1600-h/Gunung+Agung+utk+blog-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Sd_7lYw7MAI/AAAAAAAAAHU/mUjfE7HxizE/s200/Gunung+Agung+utk+blog-1.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323249904296603650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Sd_7lGwFyYI/AAAAAAAAAHM/M1fNhfcYiZk/s1600-h/meruT5.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Sd_7lGwFyYI/AAAAAAAAAHM/M1fNhfcYiZk/s200/meruT5.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323249899461265794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Sd_7k9zXBtI/AAAAAAAAAHE/W3SQWA1i9xw/s1600-h/barong.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Sd_7k9zXBtI/AAAAAAAAAHE/W3SQWA1i9xw/s200/barong.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323249897059059410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tabik Pakulun ring Linggih Paduka Betara Gede, purun langgya titiyang jaga mahbah lan nyobyaang linggih stana paduka Betara, mangde nenten titiyang keni kecakrabawa antuk sunaran prabawan Betara.&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Anggen titiyang titi pemargin Palungguh Betara, melarapan antuk Sanggar puniki anggen kelir wayang idealisme sujati paketel bawan palungguh Betara.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Inggih punika mapusungan saking Prerai Maha Meru Tohlangkir, mesunar galang muncrat pakecritcrit keajeng. Pucuk Ida Betara megelar daun ring Pura Penataran Gunung Anyar, mecarang kekalih ngiwa lan tengen.                                                                                                               Pemargi ngiwa muncrat riin ring Pura Jati make Gangga ring Telebuh raris memargi malih ngidul, ngetel banyune ring Mumbul Komala... duhhh ening pisan prabawane...tenget tan kabinawa, mepepatih lintah  a lampit lan Ulam Julit sane sampun mebusana mahkota. Malih Ida memargi ngelintangin Subak Batu Ganggung, nyeledet pingit ring semetone Kelebutan Sempol raris mesandekan ring Subak Kejanti sedurung jenek ring Pura Batur Ujung Seri, irika sarin Idane ahas tur malih mentik ngalerang nuju Yang Ibu. Ida Meperagayan Aksara &lt;strong&gt;Ung.&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;   Pemargi nengen kewawanin saking Pura Telaga Liligundi sakewanten nenten kanten prabawa Idane, Ida memargi doh ring jeroning gumi, makecrit akidik ring Geredeg raris memargi lintang Subak Bingin ring Banjar Book ngelintang ring Subak Purtaka raris jumenek ring Kayoan Atma taler nenten kanten prabawan Idane. Iriki Ida meyoga kaabih olih para roh sane durung ngemolihang genah ring soang - soang jeroan. Ida meperagayan aksara &lt;strong&gt;Ang.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;  &lt;/strong&gt;Pemargi ring tengah Ida meperagayan aksara &lt;strong&gt;Mang, &lt;/strong&gt;prabawan Idane meraga suung/cetana acetana, memargi memuterin akasa sawewengkon pemargi Kiwa lan Tengen, mesandekan bawa cakran Idane ring puncak Pakis Kandel, Irika Ida mebusana jangkep santukan irika taler Ida medue Puri, make Ratuning sarwa Gandarwa, Widiadara Widiadari, Roh Suci Manusia muang Buron, Ida iriki merupa Ratuning Alas; Singa Nata Raja Ida.... Pakenyornyor sunar penyingakane. Merambut Jinah blong meakit antuk sutra. Mejoli Jempana Emas lan mesoce mirah bang, mecudemani mirah delima...... angob titiyang ngantenang Prabawan Idane. Mepepatih roh suci Rakyan Kepakisan sane taler dados Pekandel ring Pura Taman Ayun, Maduwe Kubayan Kepasekan sane alar ilir ring Bukit Bada Budu ( Buda Budi ) sewewengkon Ngis lan Tenganan. Asapunika kawentenan Idane dasdos Ratu ring Puncaking Pakis Kandel.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Taler Ida mesunaran ring Desa Tohpati, Aksara Ung/Tengen,Ida melingga ring Meru Tumpang Limane. Aksara Ang/Kiwa, Ida melingga meraga Ida Ratu Gede. Sunaran Idane rauh ring Banjar Pande Sari/Banjar Book  setuggil aci Coma Ribek ring Pura Pemaksan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Asapunika Peyogaan Ida, yan rerehang ring indik sastra aksarane Ida Penunggalan Swalelita lan Modre, yoga cakra mangilingan anggan Idane. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dumogi Sanggar Titiyang puniki meresidayang dados titi mahmah rikala Ida pacang tedun kejagate.....pemekas ring sawewengkon Jagat Tohpati.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;'Om, Ksama swamam Mahadewa,                                                                                                                        'Sarwa prani hitang kara,                                                                                                                              'mamoca sarwa papebyah,                                                                                                                            'Pala ya ciwa sadha Ciwa Ya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;'Om,  Ksantawya kayika dosah,                                                                                                                             'Ksantawya wacika mama,                                                                                                                           'Ksantawya manasa dosah,                                                                                                                           'Tat Pramadat  ksama swamam.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;'Om'Shanti Shanti Shanti'Om&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-8173369849223366232?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/8173369849223366232/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/03/petitis-pusat-titik-konsentrasi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/8173369849223366232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/8173369849223366232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/03/petitis-pusat-titik-konsentrasi.html' title='PETITIS / PUSAT TITIK KONSENTRASI'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Sd_7lYw7MAI/AAAAAAAAAHU/mUjfE7HxizE/s72-c/Gunung+Agung+utk+blog-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-4888456800158372770</id><published>2009-03-25T18:08:00.000-07:00</published><updated>2009-03-26T05:05:11.080-07:00</updated><title type='text'>PELINGGIH IDA BETARA PENGILE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SctvZbHQyuI/AAAAAAAAAFc/zFbIQfVx8fI/s1600-h/ile.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SctvZbHQyuI/AAAAAAAAAFc/zFbIQfVx8fI/s200/ile.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317466267606633186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Pengile asal katanya adalah 'ile' yang artinya; pongah, dalam hal ini pongah dalam batas berkesenian yang berkonotasi konsentrasi penuh/kusyuk....' taksu'.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adapun Pelinggih Ida Betara Pengile di Pura Desa Tohpati tidak dapat dipisahkan dengan taksu berkesenian, terbukti sudah dari dulu didesa ini adanya seka - seka tari ; seka drama, seka topeng, seka joged, seka janger, walaupun saat ini hilang entah kemana...., walaupun demikian adanya seka tersebut Pelinggih Ide Betra Pengile tetap kokoh berdiri tanpa harus dipengaruhi keambrukan seka - sekanya( Seka Topeng diambil alih Desa Pekeraman namun tak tersentuh pengembangnnya......entah sampai kapan ).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelinngih Ide Betara Pengile inilah menjadikan kami pusat inspirasi bahkan menjadikan taksu hidup kembali jiwa berkesenian walaupun dijaman global seperti ini kesenian hanyalah bagian dari orang - orang yang tak mendapat tempat pasti. Kami sadar akan semua itu, wujudnyapun kami belum membayangkan, tapi kekuatan itu tak terbendung lagi...diathun 2009 ini akan kami jadikan persalinan sebuah idealisme dengan wujud kesenian / sundaram.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berarti pula Seka Topeng itu harus dihidupkan kembali..... takut sang Taksu kembali kekerajaannya....... Meru Tumpang Lima kita kokohkan lagi.....&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kembalilah wahai malaikat....kembalilah! kami akan bangun lagi hubungan yang baik seperti dulu, jangan putuskan kami. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Om' Hari Om Ya Namahe.... Kuhaturkan Kuangen Suci kehadapan Ide Betare Lingsir di Pure Telage Liligundi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-4888456800158372770?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/4888456800158372770/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/03/pelinggih-ida-betara-pengile.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/4888456800158372770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/4888456800158372770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/03/pelinggih-ida-betara-pengile.html' title='PELINGGIH IDA BETARA PENGILE'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SctvZbHQyuI/AAAAAAAAAFc/zFbIQfVx8fI/s72-c/ile.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-5532840827423891168</id><published>2009-03-25T17:16:00.000-07:00</published><updated>2009-04-15T18:13:35.451-07:00</updated><title type='text'>BUDAYA LOKAL PENGERUPUKAN DI DESA TOHPATI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/ScttdXhikXI/AAAAAAAAAFU/vo_pli4zhUU/s1600-h/kuntangkuntingblog.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/ScttdXhikXI/AAAAAAAAAFU/vo_pli4zhUU/s200/kuntangkuntingblog.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317464136339329394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/ScttdWR_rEI/AAAAAAAAAFM/AguaP44HmaE/s1600-h/kkblog3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/ScttdWR_rEI/AAAAAAAAAFM/AguaP44HmaE/s200/kkblog3.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317464136005692482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/ScttdAmQVEI/AAAAAAAAAFE/rEx12DHz2tk/s1600-h/kkblog2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/ScttdAmQVEI/AAAAAAAAAFE/rEx12DHz2tk/s200/kkblog2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317464130185090114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SctswrPur8I/AAAAAAAAAE8/Q8HjRJrsCmk/s1600-h/canangblog.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SctswrPur8I/AAAAAAAAAE8/Q8HjRJrsCmk/s200/canangblog.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317463368539221954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SctswetCLYI/AAAAAAAAAE0/Jj5cEMDFMkE/s1600-h/carublog.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 177px; height: 132px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SctswetCLYI/AAAAAAAAAE0/Jj5cEMDFMkE/s200/carublog.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317463365172473218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pengerupukan dilaksanankan sehari sebelum Umat Hindu  melaksanakan brata penyepian ( silentlife) maksud dan tujuannya adalah mengharmonisasi aspek keButha'an/Kala alam beserta isinya, dengan ritual caru / persembahan suci kepada Maha Raja Yama diyakini semua komunitas ButhaKala akan tidak menggangu dan mempengaruhi alam ini khususnya manusianya. Seakan - akan ada wujud garansi kepada kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dibagian lain dari hal tersebut diatas, kami akan menyoroti kegiatan setelah masyarakat Tohpati melakukan ritual caru, adalah prosesi Karnaval Obor/Oboh yang dinamai " Kuntang Kunting ". Sebagai pelaksana atas kegiatan ini adalah Sekehe Teruna Adat dan diikuti oleh anak - anak lainnya. Pelaksanaan karnaval ini dimulai dari ujung desa (Utara) berjalan perlahan - lahan menuju kesemua penjuru desa/batas desa" yang berkonotasi penyapuhan desa atas segala leteh/kotoran yang menghinggapi selama setahun ( tahun Caka ), artinya juga melakukan prosesi pembersihan niskala atas tanah desa selama setahun...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hal lain dilakukan dimasing - masing pekarangan adalah dengan melakukan ritual juga tapi sebatas dipekarangan masing - masing, sama juga ditujukan kepada Maha Raja Yama, juga ada persembahan yang dipersembahkan dilebuh( pintu gerbang pekarangan ), masing - masing keluarga diberikan 1 ( satu ) helai lis/ gabungan untaian janur yang dipasupati, nasi taur ( gabungan butir -butiran bija beserta daging dan alkohol ) serta Tirta yang dikirim dari Pura Besakih kepada masing - masing Desa Pekeraman yang di tahun ini bertepatan dengan Ritual Panca Bali Krama ( Caru 10 tahun sekali ).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Semoga kehendak yang baik mendapat arahan yang baik pula &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Om' Atsu Tat Astu...........&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-5532840827423891168?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/5532840827423891168/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/03/budaya-lokal-pengerupukan-di-desa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/5532840827423891168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/5532840827423891168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/03/budaya-lokal-pengerupukan-di-desa.html' title='BUDAYA LOKAL PENGERUPUKAN DI DESA TOHPATI'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/ScttdXhikXI/AAAAAAAAAFU/vo_pli4zhUU/s72-c/kuntangkuntingblog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-6754578827981758075</id><published>2009-03-24T05:43:00.000-07:00</published><updated>2009-03-24T07:52:50.533-07:00</updated><title type='text'>Olah Yoga sebagai Dasar Pergerakan /Taksu Ile</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Scjk90LmIKI/AAAAAAAAAEI/Uxw8yOeeyD8/s1600-h/puseh4.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Scjk90LmIKI/AAAAAAAAAEI/Uxw8yOeeyD8/s200/puseh4.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316751110741303458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Scjk96A_Z5I/AAAAAAAAAEA/NzZiWz4EH2U/s1600-h/PUSEH3.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Scjk96A_Z5I/AAAAAAAAAEA/NzZiWz4EH2U/s200/PUSEH3.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316751112307435410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Scjk9w4xdII/AAAAAAAAAD4/8Wg8Y1b_L0M/s1600-h/PUSEH2.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Scjk9w4xdII/AAAAAAAAAD4/8Wg8Y1b_L0M/s200/PUSEH2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316751109857047682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Scjk9no9pBI/AAAAAAAAADw/Qnkc4y-mPj8/s1600-h/PUSEH.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Scjk9no9pBI/AAAAAAAAADw/Qnkc4y-mPj8/s200/PUSEH.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316751107374818322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Sebelum mulai menampilkan arah rasa dan menggelar seni, &lt;br/&gt;dimulai dengan melakukan olah yoga ... &lt;br/&gt;dimana pregine diajarkan melupakan sejenak rasa badan/raga.&lt;br/&gt;Pada saat Ide Betari PengIle akan tedun, &lt;br/&gt;saat inilah pregine mengosongkan pikirannya &lt;br/&gt;/ transedental...... agar seutuhnya raga pregine tersebut &lt;br/&gt;dapat dihinggapi oleh Sang Ile.&lt;br/&gt; Dumogi Ide mesolah ring taksu, mangde sunar taksune &lt;br/&gt;mesirat ring jagate.&lt;br/&gt;'Tatwam, Ciwam, Sundaram'&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-6754578827981758075?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/6754578827981758075/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/03/taksu-sebagai-dasar-pergerakan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/6754578827981758075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/6754578827981758075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/03/taksu-sebagai-dasar-pergerakan.html' title='Olah Yoga sebagai Dasar Pergerakan /Taksu Ile'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/Scjk90LmIKI/AAAAAAAAAEI/Uxw8yOeeyD8/s72-c/puseh4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-535113609993592318</id><published>2009-03-23T16:32:00.000-07:00</published><updated>2009-03-24T07:35:54.340-07:00</updated><title type='text'>JADI PENGANTAR PREGINE NGAYAH NGELAWANG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/ScjdI1R9A8I/AAAAAAAAADo/2Mx5Rlp-hts/s1600-h/galuhmalam.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/ScjdI1R9A8I/AAAAAAAAADo/2Mx5Rlp-hts/s200/galuhmalam.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316742503921943490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/ScjdImHr8lI/AAAAAAAAADg/E9sF9D6zI-E/s1600-h/rastijati.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/ScjdImHr8lI/AAAAAAAAADg/E9sF9D6zI-E/s200/rastijati.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316742499852350034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Awal dari sanggar ini adalah.........tanpa diketahui merupakan warisan dari leluhur/kakek, beliau adalah pendiri sekehe Topeng  yang bermodalakn 1(satu ) katung Topeng beserta perlengkapannya, walaupun dalam perjalanannya disempurnakan oleh warga yang lain khususnya gamelannya. Beberapa dari Topeng tersebut malah ada yang hilang kemudian ditambah / dibuatkan lagi, terakhir saat ini diserahkan kepada desa pekeraman.&lt;br/&gt;Saya kemudian melakukan haul/sosot persembahan seni pergelaran selama 3 hari", dari saat inilah saya sadar bahwa jiwa yang mengalir didarah saya adalah jiwa seni yang tak pernah saya temukan sejak masa kecil dulu.&lt;br/&gt;Selanjutnya saya mulai dengan membentuk Sanggar Seni &amp;amp; Budaya Rasmi Sancaya ini.&lt;br/&gt;Mudah - mudahan ini menjadikan sebuah aplikasi kehidupan yang berlandaskan idealisme sejati.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-535113609993592318?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/535113609993592318/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/03/awal-dari-sanggar-ini-adalah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/535113609993592318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/535113609993592318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/03/awal-dari-sanggar-ini-adalah.html' title='JADI PENGANTAR PREGINE NGAYAH NGELAWANG'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/ScjdI1R9A8I/AAAAAAAAADo/2Mx5Rlp-hts/s72-c/galuhmalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1771560170310417410.post-4361745335726470604</id><published>2009-03-22T17:34:00.000-07:00</published><updated>2009-03-30T04:39:35.145-07:00</updated><title type='text'>NYANYIAN HATI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SdCu6cxDrgI/AAAAAAAAAFk/VXuuHRBhLSk/s1600-h/JOGEDINDIA%2B1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 142px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SdCu6cxDrgI/AAAAAAAAAFk/VXuuHRBhLSk/s200/JOGEDINDIA%2B1.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318943479102156290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebuah penjelajahan atas pikiran yang selalu mengembara sampai lintas transdental, bahkan mengusik seakan inilah jalan kebebasan/mahardika........ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;'kegilaan macam apa ini ?' tak pernah terlintas dipikiran tentang itu semua, bahkan masa kecil dulu sudah terasa.... tak sanggup waktu itu.  Tapi sekarang baru tersadar ternyata semua itu benar - benar jalan kehidupan yang pasti, kenapa aku harus berpaling kepada &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;'ketidakpastian'&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pengaruh globalisasi  dan fatamorgana kehidupan sesaat sangat menyelimuti pikiran orang saat ini, dari lingkungan keluarga, lingkungan kantor sampai kelingkungan masyarakat luas. Malahan mereka asyik dan sangat menikmati jalan itu......entahlah; tidak tahu, pura- pura tidak tahu atau malah sudah tahu tapi terus menjalaninya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jalan idealisme kelanguan/ berkesenian merupakan benteng yang maha kuat untung membendungnya, tidak hanya itu.... inilah theraphy yang paling efisien pada masa krisis global saat ini////////&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1771560170310417410-4361745335726470604?l=rasmisancaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/feeds/4361745335726470604/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/03/nyanyian-hati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/4361745335726470604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1771560170310417410/posts/default/4361745335726470604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasmisancaya.blogspot.com/2009/03/nyanyian-hati.html' title='NYANYIAN HATI'/><author><name>RASTIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01293446574147504139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/TO_IHdeuffI/AAAAAAAAA3M/SWiBc6tpk5I/S220/UJIL2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yrz_2c4mbMA/SdCu6cxDrgI/AAAAAAAAAFk/VXuuHRBhLSk/s72-c/JOGEDINDIA%2B1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
